
Olin membuka matanya perlahan meskipun masih mengantuk karena di gempur Satria semalaman dia harus tetap bangun pagi karena sebagai seorang istri dia harus mengurus keperluan Satria yang akan berangkat ke kantor pagi ini.
Olin tersenyum kecil melihat sang suami yang masih terlelap tidur,di elus nya wajah tampan Satria pelan,dia sangat bahagia bisa menikah dengan sahabat nya ini.
Satria menangkap tangan sang istri membuat Olin terkejut.
"Kamu sudah bangun beb?" tanya Olin
"Hmmmm...tangan mulus kamu membuat aku dan adik kecil ini bangun sayang" jawab Satria tersenyum mesum.
"Aku mau mandi beb"ucap Olin gugup dia tidak mau mengulangi nya pagi ini, tubuh nya serasa remuk.
"Mandi bareng yuk" ajak Satria
"Nggak,yang ada bukan nya mandi! Jangan pikir aku nggak tau akal bulus kamu ya" jawab Olin cepat lalu segera berlari ke arah kamar mandi.
Satria terkekeh kecil lalu memejamkan mata nya kembali,dia masih mengantuk efek begadang semalam.
Olin keluar dari kamar mandi lalu segera memakai pakaian nya dan keluar kamar,dia ingin membuat kan sarapan untuk sang suami.
"Sudah datang bik" sapa Olin
"Sudah bu,mau di buatkan sarapan apa?"jawabnya
"Bibi kerja yang lain saja biar saya yang buat sarapan nya" ujar Olin lembut,dia ingin membuat kan sarapan suaminya sendiri memastikan Satria memakan makanan dari tangan nya.
Setelah semua nya selesai Olin masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Beb,bangun sarapan nya sudah siap, katanya mau ke kantor hari ini" bisik Olin mesra
Satria menarik tubuh Olin hingga jatuh ke pelukan nya.
"Sayang,main cepat yuk"
"Beb kamu ini ya seperti nggak ada waktu saja,jadi ke kantor nggak nanti sarapan nya dingin"omel Olin mencoba melepaskan diri dari Satria tapi sang suami tambah mengerat kan pelukan nya.
"Lepas beb,ini sudah siang"
"Kamu lupa suami tampan mu ini bos nya" ujar Satria narsis
"Astaga masih saja begitu,ya sudah suami ku tampan bangun dan mandi,ini sudah siang pak bos"
"Baik lah buk bos tapi beri satu ciuman" pinta Satria membuat Olin menggeleng
"Cup" satu kecupan lagi di layangkan Satria di kening Olin.
"Mood booster sayang"
"Mandi sana aku siapkan pakaian nya" ucap Olin segera bangkit dari tubuh Satria.
Satria segera bangkit dan berjalan dengan keadaan bugil.
"Beb,pakai handuk nya" pekik Olin
"Percuma sayang kamu juga sudah melihat semua nya" jawab Satria terkekeh kecil terus berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Olin membereskan ranjang mereka yang semalam terjadi gempa dadakan.
Satria keluar kamar mandi dan melihat pakaian nya yang sudah siap di atas ranjang.
"Ternyata begini rasanya punya istri, semalam di manja pagi di urus, terima kasih sayang" ujar Satria mengecup pipi Olin mesra.
"Kalau tau begini dari dulu aku menikah" celetuk Satria
"Dengan siapa?" tanya Olin melotot kan mata nya
"Dengan kamu lah baby, cinta ku, sahabat sejati ku yang sekarang jadi istri ku" goda Satria membuat Olin tersenyum malu-malu.
"Sudah" ucap Olin setelah selesai memasang dasi Satria
"Yuk sarapan dulu" ajak Olin menarik tangan Satria ke luar kamar
"Makan siang nanti kamu di mana beb?" tanya Olin
"Kalau tidak ada pekerjaan aku pulang sayang,kita makan di luar saja sekalian kita belanja bulanan" jawab Satria dan di anggukki kecil oleh Olin
Setelah sarapan Olin mengantarkan Satria sampai ke depan pintu rumah mereka.
"Kalau sudah sampai kabari aku ya beb"
"Iya, hati-hati di rumah ya sayang kalau ada apa-apa cepat hubungi aku"
"Iya,kamu juga kerjanya yang bener,jaga pandangan jaga hati" ingat Olin dan diangguki Satria patuh.
__ADS_1
Satria mencium kening Olin dan segera pamit,Olin melambaikan tangan nya melihat kepergian sang suami, hatinya sangat bahagia dengan pernikahan ini,Olin benar-benar di jadikan ratu oleh suaminya itu.