
"Kok tiba-tiba sih lin, nggak jelas banget loe kata nya masih pikir-pikir tau-tau nya minta berangkat" oceh Satria saat mereka sudah tiba di Bandara
"Bawel loe, ikutin aja atau kita nggak berangkat sama sekali" tegas Olin
"Untuk cinta kalau nggak gue buang ke laut" gumam Satria pelan tapi tetap terdengar oleh Olin samar-samar
"Apa?"
"Nggak, untung aja ada kerjaan di Lombok jadi bisa sekalian jalan-jalan"elak Satria
Satria membantu menarik koper Olin.
"Banyak banget bawaan loe lin,mau kerja atau liburan sih,berat banget?"
"Sekali menyelam minum air Sat,gue mau refreshing ngilangin stres gue, Udah jangan banyak bicara deh,ngebawel terus!"
"Stress kerja atau stress suami" sindir Satria
__ADS_1
"Dua-duanya" jawab Olin ketus
Olin ingin melepaskan penat sejenak agar pikiran nya jernih dia ingin pulang ke Jakarta dengan keputusan yang bulat bercerai atau melanjutkan pernikahan.
****
"Olin baru saja berangkat ke Bandara Lih, mungkin baru satu jam ini,dia buru-buru karena pesawat nya berangkat pukul 7 tadi"
"Dengan siapa ma?"tanya Galih kecewa karena dia sudah datang pagi tapi Olin justru meninggal kan nya.
"Naik taksi" jawab mama Olin lagi.
"I-tu ma,Olin hanya salah paham biasa,jadi ngambek, rencana nya aku mau jemput dia ma,mama tau Olin pergi ke mana?"tanya Galih
"Kata nya ada pekerjaan di luar kota tapi mama tidak tau kemana "
Galih menghela nafas berat dia merasa kecewa karena tidak bertemu Olin padahal tadi Galih sudah mempersiapkan rayuan maut nya agar Olin mau kembali pada nya.
__ADS_1
"Kira-kira kapan pulang nya ya ma?" tanya Galih lagi
"Mama juga tidak tau Lih, dia tidak bilang pergi nya berapa lama,coba kamu hubungi saja lih,siapa tau Olin memberitahu kemana"
"Tidak di angkat ma,saya sudah coba menghubungi nya beberapa kali mungkin Olin masih marah pada saya,ini semua salah saya juga ma yang tidak bisa melarang ibu saya dari kampung untuk datang"cerita Galih sambil mengiba
"Ibu kamu ada di sini Lih?"
"Ada ma, sudah beberapa hari beliau ada di sini,Olin tidak suka ma jadi Olin memilih untuk pulang ke sini selama ibu saya masih di rumah"
"Tidak mungkin Olin begitu Lih"
"Tapi itu lah ada nya ma,Olin lebih memilih di sini dari pada di rumah bersama saya dan ibu" fitnah Galih
Mama Yati menghela nafas berat biasanya Olin tidak seperti itu,Olin anak yang baik dan sopan tapi kenapa sekarang anak nya justru berbeda,mama Yati harus meminta penjelasan dari Olin kalau begini.
"Ya sudah nanti Olin pulang akan mama nasehati dan mama minta dia pulang ke rumah kalian"
__ADS_1
"Iya ma, tolong ya ma, kasihan ibu dia merasa bersalah karena Olin pergi" mohon Galih dan di anggukki Mama Yati pelan.
Galih pergi meninggalkan rumah sang mertua,dia sedikit kecewa karena Olin pergi ke luar kota tanpa mengabari nya, mungkin karena faktor kemarin tapi Galih tidak ingin patah semangat dia akan terus membujuk Olin agar bisa kembali dengan nya karena dia butuh tenaga Olin.