
"Kamu membawa pembantu beb?" tanya Olin
"Iya aku takut kalau kamu kelelahan sayang,tapi dia bekerja hanya pagi hingga sore hari setelah itu pulang tidak menginap di sana" jawab Satria membuat Olin sedikit lega,bukan apa-apa Olin sedikit trauma berurusan dengan pembantu karena suami pertama nya berkhianat dengan pembantu pikir Olin.
"Aku tau kegelisahan mu sayang tapi tenang saja dia sudah tua jadi tidak mungkin aku tergoda"
"Jika masih muda?"tanya Olin menatap wajah sang suami lekat.
"Tetap kamu yang terbaik dari semua nya" sahut Satria tersenyum kecil sambil menarik sang istri dan mencium nya sekilas.
"Beb ini di jalan" ingat Olin,dia tidak mau terjadi sesuatu pada suaminya karena lagi menyetir.
"Maaf sayang habis nya aku tidak tahan" cengir Satria.
*****
"Suasana cukup cerah mas jadi kamu harus berjemur dulu ya,kata dokter harus rajin berjemur terus juga harus belajar jalan mas agar kakinya tidak kaku" ucap Gina membawa Galih keluar rumah.
__ADS_1
"Gin terima kasih ya kamu sudah mau merawat ku,aku beruntung mendapatkan istri seperti kamu"
"Mas bagaimana pun juga aku ini istri kamu loh kamu saja yang tidak peka malah nikah lagi sama si gembrot itu"sindir Gina
"Bukan begitu Gin kamu tau sendiri kan bagaimana keuangan ku apalagi setelah Olin pergi aku hanya berharap dari Maya, untung saja dia masih bisa di manfaatkan" jelas Galih lagi
Galih melihat mobil masuk ke rumah Satria, sudah lama tetangga nya ini tidak pulang dan sekarang tiba-tiba dia pulang.
"Selamat datang di rumah kita princess" ujar Satria membuka pintu mobil nya membuat Olin tersenyum manis melihat tingkah sang suami yang sangat manis pada nya.
"Satria,setau mas belum! dia bos nya Olin di kantor"
"Kok belum menikah sih mas,dia lumayan tampan dan mapan loh,masih betah jomblo"
"Kok kamu jadi perhatiin dia,suami kamu itu aku Gin"kesal Galih cemburu
"Bukan nya gitu mas aku cuma nanya aja kok jadi marah-marah sih"
__ADS_1
"Ya jelas marah lah,aku suami kamu tapi kamu malah muji lelaki lain di hadapan aku"
"Ya maaf-maaf" ucap Gina sambil mendorong Kursi roda Galih kearah luar rumah mereka.
Gina melirik ke arah rumah Satria seperti nya dia baru saja masuk ke dalam rumah.
Gina berpikir sejenak lebih baik dia menggoda tetangga nya ini,siapa tau Satria tergoda dan dia bisa menjadi istri bos dari pada menunggu Galih yang sampai saat ini belum punya pekerjaan lagi.
"Gina ini belanjaan nya,masak sana" ujar Maya yang baru pulang dari pasar membawa banyak belanjaan dapur.
"Langsung masuk ke dalam kenapa sih May,aku lagi bawa mas Galih jalan"
"Ini kan tugas kamu Gin,aku capek masak sana perut ku sudah lapar" Maya dan Gina memang sudah berbagi tugas, untuk urusan rumah itu menjadi tugas Gina,Maya hanya urusan uang dan belanja, karena hidup nya di tangan Maya mau tidak mau Gina menerima semua keputusan Maya.
"Terus mas Galih gimana?" tanya Gina padahal dia belum mau masuk ke dalam karena masih ingin mengawasi rumah Satria siapa tau Satria tertarik pada nya.
"Biar aku yang bawa ke dalam kamu masak saja "Jawab Maya membuat Gina cemberut dan menghentak kan kaki nya masuk kedalam rumah.
__ADS_1