Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Pindah


__ADS_3

Olin mengeringkan rambut nya dengan hair dryer karena malu keluar kamar jika rambut nya basah,semalam Satria hanya bermain satu ronde dengan Olin,bukan karena tidak kuat tapi karena malu jika ******* Olin sampai keluar jadi mereka memutuskan untuk melanjutkan malam ini di rumah Satria nanti.


"Pengantin baru bangun nya kok cepet" goda Dani membuat Satria tersenyum malu,saat ini mereka berada di meja makan.


"Memang nya pengantin baru harus bangun siang kaya kebo,itu sih elu" tunjuk Olin


"Husf.....mau makan juga masih saja berantem" lerai sang mama


"Habis nya dia ledekin aku terus ma"


"Nanti di balas saat dia nikah aja Lin" sahut Naya


"Emang ada yang mau sama dia mbak,kebo di dandanin kaya nya yang mau" ucap Olin sambil tertawa kecil.


"Enak aja, banyak lah yang mau sama gue,gue aja yang nolak"jawab Dani narsis


"Emang kamu sudah punya pacar Dan?" tanya Satria


"Belum sih mas tapi PDKT ada! Cuma belum tau di terima atau nggak mas" jawab Dani cengengesan.


"Tapi kalau pake Motor gede keluaran terbaru kaya nya banyak yang mau deh mas, nggak cuma satu bisa puluhan cewek yang antri" lanjut Dani tertawa kecil membuat Gusti menggeleng melihat tingkah adik bungsunya ini.


"Yakin?" tanya Satria lagi


"Yakin,cuma mama nggak mau beliin mas"


"Bukan nggak mau beliin tapi mama nggak ada uang nya Dan,jangan banyak tingkah bisa kuliah aja sudah untung kamu" celetuk Olin kesal dengan permintaan sang adik.


"Kalau memang bisa dapat pacar banyak nanti mas yang beliin" ujar Satria Santai membuat Olin dan Dani terdiam.


"Serius mas?" tanya Dan tak percaya dan di anggukki Satria

__ADS_1


"Beb... jangan! mahal loh permintaan kunyuk ini" bisik Olin


"Tidak masalah sayang, hitung-hitung hadiah buat dia" jawab Satria lagi.


"Yesss........ akhirnya gue dapat motor gede" pekik Dani girang


"Nggak usah Sat,jangan terlalu di manja nanti jadi kebiasaan" ucap mama Yati


"Iya Sat" timpal mbak Naya


"Kalian ini saudara kandung atau tiri sih, nggak ngedukung banget" ujar Dani lesu


"Tenang aja Dan,lusa mas belikan ya hari ini mas mau beres-beres dulu mau pindah ke rumah"


"Kalian pindah hari ini?" tanya Mama Yati


"Iya ma, rencana nya hari ini mau beres-beres rumah Satria, soalnya sudah lama nggak di tunggu jadi banyak debu nya"jawab Olin


"Nggak papa mbak, Satria mau masuk ke kantor kalau dari sini sedikit jauh mbak,nanti mbak bisa bawa mama ke sana juga" alasan Olin padahal Satria tidak ingin di ganggu saat berduaan bersama Olin.


"Ya sudah kalau itu keputusan kalian mama bisa apa,cuma satu pesan mama Sat,jaga Olin baik-baik, permasalahan dalam rumah tangga pasti ada hanya kalian harus pandai menyikapi nya" nasehat sang mama dan di anggukki Satria.


"Jadi Lusa ya mas" ucap Dani


"Iya Dan,tenang aja"


"Yesss...... akhirnya gue punya motor baru, nggak sia-sia loe nikah sama mas Satria mbak kalah jauh dari Mas Galih" celetuk Dani membuat Olin melotot kan mata nya,Dani memang dari dulu bicara sesuka hati nya tanpa menyaring apa yang seharusnya di ucapkan tapi Satria orang yang santai tidak pernah mempermasalahkan apalagi yang di katakan Dani benar,dia jauh lebih segala nya dari Galih lelaki brengsek itu.


Olin memeluk tubuh sang mama, sudah beberapa bulan bersama di rumah mama nya membuat Olin sedih harus berpisah lagi tapi mau bagaimana dia juga tidak mungkin ditinggal bersama mama nya karena Satria sudah memiliki rumah sendiri meskipun bersebelahan dengan mantan suami nya.


"Jadi istri yang baik ya nak,jangan membantah suami" pesan mama nya

__ADS_1


"Mas titip Olin,Sat! Tolong jaga dia jangan sakiti dia,jika kamu tidak mencintai nya lagi kembalikan baik-baik pada kami" pesan Gusti


"Insyaallah aku akan selalu mencintai Olin mas, sampai tua nanti" jawab Satria tegas.


Gusti sebagai pengganti papa nya sangat sayang pada adik perempuan nya ini.


"Mas lusa ya" bisik Dani


Olin mengisak saat melepaskan pelukan mama nya.


"Ya ampun mbak kaya mau pindah di luar negri aja,cuma 20 menitan mbak dari tempat mas Satria ke sini,tiap hari juga mbak bisa ke sini"Ucap Dani


"Bukan gitu Dan,gue nggak bisa lagi cerita tiap malam sama mama"


"Kan ada mas Satria mbak,bisa lebih lama lagi cerita nya sampai pagi" goda Dani membuat Olin memukul lengan sang adik.


"Sudah Dan,jangan goda mbak kamu terus,sana" usir mama Yati membuat Dani memeluk tubuh sang mama dari belakang.


"Ma,nanti kalau aku nggak ke sini mama ke sana ya" pinta Olin


"Iya-iya sudah sana berangkat ntar kesiangan lagi"


"Iya ma,tadi aku sudah minta pembantu untuk datang beres-beres di sana" sahut Satria


Drama perpisahan itu akhir nya berhenti dan Satria menggenggam tangan Olin untuk masuk ke dalam mobil


"Mas jangan lupa Lusa ya" pekik Dani mengingat kan sang kakak ipar.


"Nggak" sahut Olin sambil menjulurkan lidahnya pada Dani lalu masuk ke dalam mobil.


Ada perasaan haru melihat keluarga Olin yang sangat baik meskipun terkadang sering ada pertengkaran antara Olin dan Dani tapi mereka saling sayang.

__ADS_1


__ADS_2