Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Ingin bekerja


__ADS_3

Olin menjalani hari-hari yang makin indah,dia beruntung memiliki suami seperti Satria yang selalu mengerti dirinya, meskipun mereka bisa di katakan pasangan pengantin baru tapi Satria merasa Olin lah perempuan yang paling sempurna.


Olin sendiri sekarang lebih rajin merawat diri,dia saat libur Kantor Olin lebih banyak menghabiskan waktu nya di salon agar dia semakin terlihat cantik di mata sang suami,Olin ingin Satria tidak bisa berpaling dari nya karena pengalaman rumah tangga yang buruk dulu di jadikan pelajaran berharga untuk Olin.


Hari ini Satria mengantarkan sang istri ke salon untuk perawatan wajah dan rambut sedangkan Satria sendiri menunggu di rumah mamanya karena butuh waktu setengah hari jika perempuan sudah di salon.


"Jadi nggak di ambil tiket nya Sat? Rugi donk" ujar mama Satria


"Buat mama sama papa aja honeymoon ke dua siapa tau aku dapat adik" canda Satria


"Gila kamu,mama mana bisa hamil lagi, sudah tua juga! Malu sama umur"


"Nggak masalah ma,kan mama masih kuat"


"Ngaco kamu, nggak lah mama malu,mama mau cucu saja"


"Ma,aku dan Olin baru juga menikah kami masih ingin menikmati waktu berdua dulu saat ini ma" ujar Satria.


"Ya tapi jangan kelamaan juga Sat, keburu mati mama"

__ADS_1


"Hahaha aku rasa mama akan hidup seratus tahun lagi ma"


"Memang nya kamu Tuhan! Lagian buat hidup seratus tahun mama yang nggak mampu, sudah nggak bisa jalan,gerak pikun lagi,tiap hari di marahin mulu sama kamu"


"Gantian ma, sekarang kan mama yang ngomelin aku mulu"


"Jadi kamu nggak suka,anak kurang ajar kamu ya"ucap mama Rahmi memukul Satria dengan bantal


"Awww....sakit ma, ampun" pekik Satria


Pak Hasad melihat ibu dan anak ini bertengkar, setiap bertemu ada saja yang menjadi bahan keributan, memang wajah tampan Satria banyak di dapat dari sang ibu yang cantik mungkin itu yang membuat mereka sering tidak akur tapi pak Hasad yakin mereka saling menyayangi, apalagi sekarang ada Olin yang menjadi menantu kesayangan mereka.


"Mas kalau aku kerja lagi boleh nggak?" tanya Gina


"Kerja!"


"Ya mas,siapa tau bisa menambah pemasukan kita" ujar nya, padahal bukan itu misi Gina,Gina ingin kerja lagi karena bosan di rumah, apalagi sejak Galih sakit dia selalu tidur bersama Maya membuat Gina ingin mencari lelaki lain,dia juga butuh belaian,butuh uang buat shopping.


"Tidak usah di rumah saja, tunggu sampai aku sehat" jawab Galih,dia tau Gina dulu saat bekerja Gina lah yang gencar mendekati nya hingga sampai mereka selingkuh di belakang Olin dan jika Gina bekerja lagi otomatis Gina akan mencari peluang untuk lelaki di luar sana.

__ADS_1


"Mas,aku itu butuh skincare,butuh baju baru,tas baru mas sedangkan sekarang sejak kamu sakit aku cuma dapat makan doang dari Maya, kalau shopping pasti Maya dengan ibu kamu" oceh Gina kesal


"Gin,kamu tau keadaan ku sekarang bukan ya sabar lah sampai aku sembuh nanti aku yang cari kerja"


"Kerja apa, jadi kuli? Nggak akan ada perusahaan yang mau terima kamu mas,ingat riwayat mu jadi biarkan aku yang bekerja"


"Brak....." Galih menggebrak meja mendengar cemoohan Gina pada nya,dia tidak mau du rendahkan oleh istri nya ini.


"Jaga bicara mu Gin, kamu seseorang istri" Bentak Galih tidak suka


"Ya aku seorang istri, istri di atas kertas satu lembar bukan istri yang di terima di keluarga suami,aku cuma perempuan pemuas nafsu mu mas" balas Gina tak kalah kuat membentak


"Aku muak dengan semua ini,muak dengan kehidupan ini mas"isak Gina lalu pergi kearah kamar nya


"Gin....Gina" panggil Galih


"Ada apa mas?" tanya Maya yang mendengar keributan dari meja makan, rupanya sang suami sedang makan tadi Gina menemani nya makan


"May,bawa aku kekamar aku ingin istirahat" ucap Galih tanpa menjawab pertanyaan Maya.

__ADS_1


Maya menuntun Galih masuk kedalam kamar mereka.


__ADS_2