Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Minta maaf


__ADS_3

Olin membuka matanya perlahan melihat jam sudah pukul enam pagi,di liriknya Galih masih tertidur pulas di sebelah nya setelah mereka bercinta semalam Galih langsung tertidur.


Olin bangkit menyeret kaki nya pelan, tubuh nya terasa sakit semua tapi dia harus bekerja hari ini apalagi banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan.


Selesai mandi Olin segera berpakaian rapi tapi Galih bangun dan melihat Olin yang sedang berdandan, Galih segera menghampiri Olin dan memeluk tubuh sang istri dari belakang.


"Maaf kan aku sayang"bisik Galih membuat Olin menghela nafas panjang, selalu saja begini setelah berbuat kesalahan Galih akan meminta maaf dan masalah nya selesai.


"Maaf! Aku semalam khilaf,aku terlalu takut jika kamu berjalan dengan lelaki lain mungkin karena aku terlalu mencintaimu sayang, aku sadar dengan kekurangan ku saat ini"rayu Galih membuat Olin ikut sedih dengan perkataan sang suami, sejak tidak bekerja lagi memang Galih lebih banyak minder dengan keadaan nya ini yang membuat Olin serba salah.


"Mas aku harus berangkat bekerja" elak Olin


"Sayang mas benar-benar minta maaf"


"Ya sudah aku maaf kan tapi aku harus berangkat mas ini sudah pukul 7 aku takut telat"


Galih seolah enggan melepaskan pelukan nya dia lebih mengerat kan lagi pelukan pada pinggang Olin.


"Mas kalau begini aku bisa telat kerja"


"Aku mau begini dulu sayang,mas kangen masa-masa kita pengantin baru"


"Tapi aku harus bekerja mas, hidup itu realistis butuh uang" jawab Olin membuat Galih merasa tersindir dan melepaskan pelukan nya.


"Kalau begitu aku butuh uang buat bensin dan makan nanti"

__ADS_1


"Mas kalau kamu terus makan di luar apa guna nya pembantu mas? Lebih baik pecat saja kalau memang dia tidak mau masak"


"Bukan tidak mau tapi masakan nya tidak enak sayang, tidak seperti masakan kamu" alasan Galih


"Ya sudah pecat saja! Percuma aku bayar dia kalau kamu terus makan di luar" Ujar Olin sambil berjalan mengambil tas nya


"Kasihan sayang kalau di pecat,dia butuh pekerjaan ini, apalagi ayah nya sedang sakit di kampung"


Lagi-lagi Olin hanya bisa menghela nafas panjang dia tak ingin pagi ini mood nya semakin buruk karena berdebat lagi dengan Galih.


Olin mengambil uang di tas nya dan meletakkan di atas meja hias.


"Aku pergi mas" pamit Olin dan di anggukki Galih.


Olin melirik ke arah dapur seperti nya tak ada pergerakan dari pembantu nya itu apa belum bangun tapi ini sudah pukul tujuh,taksi online yang di pesan nya sudah menunggu di depan rumah membuat Olin tidak bisa melihat Gina kebelakang.


Satria ingin menghubungi Olin pagi tadi untuk mengajak berangkat bersama tapi Satria tidak mau terlihat terlalu mengejar Olin karena Olin bukan perempuan yang gampang di taklukkan, Satria harus bermain cantik agar Olin ingat kembali memori mereka dulu saat SMA.


****


"Tok.....tok...."


"Gin....Gina" panggil Galih tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Gina


"Gin,Gina sayang kamu sudah bangun?" tanya Galih

__ADS_1


Beberapa kali Galih mengetuk baru lah Gina mau membukakan pintu kamar nya, tubuh Gina masih terbalut lingerie seksi yang dia kenakan semalam.


"Kenapa?" tanya Gina ketus


"Kok cemberut sayang"Ujar Galih sambil mencolek dagu Gina


"Jangan colek-colek mas"tepis Gina ingin menutup pintu tapi di tahan Galih dan berakhir terbuka lebar.


"Kok gitu sih,kamu kenapa sayang pagi-pagi udah ngambek aja?"


"Pikir saja sendiri" kesal Gina


"Oke...oke aku tau kamu marah,aku minta maaf sayang,tapi semalam aku hanya berakting sayang agar Olin percaya kalau aku mencintai nya dan tidak curiga pada kita" alasan Galih


"Ck..... bohong kamu mas, semalam aku dengar ******* kalian berdua, ******* Nikmat hingga perempuan mandul itu menjerit keenakan,iya kan?"


"Bukan Sayang,aku menampar dia semalam,aku hanya memberi kan kewajiban ku sebagai lelaki sayang,jika untuk kepuasan jelas aku dapat kan dari kamu"


"Nggak percaya!"


Galih menarik Gina kedalam pelukan nya tapi Gina berontak membuat Galih semakin bersemangat untuk segera melakukan penyatuan pagi ini,Galih memaksa Gina untuk melayani nya dia tidak tahan melihat tubuh seksi Gina pagi ini.


"Mas....." tolak Gina dia masih kesal dengan Galih tapi Galih tetap memaksa Gina


"Buka sayang" pinta Galih sambil menerobos milik nya pada goa itu membuat tubuh Gina seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


"lebih cepat mas" racau Gina lagi


"Iya sayang"jawab Galih bersemangat terus memompa di bawah sana membuat Gina mengerang.


__ADS_2