Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Cemburu 2


__ADS_3

"Siapa perempuan tadi?" tanya Olin saat Satria keluar ruangan nya


"Yang mana?" tanya Satria lagi


"Jangan belaga bodoh deh, perempuan dengan dress mini tadi, yang t*t*k nya hampir meledak itu" ketus Olin


"Hahaha...........nama nya Dania dia salah satu rekan bisnis kita nanti sayang" jelas Satria sambil merangkul tubuh Olin


"Ck jangan panggil aku sayang!" marah Olin sambil menepis nya.


"Kamu kenapa sih Lin,marah nggak jelas gitu kamu cemburu ya?" tanya Satria bingung


"Nggak siapa yang cemburu coba,jangan GR"ledek Olin


"Kalau cemburu bilang sayang, jangan di tahan nanti justru malah meledak loh nggak baik" goda Satria mencolek dagu Olin tapi secepat kilat Olin hapus di sedang dalam mode ngambek.


"Idih sok jual mahal"


"Sana,kamu bau perempuan tadi" kesal Olin lalu segera pergi membuat Satria menyunggingkan senyuman tipis dia tau kekasih nya ini sedang cemburu.


Satria ingin mengejar Olin tapi Olin keburu masuk ruangan papa nya.


***


"Kamu kapan pulang nya mas? apa nggak kangen sama aku" rengek Gina

__ADS_1


"Sabar sayang,mas juga sudah mau pulang tapi Maya masih mau di sini" jawab Galih pelan


"Mas kamu tau kan aku ini juga istri kamu kalau tau begini dulu aku lebih baik tinggalin kamu mas,ingat janji kamu sama aku,kata nya mau bahagiain aku tapi ini apa,kamu malah menikah lagi mas" ujar Gina mulai mengisak


"Iya sayang, iya! Kamu sabar ya kalau di rumah nanti tiap malam waktu mas untuk kamu, tolong mengerti mas ya jangan menangis mas cinta sama kamu" bujuk Galih


"Ck.......buaya kamu mas"


Galih sendiri bingung dengan dirinya saat ini permasalahan dengan Olin belum juga selesai sekarang malah ada Maya, sebenarnya jika boleh memilih lebih baik bersama Olin yang jelas cantiknya kemana-mana dari pada Maya,Olin juga bisa di jadikan alat pencari uang hanya saja Olin tidak bisa hami pikir Galih.


"Sayang kamu tau kan kalau cuma kamu perempuan yang bisa membuat mas tergila-gila"


"Tapi kenapa kamu punya tiga istri kalau memang hanya aku yang bisa memuaskan mu, ceraikan mereka kita hidup berdua saja"


"Pokok nya aku nggak mau tau mas,besok kamu harus pulang, bagaimana cara nya kamu katakan pada si gembrot itu kamu pulang! jika tidak aku yang akan pergi dari rumah ini" kesal Gina sambil menutup ponselnya


"Gin....Gina sayang.....gin" panggil Galih tapi panggilan nya sudah mati.


Galih mengusap wajah nya kasar dia sekarang sedang duduk merokok sendirian di pantai sedangkan Maya sedang tertidur pulas di kama hotel semalam Galih menghajar nya agar hari ini Maya tidak mengekori nya terus menerus.


****


"Aku antar ya kan kita searah"


"Tidak usah nanti ibu mas Galih lihat,aku tidak mau menimbulkan kecurigaan pada nya"

__ADS_1


"Ayolah Lin nggak usah pikirkan dia lagi"


"Sat bagaimana pun juga status ku dan mas Galih belum jelas jadi aku mohon sabar ya"pinta Olin


"Perjelas dong Lin biar kita cepat menikah"


"Menikah bagaimana, kamu saja masih jelalatan begitu, nggak bisa lihat cewek bening sedikit"


"Lin, percaya aku ! Aku nggak ada hubungan apa-apa selain pekerjaan dengan perempuan mana pun" ujar Satria menarik tangan Olin meletakkan di atas kepala nya


Olin tertawa kecil membuat Satria bingung


"Kamu kira ini film India apa,udah ah aku pulang dulu" ucap Olin hendak pergi tapi di tarik Satria


"Sat nanti ada yang masuk"


"Nggak akan"


"Sat,ini kantor" ingat Olin


"Biarin" jawab Satria terus menatap wajah Olin lekat membuat Olin malu.


Olin menggigit kecil hidung Satria lalu segera berlari pergi membuat Satria kesal dia kecolongan.


Olin menghela nafas lega karena bisa lolos dari dekapan sang kekasih,sore ini dia harus mempersiapkan mental untuk bertemu Keluarga Galih, bagaimana pun juga dia ingin hubungan nya dengan Galih ada kejelasan,jika memang bercerai jalan terbaik akan dia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2