Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Ketahuan


__ADS_3

"Lusa kita ke Lombok Lin" Ujar Satria duduk di depan meja Olin


"Lombok! Ngapain?" tanya Olin mengerutkan keningnya


"Papa bilang kalau elu,gue,papa sama sekretaris nya ke Lombok buat ketemu Klien yang mau investasi sama perusahaan kita"


"Lah kenapa gue juga ikut, nggak ah! Loe aja" tolak Olin karena dia ingin memperbaiki hubungan nya bersama Galih benar kata mama nya kalau pernikahan mereka ini tidak boleh di diamkan karena akan berlarut-larut.


"Lin ini proyek besar loh"


"Yang kemarin aja belum selesai udah ada yang baru, perasaan sama pak Hasad gue nggak gini amat kerjanya" protes Olin


"Terus loe mau nya gimana, baring-baring di rumah terus dapat duit? Itu nggak kerja Lin nungguin uang suami aja" sindir Satria


"Mending kalau dapat kalau nggak dapat ya tetep harus putar otak kan" lanjut Satria membuat Olin terdiam,benar yang di katakan Satria contoh saja dirinya yang harus putar otak untuk semua kebutuhan hidup.


"Tapi gue capek Sat" alasan Olin


"Lin yang nama nya kerja ya capek tapi usaha nggak akan khianati hasil,Loe bisa beli apa yang loe mau, posisi loe sekarang Lin banyak yang incar bisa jadi kalau loe nolak papa bakalan berpikir buat pindahin loe jadi staf" ucap Satria menakuti Olin, sebenarnya Olin tidak perlu pergi karena pak Hasad sudah memutuskan dia dan sekretaris nya saja yang pergi tapi Satria ingin dia dan Olin yang pergi justru dia meminta papa nya stay di kantor, Satria ingin mengajak Olin bekerja sambil liburan tapi dengan menjual nama papa nya agar Olin mau ikut.

__ADS_1


"Gue pikirin dulu ya sat,gue nggak bisa kasih keputusan sekarang" pinta Olin dan di anggukki Satria


Olin berpikir dia harus berbaikan dengan Galih karena jika Galih tidak mengizinkan nya pergi sudah pasti mereka akan ribut besar.


Olin memutuskan untuk pulang sore ini dan berbaikan dengan Galih.


***


"Sayang!!! lebih kencang sudah beberapa hari kamu tidak menjamah ku"


"Kamu semakin sempit sayang,aku selalu candu dengan milik mu ini semakin nikmat" racau Galih,dia sedang berada di bawah kendali Gina, perempuan itu memang tau cara memuaskan Galih,sore ini udara yang mulai mendung semakin syahdu dengan ******* pasangan suami istri siri ini.


Hampir satu jam mereka main di sofa ruang keluarga dan kini berpindah ke kamar tidur karena Gina merasa kelelahan.


"Sayang,jangan di merah-merahin nanti ibu kamu curiga lagi" ujar Gina saat Galih mencium leher nya dan meninggal kan jejak di sana.


"Kamu bilang saja di gigit nyamuk,beres kan! Ibu nggak akan protes"


"Tapi si Gembrot itu pasti tau! Kapan dia pergi sayang dari rumah ini aku sudah muak melihat nya, mumpung si Olin nggak ada aku mau jadi nyonya satu-satunya di rumah ini"

__ADS_1


"Sabar! Dia pasti akan pulang sayang,kita puas-puasin dulu waktu berdua"


"Awww.......mas geli " desah Gina membuat Galih semakin semangat untuk mencari pelepasan ny.


Tubuh Olin gemetar mendengar percakapan di dalam sana, sepulang kantor Olin segera kerumah tapi melihat suasana sepi Olin masuk saja,dia berpikir mungkin sang mertua sedang tidur tapi Olin justru mendengar ******* dari kamar Tamu kamar yang di tempati Gina, karena penasaran Olin mendekat dan ternyata mendengar suara sang suami yang juga mengerang nikmat.


Olin menajamkan Indra pendengaran nya ternyata memang benar Galih lelaki yang dia cintai tengah bercumbu dengan pembantu mereka.


Olin memegang gagang pintu dan membuka nya perlahan, pemandangan yang sungguh sangat menjijikan menurut Olin sang suami tengah menjilat bagian sensitif Gina dan Gina sendiri seperti cacing kepanasan menggelinjang keenakan.


"Mas aku mau keluar" pekik Gina


"Biadab kalian" pekik Olin membuat Galih menghentikan aksi nya dan melihat kearah pintu.


"O-lin" gumam Galih gugup


Gina tersenyum kecil melihat Olin yang menangis sedang kan Galih segera memakai pakaian nya,Olin langsung pergi meninggalkan rumah nya.


"Olin.... tunggu sayang,kamu salah paham" pekik Galih tapi tak di Hiraukan Olin

__ADS_1


Olin segera berlari keluar dia tidak mempedulikan panggilan Galih, Satria melihat itu semua, ingin rasanya menghajar Galih yang tiap kali membuat Olin menangis tapi dia tidak punya hak untuk itu.


__ADS_2