Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Sensitif


__ADS_3

"Sampai juga" ucap Olin tersenyum manis ketika mobil mereka sudah sampai di halaman rumah mama Olin.


"He ada pengantin baru" goda Dani yang melihat Olin dan Satria keluar dari dalam mobil.


Satria memeluk pinggang Olin posesif saat masuk ke dalam rumah.


"Aduh romantis nya pasangan pengantin baru ini" goda Dani lagi


"Harus dong Dan biar mesra terus" jawab Satria tersenyum manis


"Tapi sayang janji nya hanya di bibir saja"


"Maksudnya?" tanya Olin melotot kan mata nya tak mengerti,Adik lelaki nya ini selalu saja mengajak berdebat.


"Kata nya mau beli motor gede,tapi ternyata hanya jambu,janji busuk!"


"O.... masalah motor kirain apa, harus indent dulu kang mas masalah nya itu motor mahal"jawab Olin ketus


"Mana mama?"


"Ada di dalam sama mbak Naya"


"Ma...mama,,,,anak kesayangan mu pulang"pekik Olin


"Olin, tumben ke sini?" tanya Sang mama yang melihat Olin mendekat pada nya,Olin langsung mencium pipi kiri dan kanan sang mama.


"Nggak boleh ke sini ya?" tanya Olin cemberut


"Bukan gitu sayang,bukan nya kalian sibuk kerja,terus mama dengar mau bulan madu juga"


"Wah,,seru tuh! Mau ke mana mbak,aku ikut ya" Celetuk Dani

__ADS_1


"Boleh jadi tukang foto ya" canda Olin dan langsung di jawab cibiran oleh Dani.


"Terus fungsi kamu apaan kalau bukan tukang foto? Mau berjemur ala bule-bule? Tidak akan aku biarkan Ferguson uang suamiku habis hanya untuk kesenangan mu"


"Pelit!!!!" kesal Dani


"Ini ma"ucap Satria memberikan kantong plastik berisi kue Bika Ambon ternama.


"Bawa oleh-oleh segala"ujar sang mamam tidak enak hati


"Yuk Ngobrol di depan" ajak mama Olin


"Mas Gusti mana mbak?" tanya Satria tidak melihat kakak ipar nya itu


"Lagi ke bengkel Sat,kata nya tadi mau benerin Tv mama yang di pake Dani buat main Ps jadi nggak bagus lagi layar nya"


"TV Dani yang biasa main PS mana mbak?"tanya Olin sambil mengunyah buah yang sudah di potong Naya


"Beli baru aja ma,biar yang lama di pake Dani" ucap Satria


"Nggak usah Sat, mubazir biar yang itu saja"


"Nggak papa ma,aku pesan yang disampaikan baru ya,mama mau segede apa?"tawar Satria sambil mengeluarkan ponselnya


"Nggak usah Sat, beneran deh!"


"Ma,biarin aja mas Satria beli kan nggak pake uang mama"ucap Dani membuat mama nya melotot kan mata,sang mama tidak mau di bilang memanfaatkan menantu kaya nya ini.


"Udah nggak papa ma,biarin aja" cegah Olin membuat mama nya hanya bisa diam.


"Udah ma, sebentar lagi di antar" ujar Satria

__ADS_1


"Coba pesan motor aku juga gitu mas, pasti aku sekarang loncat-loncat kegirangan"


"Alah loe nya aja yang gila kalau loncat-loncat" jawab Olin


"Nggak bisa lihat orang senang" gumam Dani pelan.


"Sat,mbak boleh nanya nggak?" tanya Naya tiba-tiba dan di anggukki Satria


"Sejak kapan kamu suka sama Olin?" tanya Naya membuat Olin. Terkaget dengan pertanyaan sang ipar nya itu, sebenarnya dia juga penasaran dengan jawaban Satria secara Olin juga tidak tau kapan perasaan mereka mulai tumbuh.


"Sejak SMA kelas tiga mbak" jawab Satria jujur


"Wah udah lama ya mas,jadi sewaktu mbak Olin nikah sama mas Galih,mas Satria sudah suka ya?" tanya Dani


"Ya, untuk itu saya beli rumah di sebelah Olin agar bisa memantau gerak-geriknya tiap hari"


"Terus kamu nggak cemburu apa kalau lihat mereka mesra-mesraan?"


"Boro-boro lihat mereka mesra-mesraan mbak,jalan berdua aja jarang" jawab Satria lagi


"Sembarang,sering ya beb,mas Galih ngantar aku sampai ke depan pintu,dia juga sering menawarkan untuk mengantarkan aku kerja,aku aja yang nolak karena memang suka nya pergi sendiri,kamu kan nggak tau!" jawab Olin cepat.


"Cie, ada yang kangen masa lalu nih" goda Dani membuat wajah Olin memerah


"Apaan sih Dan, nggak lucu tau" ketus Olin


"Ya sudah pergi saja sama dia" kesal Satria,ntah kenapa lelaki tampan ini langsung kesal saat Olin menjawab nya seolah membela Galih.


"Mulai deh" ujar Olin menghela nafas panjang


"Kan cuma cerita beb" bujuk Olin

__ADS_1


"Lagi nggak mood aku,mau ke kamar dulu" pamit Satria masuk ke dalam kamar Olin, sejak tau Olin Hamil justru Satria yang terlihat lebih sensitif.


__ADS_2