Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Bingung


__ADS_3

"Kenapa ibu tiba-tiba datang ke mari?" tanya Galih


"Memang nya kenapa Lih, nggak boleh ibu mu datang berkunjung?" tanya balik ibu Galih


"Bu aku ingin bicara" ucap Galih menarik tangan ibu nya


"Bu,kenapa ada Maya,aku tidak suka ya bu kalau ibu masih kekeh buat jodoh-jodohin aku sama dia"ujar Galih


"Lih,Maya itu perempuan kaya! Dia juga berpendidikan dan pintar cari uang tidak seperti istri mu itu yang kerjaan keluyuran terus di luar"


"Bu.... Olin istri ku! Aku tidak suka ibu menghinanya"


"Kamu sekarang lebih berani membangkang ya Lih,besar sekali pengaruh perempuan mandul itu untuk kamu"


"Bu, please jangan hina Olin terus bagaimana pun dia menantu ibu aku mencintai nya bu" tegas Galih


"Hmmmmmhh" deheman keras terdengar dari bibir Gina yang memang sengaja ingin menguping pembicaraan sang suami.


"Kenapa kamu?" tanya ibu Galih


"Haus bu" jawab Gina pelan


"Haus ya minum sana, kenapa masih di sini mau dengar majikan bicara kamu! Nggak sopan, pembantu dari mana kamu dapat ini Galih, nggak ada sopan santun nya sedikit pun! Heran deh kamu bisa-bisa nya memperkejakan perempuan seperti ini atau memang di kota besar semua pembantu seperti dia!"oceh ibu Galih sedangkan Gina berpura-pura minum sedikit lama agar bisa mendengar ucapan sang mertua ketus nya ini.

__ADS_1


"Bu,jangan mulai deh! Ibu semua nya serba tidak suka,Olin yang pendiam begitu ada saja kesalahan nya dan sekarang pembantu ku juga salah di mata ibu, bisa-bisa stres aku du buat nya"


"Makanya ceraikan Olin dan segera nikahi Maya"


"Huk.....huk....." Gina yang sedang minum tersedak dan terbatuk mendengar permintaan ibu Galih,jadi perempuan tadi calon istri ketiga Galih, apa-apa an ini pikir Gina,belum juga dia meresmikan pernikahan nya dengan Galih sekarang sudah ada calon lagi.


"Hey.....sopan sedikit! Saya tamu d rumah ini,ibu majikan kamu jangan seenaknya batuk dan menyemburkan air nya" marah ibu Galih


"Maaf bu,maaf"ucap Gina menutup mulut nya lalu pergi sedangkan Galih kini bingung bagaimana cara menjelaskan pada Gina dengan permintaan konyol ibu nya ini.


Galih ingin mengejar Gina tapi sang ibu justru menghalangi nya.


"Mau kemana kamu?"


"Tidak usah biarkan ini jadi suprise untuk istri mandul mu itu,ibu mau lihat reaksinya melihat ibu sudah duduk manis di rumah ini"


Galih tidak bisa berkata apa-apa lagi,jujur dia bingung saat ini ibu nya datang mendadak dan membawa perempuan lain kedalam rumah nya, urusan Gina saja belum kelar dan sekarang datang lagi perempuan baru.


***


"Lin, berkas yang ini tolong di cek ya,gue mau kasih ke papa nanti" pinta Satria


"Yang mana Sat?" tanya Olin, Satria menjelaskan berkas nya tapi Olin tidak fokus dia justru teringat akan pertengkaran nya dengan Galih membuat nya beberapa kali memejamkan mata dan berkasnya terjatuh.

__ADS_1


"Lin" tegur Satria membuat Olin tersadar


"Ha,ya Sat...ada apa?" tanya Olin linglung


"Berkas nya" tunjuk Satria


"Sorry-sorry" ujar Olin ingin mengambil dengan membungkukkan badannya tapi hal yang sama juga di lakukan Satria hingga kepala mereka beradu


"Awww" ringis Olin


"Maaf Lin" ucap Satria cepat sambil mengambil kepala Olin dan mengelusnya lembut penuh kasih sayang membuat Olin baper.


"Sakit ya,elu sih nggak fokus! Mikirin apa sih?"tanya Satria


"Kok gue"


"Iya emang elu,kenapa sih Lin?biasa nya juga elu nggak gini,ada yang ganjel?" tanya Satria menggenggam lengan Olin


"Awwww" ringis Olin lagi karena lengan nya masih sakit akibat di Cengkram Galih semalam


"Kenapa lagi Lin?"


"Nggak cuma ngilu"

__ADS_1


"Kok bisa,coba gue lihat" pinta Satria tapi di tolak oleh Olin dia segera kembali fokus pada pekerjaan nya membuat Satria curiga apa yang tengah terjadi dengan pujaan hati nya ini tapi Olin kekeh tidak terjadi apa-apa membuat Satria tidak bisa bersikeras.


__ADS_2