
Sangking asiknya ngobrol sampai-sampai Satria lupa waktu, sudah pukul dua siang Satria juga tidak kembali ke kantor padahal dia datang ke rumah Mama Yati tadi pukul sepuluh pagi hanya dengan alasan satu berkas.
"Makan siang di sini saja Sat mbak mu sudah masak banyak itu sekali-kali kita cerita nostalgia kalian dulu" tawar Mama Yati lagi-lagi Satria tidak menolak membuat Olin kesal, bagaimana bisa mereka sangat akrab begini.
"Sat,elu ketauan banget ya bujangan nya sampai makan aja numpang di rumah mama gue,cari istri dong biar makan siang di rumah loe sendiri" sindir Olin
"Husf Olin kok gitu ngomong nya, nggak baik loe nak" tegur Mama Yati
"Ma,kan yang izin kerja aku tapi sekarang malah dia nya yang nggak masuk kantor,terus malahan nangkring di sini,kan nggak lucu"
"Lah kan bos nya gue Lin, nggak masalah kali gue di sini, nggak ada yang bakal marah juga apalagi pekerjaan juag udah beres"jawab Satria cuek
"Iya mbak lagian kan di mana-mana bos itu bebas loe,dia yang berkuasa di kantor" celetuk Dani membela Satria
"Iya-iya bela aja dia,jangan jadiin gue mbak loe lagi Dan,sana sama Satria aja!" kesal Olin
"Hehehe....kok ngambek mbak, Dani kan cuma bilang kalau mas Satria bos nya mbak, benar kan yang Dani bilang"
__ADS_1
"Pulang sana Sat, ngabisin nasi mama aja Loe"
"Lah apa beda nya sama mbak,kan mbak juga punya rumah, kenapa di sini?"celetuk Dani lagi membuat Olin semakin kesal
"Sudah,di meja makan juga masih berantem! Di sini tempat makan bukan berantem,Olin! Satria itu tamu jadi ya harus di jamu dengan baik,ayo di makan nak Satria nggak usah di dengerin ucapan Olin dia lagi bad mood aja tuh,"
"Dengerin itu Lin,gue tamu dan harus di jamu dengan baik"
"Prett.....jangan lue kira gue percaya dengan tipu muslihat loe datang kemari ya" ketus Olin tapi tak di hiraukan dengan Satria justru lelaki tampan ini dengan lahap nya menyantap makanan yang di sajikan mama Yati.
Sejak kejadian Satria mencium nya tempo hari Olin jadi percaya diri kalau Satria memang datang mencari nya, berkas itu hanya Alibi tapi Olin tidak punya bukti kuat untuk itu apalagi Olin tidak ingin hubungan nya dan Galih berantakan dia pulang ke rumah orang tua nya hanya sekedar menenangkan diri bukan untuk mencari pelarian.
"Dari tadi kek,gue mau tidur siang jadi nggak bisa"
"Ya tidur aja siapa yang larang,dari tadi gue ngobrol sama mama dan mbak Naya juga,elu nya aja yang sok kebaikan nungguin gue ngobrol"
"Benar-benar bos nggak sadar diri lue ya,pulang sana" usir Olin kesal dengan jawaban Satria padahal dia rela menunggu Satria selesai ngobrol padahal Olin ingin istirahat di kamar.
__ADS_1
"Galak bener loe lin,elu nggak pulang sekalian bareng sama gue"
"Nggak gue masih mau nginep di rumah mama"
"Kenapa?"
"Ada mertua gue di rumah" ketus Olin yang terlihat tidak suka.
"Bukan nya jamu mertua malah kabur-kaburan loe,menantu durhaka loe lin"
"Biarin! Yang nanggung dosa nya juga gue bukan elu,udah sana pulang gue mau istirahat,capek gue"
"Ya sudah gue pulang dulu ya, nitip salam nggak sama mertua elu" Goda Satria
"Terserah loe kalau dia terima ya bilang aja" sahut Olin sambil berjalan masuk ke arah rumah nya sedangkan Satria sudah di dalam mobil nya.
Satria menginjak pedal gas mobil nya perasaan lega di hati lelaki tampan ini karena dapat bertemu Olin dan menghabiskan waktu bersama keluarga Olin.
__ADS_1
Satria berjanji pada diri nya tidak akan membiarkan Olin sedih lagi,dia ingin menjaga Olin meskipun harus berhadapan dengan Galih suami sah Olin, Satria tidak takut.