
"Sayang papa minta kita bulan madu secepat nya"
"Tapi pekerjaan nya kamu masih banyak beb,mana mungkin kita bisa pergi " ujar Olin,saat ini mereka baru saja pulang dari kantor.
Olin dan Satria langsung masuk menuju kamar mereka.
Satria membuka pakaian nya dan bertelanjang di kamar.
"Beb....pakai dong handuk nya" pekik Olin kaget melihat sang suami yang sangat vulgar.
"Hehehe....."terdengar gelak sang suami sambil masuk kedalam kamar mandi
Olin memungut pakaian kotor Satria dan memasukkan nya ke tempat nya.
"Beb, hape kamu bunyi terus nih" pekik Olin lalu melihat ponsel sang suami dan mengerutkan keningnya melihat nama Dania,ada apa perempuan berdada besar ini menghubungi suaminya sore-sore begini.
Olin mengetuk pintu kamar mandi.
"Tok.....tok.....beb buka" pekik Olin
"Kenapa sih sayang teriak-teriak gitu?" tanya Satria yang sedang menyampo rambut nya
"Mau mandi bareng? Kalau iya masuk buka baju nya" ucap Satria lagi
"Tuh hape kamu bunyi terus" lapor Olin ketus
Satria menarik tubuh Olin dan meletakkan ny di bawah shower.
"Beb basah,aku belum mau mandi"
Satria melucuti semua pakaian sang istri hingga Olin tidak mengenakan sehelai benang pun.
"Sudah sore sayang waktu nya mandi" ucap Satria lembut lalu menyabuni tubuh sang istri.
Satria meremas buah yang menjadi favorit nya ini membuat Olin memejamkan mata nya.
"Beb aku bisa sendiri"tolak Olin tapi Satria terus melakukan apa yang dia suka.
Dua puluh menit di kamar mandi Olin keluar dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Senyum sayang, menyenangkan hati suami itu pahala nya besar loh" goda Satria
"Tapi kamu kelewatan beb, nggak tau siang,malam pagi di hajar terus" ketus Olin
"Nama nya juga pengantin baru sayang"
"Tok....tok...." terdengar suara ketukan membuat Olin dan Satria saling tatap, siapa orang yang berani mengetuk pintu kamar nya sore begini, biasanya bibi jika ingin pulang langsung saja tanpa pemberitahuan karena sudah menjadi rutinitas nya tiap hari.
"Iya siapa?" pekik Satria
"Bibi tuan"
"Kenapa bik?" tanya Satria lagi
"Itu tuan di luar, i-tu di luar"
"Lihat dulu beb" ujar Olin yang memberikan Satria celana pendek dan baju kaos nya, Satria segera mengenakan nya dan keluar.
"Ada apa bik?" tanya Satria lagi
"Di luar rame-rame tuan"
"Bi-bi juga ti-dak tau,tuan lihat sendiri sa-ja,tadi bibi mau pulang tapi banyak warga di luar" jawab nya terbata dengan wajah ketakutan.
"Olin.... keluar kalian" Pekik salah satu ibu-ibu membuat Satria membuka pintu rumah nya segera.
"Ada apa ini ribut-ribut di depan rumah saya?" tanya Satria
"Nggak nyangka ya kamu kumpul kebo, padahal ganteng,karir bagus! Kok pengusaha kelakuan nya memalukan"
Ibu Galih mengangguk mengiyakan ucapan sang tetangga.
"Jaga ucapan ibu ya,saya tidak mau ini menjadi kasus penghinaan untuk saya" tegas Satria
"Penghinaan dari mana kalau kamu memang melakukan nya"
"Saya tidak mengerti yang ibu bicara kan saya bisa laporkan ibu pada pihak berwajib karena membuat keributan di rumah saya" ancam Satria
"Laporkan saja kami tidak takut karena kami di jalan yang benar" tantang ibu tersebut
__ADS_1
Galih dan Maya juga keluar dari rumah karena mendengar suara ribut-ribut.
Olin yang mengenakan daster pendek selutut tidak menyangka ada keributan di teras rumah nya,dia keluar dengan santai dan rambut nya pun masih setengah kering.
"Ada apa beb?" tanya Olin membuat semua mata memandang nya termasuk Galih,dia melihat Olin yang makin cantik dan berisi.
Paha mulus dan putih terlihat jelas membuat Galih tak berkedip memandang nya.
"Nggak tau sayang" jawab Satria membuat Galih terbakar cemburu
"Ini biang nya ya,kamu perempuan nggak benar, Wajar kamu di ceraikan oleh Galih ya karena suka selingkuh dan sekarang kumpul kebo di komplek ini" ucap salah satu ibu-ibu memaki Olin.
Olin terkejut dengan ucapan ibu-ibu tersebut tapi Olin bisa melihat mantan mertua di antara mereka dan Olin sudah bisa menebak kalau ini perbuatan mantan mertua nya,jika memang sang mantan mertua menabuh genderang perang dia siap melayani nya.
Olin menghentak kan kaki nya dan masuk kedalam rumah membuat ibu Galih tersenyum kecil,dia berpikir kalau Olin saat ini sedang tertangkap basah dan sangat malu tapi perkiraan nya salah Olin keluar dengan membawa buku nikah mereka.
"Ada yang bisa baca?" tanya Olin
"Ini lihat,ini buku nikah saya dan suami saya,bukan kertas satu lembar ya! Ini buku nikah dari pengadilan agama,saya menikah sah secara hukum dan agama setelah selesai masa Iddah saya bersama lelaki itu" tunjuk Olin pada Galih yang sedang duduk di kursi roda.
"Dan satu lagi yang perlu kalian ketahui saya menikah lagi setelah bercerai dan saya bercerai karena dia memiliki dua istri setelah saya" lanjut Olin membuat Galih tertunduk malu.
"Bagaimana ibu ini kata nya Olin belum menikah dengan Satria, kalau kami di tuntut ibu harus tanggung jawab karena menyebarkan berita bohong" marah salah satu warga pada ibu Galih
"Sa-ya juga tidak tau ibu-ibu,saya tidak dengar berita mereka menikah" jawab Ibu Galih membela diri
"Untuk apa ibu tau,ibu bukan siapa-siapa saya lagi dan perlu ibu ketahui saya di sini nyonya rumah nya jadi silahkan kalian bubar jika tidak mau saya kasus nya masalah ini" bentak Olin membuat mereka semua kabur.
Galih sangat terkejut mendengar pengakuan Olin yang sudah menikah dengan Satria, mengapa begitu cepat Olin melupakan nya padahal dia masih ingin kembali pada Olin.
"Ibu mau apalagi belum puas sebarin berita hoax atau ibu mau saya lapor polisi"ujar Satria menatap ibu Galih
"Biasa aja deh" kesal ibu Galih
"Jangan coba-coba ganggu istri saya lagi,jika masih mau menganggu saya tidak akan segan-segan menggusur rumah anak ibu yang lumpuh itu"ucap Satria
"Hey jangan sombong ya kamu"
"Ayo sayang masuk! Nggak usah di ladeni orang seperti ini,kita lagi ***-*** juga di ganggu" gumam Satria merangkul pinggang Olin dan mengajak nya masuk.
__ADS_1
"Kurang ajar!" kesal ibu Galih menghentak kan kaki nya lalu pergi.