Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Pindah


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Olin mengusap perut nya yang sudah membesar,pagi ini Olin menemani sang suami berolahraga sekedar berkeliling komplek...


Saat hendak pulang ke rumah Satria dan Olin melirik sejenak ke arah rumah Galih,Galih menarik koper ke luar rumah membuat Olin menghentikan langkahnya.


"Kenapa sayang?" tanya Satria heran melihat Olin berhenti.


Tatapan Olin mengarah ke rumah Galih, Satria pun begitu,apa yang terjadi dengan Galih dan ibu nya yang menarik koper ke luar rumah.


Galih melihat Olin dan segera mendekat.


"Lin,maaf kan mas"Ujar Galih pelan


"Lin,mas benar-benar minta maaf sudah membuat kamu terluka, kamu lihat sekarang Lin mas sudah dapat karma nya" ucap Galih lagi


Olin hanya terdiam.


"Mas dan ibu akan pindah ke kampung Lin,kami akan mulai hidup di sana, rumah ini sudah mas jual,maaf jika uang nya mas Ambil semua Lin,mas sedang butuh biaya" lanjut Galih lagi


"Selamat atas kehamilan kamu ya Lin, akhirnya kamu akan merasakan jadi ibu,mungkin selama pernikahan kita mas yang salah,mas sudah menyia-nyiakan perempuan sebaik kamu,mas akui tidak ada perempuan yang sebaik kamu Lin" ucap Galih lagi


"Lin, bicara biar mas sedikit lega"pinta Galih

__ADS_1


"A-ku-aku tidak tau harus bicara apa mas, aku sudah memaafkan mas jauh sebelum mas menyadari kesalahan mas,aku juga perempuan yang tidak sempurna,aku punya kesalahan juga mas saat kita menikah" jawab Olin


"Jaga dirimu di sini Lin,Sat tolong jaga Olin jangan sakiti dia lagi,aku titip dia ya"


"Aku tau,Olin istri ku Lih,aku akan jaga dia dengan baik apalagi ada dua anak ku di perut nya"ujar Satria


"Kamu hamil kembar Lin?" tanya Galih dan di anggukki Olin


"Beruntung ya Satria mendapatkan kamu"


"Ya sangat beruntung" jawab Satria memeluk pinggang Olin dia tidak mau Olin terlarut dengan suasana ini, bagaimana pun juga Galih dan Olin pernah saling cinta.


"Galih taksi nya sudah datang" pekik ibu Galih,dia masih tidak mau menemui Olin,ntah karena gengsi atau malu sendiri dengan perbuatannya.


"Lin,mas harua berangkat,maaf kan kesalahan ibu juga ya,dia masih malu bertemu kamu"


Galih menarik koper nya menuju taksi,ada perasaan kasihan dan haru di hati Olin tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa,nasi sudah jadi bubur untuk kembali pada Galih juga tidak mungkin dia sangat mencintai Satria apalagi sekarang dia tengah hamil anak Satria.


Olin melihat taksi yang semakin menjauh.


"Kamu menyesal dengan semua ini sayang?" tanya Satria


"Beb,aku ini hanya manusia biasa,punya perasaan sakit,sedih dan bahagia,jika sekarang aku merasa sedih bukan berarti aku menyesal pernah beb, mungkin kamu yang menyesal!" ketus Olin sambil berjalan ke arah rumah mereka

__ADS_1


"Kok jadi kamu yang ngambek sayang"


"Ya iya lah, ucapan mu seolah-olah menuduh ku"


"Sayang aku cuma menyakinkan bukan menuduh"


"Kurang yakin apa lagi kamu pada ku,kamu bisa lihat kan sekarang perut ku membengkak seperti ini karena apa? Karena kamu" kesal Olin masuk ke dalam kamar dan membanting pintu membuat Satria takut.


"Salah lagi, aturan nya gue yang ngambek karena cemburu kok malah jadi dia,hufs perempuan selalu saja benar" keluh Satria


****


"Kamu bicara apa sama Olin?" tanya ibu Galih


"Cuma kata perpisahan saja bu, bagaimana pun juga aku pernah menyakiti nya"


"Tapi nggak semua salah kamu Lih, dia juga selingkuh" ketus sang ibu


"Aku yang mendua kan nya bu,bukan Olin"


"Terserah deh mau siapa yang jelas kalian sudah pisah"


"Olin kirim salam buat ibu" ucap Galih

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab ibu Galih.


Galih hanya tersenyum tipis, mungkin ini sudah jalan dari Tuhan agar dia bertobat dan bisa memulai hidup baru lagi.


__ADS_2