Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
cemburu


__ADS_3

Tiga hari sudah Olin pulang dari Lombok hubungan nya dan Satria makin dekat,Olin sama sekali tidak menjauh karena percuma Satria akan makin mendekat,Olin juga belum memutuskan untuk pulang ke rumah nya membuat sang mama tidak tenang karena memikirkan rumah tangga sang anak ini.


"Lin pulang kantor nanti pulang dulu ke rumah mu, bicarakan pada Galih baik-baik jika memang kamu masih mau di sini izin dulu Lin,mama tidak suka anak mama membiarkan masalah berlarut-larut bisa fatal nanti akibat nya" nasehat sang mama


"Iya ma" jawab Olin pelan,hari ini Olin juga berniat ingin mengambil motor nya di rumah Galih karena hampir tiap hari dia pergi naik taksi.


"Jangan iya-iya saja Lin, dengar kan ucapan mama tidak baik istri keluar dari rumah"


"Ma kalau aku bercerai dengan mas Galih bagaimana?" tanya Olin tiba-tiba


"Lin kamu sadar dengan ucapan mu itu, perceraian sangat di benci Tuhan Lin meskipun di benarkan, istighfar nak"


"Ma....aku mencoba bertahan dari mas Galih tapi makin ke sini semakin sesak ma" jelas Olin tapi dia belum mau membuka aib suaminya itu.


"Pikir kan baik-baik Lin jangan gegabah nanti kamu menyesal" ucap sang mama membuat Olin terdiam.


Jujur saat ini Olin sudah mulai nyaman bersama Satria tapi mau tidak mau dia juga harus menyelesaikan permasalah nya dengan Galih.


****


"Sayang malam nanti kamu ikut aku ya ke acara pembukaan resto terbaru sahabat mama"

__ADS_1


Olin menatap wajah Satria lekat baru kali ini Satria memanggil aku kamu, sedikit geli kedengaran nya.


"Hey sayang" panggil Satria membuyarkan lamunan Olin


"Kenapa?"


"Sumpah geli banget gue sat sama panggilan loe"


"Harus di biasakan dong sayang, kalau terus panggil elu gue ntar kita punya anak malah kebiasaan" ujar Satria membuat Olin bergedik geli,dia semakin geli membayangkan punya anak dengan Satria apa jadi nya jika mereka menikah dan membayangkan malam pertama nya.


Satria bersandar di bahu Olin saat ini mereka berada di dalam ruangan Satria karena Satria yang meminta nya.


"Sore nanti gue mau pulang ke rumah dulu sat"


"Sat ini kantor kalau ada yang lihat gimana? Bisa gawat" marah Olin sambil menghapus bekas ciuman Satria di pipi nya.


"Itu akibat kamu panggil elu gue, sekarang setiap kamu panggil elu gue hukuman nya cium" tegas Satria


"Mana bisa begitu Sat"


"Ya bisa lah, peraturan nya mulai sekarang meskipun di depan umum kamu tetap aku cium"

__ADS_1


"Ha elu- eh kamu gila" ralat Olin cepat sambil menutup mulut nya hampir keceplosan.


"Ya aku gila karena kamu sayang, mulai sekarang panggil aku kamu kalau perlu panggilan aku baby, sayang,cinta atau mas" ucap Satria membuat Olin menghela nafas panjang, bisa-bisa nya sahabat nya ini mengambil keputusan sendiri.


"Terserah kamu saja semakin aku pikirkan semakin pusing,masih banyak pekerjaan lain selain membahas masalah itu" ucap Olin hendak berdiri tapi di tarik oleh Satria hingga tubuh langsingnya jatuh d pelukan Satria, wajah kedua nya saling tatap dan satu kecupan lembut di layangkan oleh Satria.


Kecupan lembut yang lama-lama menuntut hingga terjadi ciuman panas, Satria benar-benar sulit mengendalikan diri nya jika di dekat Olin apalagi setelah kedua nya resmi berpacaran meskipun tidak ada kata terima dari bibir Olin tapi Olin juga tidak menolak.


"Ketukan pintu menyadarkan mereka dari ciuman panas tersebut,Olin segera bangkit dan merapikan penampilan nya..


"Aku keluar dulu"pamit Olin langsung berjalan ke luar.


Saat Olin membuka pintu ada klien Satria yang sudah berdiri di depan nya, seorang perempuan cantik dengan postur tubuh lebih berisi dari nya membuat Olin menatap dari atas hingga bawah,satu kata yang di ucapkan Olin dalam hati yaitu Seksi,ya perempuan tersebut mengenakan mini dress di atas lutut menampilkan paha mulus nya.


"Cari siapa?" tanya Olin sedikit ketus


"Pak Satria ada?" tanya nya lembut


"Siapa?"Tanya Satria dari dalam membuat Olin tidak bisa berbohong


Olin menggeser tubuhnya dan mempersilahkan perempuan itu masuk dia bersama lelaki muda yang memegang beberapa map seperti nya asisten pribadi perempuan itu.

__ADS_1


Olin segera pergi ke meja kerja nya, ingin rasanya ikut bergabung dan mengetahui pembicaraan mereka tapi Olin gengsi,dia tidak mau terlalu terlihat cemburu bisa-bisa Satria besar kepala.


__ADS_2