Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Hantu buah


__ADS_3

Dua bulan berlalu kehidupan rumah tangga Olin dan Satria semakin harmonis, kemana-mana selalu berdua,mulai dari kantor,rumah bahkan ke rumah mama Olin pun mereka selalu berdua membuat iri pasang mata yang memandang mereka begitu juga dengan Galih yang kini sudah mulai bisa. Berjalan,Galih sering berjemur di depan rumah melihat kemesraan Olin dan Satria membuat hatinya panas,dulu dia dan Olin jarang sekali bermesraan meskipun di atas ranjang mereka selalu saja ada pertengkaran.


"Beb mampir dulu di toko buah langganan kita ya" pinta Olin dan diangguki Satria


"Kalau ada rambutan beli ya sayang"Ujar Satria


"Tumben kamu pengen makan rambutan biasanya juga apel sama jeruk?" tanya Olin


"Ngidam kali" Canda Satria terkekeh kecil


"Kamu di sini aja beb,aku yang turun cuma sebentar kok" ucap Olin lagi saat sampai di depan toko,Olin segera turun dari mobil


Saat memilih buah Olin melihat sosok perempuan yang sangat familiar menurut nya.


"Gina" Gumam Olin pelan,ya dia melihat Gina sedang bersama lelaki lain memilih buah, tapi kali ini dia melihat pakaian Gina yang super ketat.


Lelaki tersebut juga memeluk pinggang Gina,siapa dia? Pikir Olin tapi Olin tidak mau tau urusan mereka karena Olin sendiri hingga saat ini tidak bertegur sapa dengan Gina, Olin memilih beberapa buah kesukaan nya dan segera ke kasir untuk membayar,saat Gina membalikkan tubuh nya melihat Olin yang memegang keranjang buah.


Olin menatap Gina tajam membuat Gina jalan buru-buru.


"Pada akhirnya kembali ke habitat nya" gumam Olin pelan.


" 370 ribu bu" ucap sang kasir, Olin mengambil uang lembaran merah empat lembar lalu memberikan nya pada sang kasir.


"Ambil saja kembalian nya" ujar Olin lalu segera pergi


"Terimakasih bu" pekik sang Kasir dia suka sekali jika Olin datang ke toko nya,Olin perempuan baik dan royal.


"Sudah sayang?" tanya Satria dan di anggukki Olin pelan

__ADS_1


"Pesanan aku ada?"


"Ada"


"Mau dong sayang"


"Nanti saja di rumah beb, nggak baik makan di jalan"


"Satu aja sayang, kepingin banget" rengek Satria membuat Olin heran dengan tingkah manja sang suami.


Mau tidak mau Olin membuka kantong kresek nya mencari rambutan untuk sang suami.


Sesampainya di rumah Satria segera kedapur dan membuka isi kantong kresek Olin,dia duduk dan memakan dengan lahap membuat pembantu nya heran, biasanya Satria tidak pernah begitu tapi kali ini seperti orang kesurupan memakan rambutan.


"Beb,kamu kesurupan hantu buah ya,kok gitu banget makan buah nya"


"Manis sayang, semanis kamu" jawab Satria


"Beb,ntar perut nya sakit loh" tegur Olin


"Enak banget sayang" jawab Satria


"sayang tolong pesanin aku martabak telur 2 porsi ya pake gojek" pinta Satria lagi membuat Olin ternganga, tidak biasa nya Satria banyak makan kenapa sekarang jadi begini tapi karena tidak mau mengecewakan sang suami Olin memesankan nya.


Tidak menunggu berapa lama pesanan Satria datang dan Satria benar-benar melahap nya hingga tandas membuat Olin menelan saliva nya.


"Lihat kamu makan jadi aku yang kenyang beb"


"Kok gitu sayang?"

__ADS_1


"Ntah lah rasanya penuh aja nih perut,bi minta jus jambu dong"


"Sebentar nya"jawab sang bibi lalu segera membuat kan nya.


****


"Dari mana kamu?" tanya Galih melihat Gina yang pulang sudah jam 11 malam.


"Kerja lah mas"


"Aku mengizinkan kamu kerja bukan berarti mengizinkan kamu pulang hingga larut begini Gin,aku juga butuh di hargai,di perhatikan"


"Mas,aku butuh uang! Hidup ini realistis bukan cuma sekedar cinta doang"


"Aku tau itu Gin tapi coba untuk bersabar"


"Mau sampai kapan mas? Sampai dunia ini kiamat gitu, yang lain sudah senang-senang dengan dunia nya sementara aku,aku di rumah hanya pakai daster lusuh dan merapikan semua isi rumah kamu ini, gitu mau kamu?"


"Mas,aku butuh makeup, skincare,baju bagus,tas dan semua itu di dapat dengan uang bukan modal ngemis mas, modal kerja"oceh Gina membuat Galih geram


"Kamu benar-benar istri yang tidak tau di untung Gin"


"Kalau menurut kamu begitu ceraikan saja aku" tantang Gina


"Plak" satu tamparan melayang di pipi mulus Gina membuat perempuan itu meringis.


"Kamu sudah berani main kasar ya mas"


"Aku suami kamu Gin, apapun bisa aku lakukan,jika sekali lagi kamu pulang malam aku akan hukum kamu lebih dari ini bukan hanya sekedar tamparan yang kamu dapat kan" ancam Galih

__ADS_1


Gina menghentakkan kakinya kesal lalu lari ke arah kamar nya,kamar yang masih sama dengan yang dulu di arah dapur rumah Galih.


__ADS_2