
"Makan Gin, nggak usah malu-malu, anggap saja rumah kamu sendiri" Ujar Galih melirik ke arah Gina yang tengah makan makanan yang di pesan Olin tadi.
Olin membelalakkan matanya mendengar ucapan Galih, tidak pernah suaminya sebaik ini dengan pembantu,ada apa ini?
Olin menatap interaksi antara Gina dan suami seperti nya memang sangat akrab bahkan Olin bisa melihat dari cara Gina memandang Galih yang tidak biasa membuat Olin curiga.
"Kamu sekampung dengan mertua ku Gin?" tanya Olin tiba-tiba dan di anggukki Gina pelan.
"Gina ini anak nya pakde ku sayang, sepupu jauh lah sama ibu jadi itu ibu rekomendasi kan sama kamu,dia pintar masak dan pintar bersih-bersih Lin"bohong Galih
"Pakde siapa mas?" tanya Olin membuat Galih gelagapan
"Itu pakde Suryo kamu tidak kenal sayang dia juga tidak datang acara pernikahan kita dulu,hanya sepupu jauh tapi masih satu desa"
"Kamu tamatan apa Gin?"
"Tamatan SMA sayang,dia ini janda di tinggal pergi suaminya"jawab Galih lagi
__ADS_1
"Janda! Punya anak?"
"Tidak" jawab Galih cepat
"Kamu tau banyak ya mas tentang Gina,apa kalian sering bertemu sebelumnya?"
"Ti-dak,kami kan memang kenal dari kecil sayang jadi aku tau tentang Gina apalagi ibu juga dekat dengan keluarga Gina,iya kan Gin?"
"Iya" jawab Gina cepat
"Ya mas minta kamu tidak memperlakukan Gina seperti pembantu sayang karena bagaimana pun juga dia masih Keluarga dengan mas"pinta Galih membuat Olin tidak suka
"Gin,kalau kerja pakaian nya yang sopan,jangan begini!" tegas Olin membuat Gina tertunduk,dia sedikit kesal karena teguran Olin karena dari dulu Gina memang suka berpakaian seksi ini saja sudah membuat nya gerah memakai rok selutut biasanya akan menampakkan paha mulus nya.
"Iy-a bu" jawab Gina pelan,dalam hati Gina sudah berontak.
"Awas saja malam nanti aku tidak akan berpakaian sama sekali" batin nya.
__ADS_1
"Mas aku sudah kenyang aku masuk ke kamar dulu istirahat"pamit Olin, tubuh nya masih mengantuk untung saja hari ini Satria memberikan nya jadwal libur dia bisa bersantai di rumah.
****
"Kenapa nggak minta saja bu sama Mas Galih, pasti juga bakalan di belikan bu"ujar Jihan
"Ibu malas bicara sama si Olin itu, pasti dia tidak akan boleh Mas mu mengirimkan uang lagi, yang kemarin saja di kirim setengah nya padahal untuk biaya kamu"
"Kok mbak Olin pelit ya bu, padahal yang kerja kan mas Galih"
"Iya,itu lah ibu nggak suka sama dia, kalau bisa mereka cere aja tapi mas mu seperti nya cinta mati sama tu perempuan"oceh bu Aida
"Carikan saja bu jodoh buat mas Galih biar mbak Olin tau rasa" ucap Jihan sambil terkekeh kecil
"Sudah tapi mas mu menolak terus,capek ibu"
"Bawa langsung saja bu ke rumah mas Galih biar mas Galih nggak bisa lagi ngelak langsung nikahin kan bisa tu ibu kuasai kalau istri nya ibu yang carikan"
__ADS_1
"Iya juga ya Ji,biar si Olin itu tau diri! Kenapa ibu nggak kepikiran ya buat bawa perempuan nya langsung,ide kamu bagus juga harus ibu coba" puji bu Aida.
Bu Aida memang sejak lama tidak menyukai Olin apalagi sejak Olin yang mengirimkan nya uang terbatas membuat bu Aida murka.