Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
pergi


__ADS_3

Malam ini Galih tidak bisa tidur tenang karena permintaan ibu nya, bagaimana cara dia menjelaskan pada Olin dan Gina soal pernikahan lagi, menolak dia juga tidak bisa karena ibu nya sudah membawa langsung Maya ke Jakarta.


Olin melihat pergerakan Galih yang tidak tenang,Olin pun juga demikian dia ingin memecahkan misteri ini, untuk apa mertua nya datang membawa perempuan asing ke dalam rumah nya,apa yang di inginkan mertua nya.


Sama-sama larut dalam pemikiran hingga Olin tertidur pukul satu dini hari.


***


Pagi ini suasana sedikit tegang pasalnya Gina tengah merajuk pada Galih yang tidak membela nya karena ibu Galih meminta Gina masak sarapan untuk dia dan Maya sedangkan Olin sendiri juga sedang duduk di meja makan bersebelahan dengan Galih.


Setelah masak tadi Gina tidak mau keluar menampakkan batang hidungnya.


"Makan yang banyak May,biar tambah semok kamu" puji ibu Galih membuat Maya tersenyum kecil


"Mau kemana kamu pagi-pagi begini?" tanya ibu Galih yang melihat Olin sudah rapi


"Bu sekarang itu Olin kerja" jawab Galih


"Kerja! Sejak kapan dia kerja dan kerja apa?"


"Bu itu tidak perlu di bahas Olin mau membantu ku sudah syukur jadi ibu jangan banyak menuntut dari Olin ya" jelas Galih


"Lih,kamu ini bagaimana wajar saja kamu tidak punya anak sampai sekarang kalian sibuk bekerja dan dia pulang tengah malam,kerja apa dia jual diri" tuduh Ibu Galih membuat Olin meradang sudah cukup sang mertua nya ini menindas harga diri nya kali ini Olin tidak terima dengan tuduhan sang mertua Olin menggebrak meja membuat kaget seisi rumah termasuk Gina yang tengah berada di kamar dia ikut keluar mendengar pertengkaran itu.


"Ibu jangan sembarang menuduh saya ya,saya bekerja untuk keluarga"


"Hey, sudah berani melawan kamu ya,ini istri yang kamu bangga-banggakan Lih, istri model begini, sudah ibu bilang cere kan dia dan nikahi Maya"

__ADS_1


Deg jantung Olin mendadak serasa ingin lepas,jadi perempuan bernama Maya ini datang untuk merebut suaminya.


"Jadi ibu datang ke sini untuk meminta mas Galih menikahi perempuan ini, sangat tidak tahu malu kalian ya"jawab Olin emosi


"Olin" tegur Galih yang tidak suka dengan sikap Olin yang mulai berani pada ibu nya


"Kamu yang tidak tau malu, sudah menumpang di rumah anak saya dan sekarang malah seenaknya seperti nyonya"ketus ibu Galih


Ingin sekali Olin menyumbat mulut perempuan tua ini tapi dia masih berusaha mengontrol emosi nya.


Olin segera pergi dia tidak ingin berdebat lebih lanjut dengan sang mertua,Gina yang melihat pertengkaran sengit itu tersenyum kecil setidaknya Olin akan bercerai dengan Galih tanpa dia minta dan dia lah satu-satunya yang menjadi istri Galih setelah itu Gina akan mengatur strategi untuk menyingkirkan perempuan tua cerewet ini beserta gadis gembrot yang dia bawa.


Olin mengambil beberapa pakaian nya di kamar dan membawa nya keluar.


"Olin" panggil Galih tapi Olin tidak memperdulikan nya,Galih mengejar Olin hingga ke teras rumah mereka.


Satria memundurkan kembali mobil nya dia ingin tau apa yang tengah terjadi dengan Olin.


Olin menepis tangan Galih


"Mas aku pulang ke rumah ibu dulu seperti nya aku benar-benar tidak bisa di sini selama ibu kamu masih ada"


"Lin,maaf kan ibu,kamu tau sendiri kan sayang ibu bagaimana"


"Mas kepala ku pusing dengan pekerjaan dan sekarang di tambah lagi dengan kehadiran ibu bersama perempuan itu,aku tidak bisa"


"Lin, aku tidak akan menikahi dia,aku hanya mencintaimu sayang" bujuk Galih memeluk tubuh Olin dan terlihat Satria memalingkan wajahnya dia cemburu dengan pasangan suami-isteri ini.

__ADS_1


Olin mendorong tubuh Galih pelan saat melihat taksi yang dia pesan datang,dia sengaja tidak membawa motor nya.


"Olin jangan pergi sayang" panggil Galih tapi tak di hiraukan Olin


Galih terlihat kesal karena Olin tak memperdulikan dirinya,dia masuk ke dalam rumah menemui ibu nya.


"Bu,aku tidak bisa menikahi Maya aku sudah punya istri" tolak Galih


"Lih,Maya mau menjadi yang kedua untuk kamu jadi kamu pikirkan karena Olin bukan perempuan baik-baik dan mandul" tegas ibu Galih.


Galih masuk ke dalam kamar nya karena tidak ingin berdebat dengan sang ibu saat ini.


"Hey kamu!" panggil Ibu Galih pada Gina


"Sa-ya bu"


"Iya kamu,siapa lagi pembantu di rumah ini, bereskan ini semua saya dan calon menantu saya mau duduk di balkon belakang kamu bikin kan kami minuman yang segar dan bawa cemilan roti sekalian" perintah Ibu Galih membuat Gina kesal


"Tidak ada cemilan di rumah ini" jawab Gina ketus


"Jangan berbohong! Kamu hanya pembantu di rumah ini,saya sudah cek di lemari dapur ada beberapa roti,bawa kebelakang" ujar ibu Galih lagi membuat Gina bertambah kesal kalau saja perempuan tua ini bukan ibu Galih sudah Gina pasti kan ibu tua ini menderita di tangannya sekarang.


Maya menatap sinis pada Gina yang selalu berpenampilan seksi,dia tidak suka dengan cara berpakaian Gina seperti perempuan penggoda,Maya takut Galih tergoda dengan pembantu nya ini.


"Saya tunggu di belakang jangan lama" ucap ibu Galih


"Ayo May, biarkan dia bekerja" ajak nya pada Maya,Gina mengepalkan tangannya tidak suka.

__ADS_1


"Perempuan gila" umpat nya


__ADS_2