
"Ada Olin ma?" tanya Satria sopan pada mama Yati
"Hey,ada nak Satria! Ada Olin sedang siap-siap di dalam kamar nya,mau kemana nak?"
"Mau makan malam ma"
"Acara apa pakai makan malam segala?" tanya mama Yati sambil mengerut kan kening nya.
"Tidak ada acara apa-apa ma hanya makan malam biasa" jawab Olin yang baru datang.
Tatapan tajam di tujukan mama Yati pada Olin, tidak mungkin hanya makan malam biasa Olin berdandan cantik dan Satria sangat rapi.
"Pergi dulu ma" pamit Satria sambil menyalami punggung tangan mama Olin.
"Jangan pulang malam-malam Lin,besok kamu harus bekerja kan?"
"Iya ma" Sahut Olin mencium pipi kiri dan kanan sang mama.
Satria dari tadi tidak berhenti tersenyum melihat Olin yang mengenakan gaun berwarna pink dengan dandanan yang sangat cantik.
"Sat,jangan terus menatap ku,lihat jalan nanti nabrak loh" ingat Olin
"Iya sayang" jawab Satria menarik satu tangan Olin dan mencium nya.
"Susah Sat kalau nyetir nya pakai satu tangan"
"Nggak ada yang susah selagi itu bersama kamu" jawab Satria dengan senyum menggoda.
"Terserah kamu saja asal kamu senang"
"Aku senang kalau kamu mau mencium ku"ujar Satria lagi
"Ini jalan nggak mungkin kan Sat"
__ADS_1
"Kalau nggak mungkin di jalanan kita putar balik aja" usul Satria
"Nggak jadi dong diner nya"
Satria tiba-tiba meminggirkan mobil nya lalu menarik tubuh Olin dan mencium nya membuat Olin kaget karena mendapat kan serangan mendadak.
Setelah kehabisan oksigen baru Satria melepaskan nya membuat Olin ngos-ngosan.
"Itu baru aku senang sayang" jawab Satria
"Aku nggak suka ya Sat kamu nggak tau tempat gini,gimana kalau ada yang lihat kita terus di video in bisa malu"
"Ya nggak masalah yang jelas aku senang-senang saja dan tidak mengganggu siapa pun,kalau ada yang mau video in juga nggak masalah jadi mereka tau kalau kamu dan aku bakalan nikah" jawab Satria santai lalu menginjak pedal gas nya kembali.
"Satria" geram Olin tapi dia tidak bisa marah pada lelaki tampan ini.
Satria menghentikan mobil nya di parkiran sebuah restoran mewah.
"Silahkan turun tuan putri" canda Satria sambil membuka pintu mobil nya,Olin keluar melihat kiri kanan hotel mewah dengan fasilitas lengkap restoran yang tidak kalah mewah di dalam nya.
"Perempuan seperti kamu sudah seharusnya di perlakukan istimewa" jawab Satria tersenyum manis membuat Olin malu.
Satria membawa Olin ke satu ruangan privat,saat pintu terbuka di sambut pemandangan yang sangat romantis,satu meja dan dua kursi yang di alasi bunga mawar merah.Di atas nya di tata makanan dan minuman lengkap dengan buah-buahan mewah.
"Silahkan duduk sayang" ujar Satria menarik satu kursi untuk Olin
"Terimakasih" jawab Olin pelan
Di iringi musik biola mereka menikmati makan malam nya.
"Seharusnya kamu nggak usah buat begini Sat,ini terlalu berlebihan"
"Sudah aku bilang perempuan seistimewa kamu harus di perlakukan istimewa juga sayang,kamu perempuan pertama dan terakhir di hati aku" jawab Satria membuat Olin tersenyum manis, Satria sangat manis memperlakukan wanita, siapapun di posisi Olin saat ini pasti akan bahagia.
__ADS_1
Selesai makan satu orang pelayan masuk dengan mambawa nampan yang di tutup membuat Olin bingung karena dia sudah sangat kenyang kenapa masih ada makanan lagi.
"Sat,aku benar-benar tidak sanggup makan lagi" bisik Olin
"Buka dulu sayang"
Olin menarik nafas panjang sambil membuka tudung kecil nya.
"Apa ini?" tanya Olin melihat satu kotak berwarna merah dan di hiasi bunga mawar putih.
"Buka sayang" ujar Satria lagi,Olin membuka nya pelan dan satu cincin berlian membuat Olin terperangah melihat nya, cincin yang sangat indah.
"Sat-"
"Aku tidak bisa merangkai kata-kata seperti seorang puitis tapi aku bisa menjanjikan kebahagiaan untuk kamu Lin,Aku ingin kita mengarungi rumah tangga hingga tua nanti Lin,mau kah kamu menikah dengan ku?"potong Satria menggenggam tangan Olin
Olin terdiam kaku dia masih berusaha mencerna ucapan Satria.
"Lin aku butuh jawaban" pinta Satria
"Aku tidak sempurna Sat"
"Ketidaksempurnaan mu akan kita jadikan tantangan untuk rumah tangga kita sayang,aku yakin jika kita saling menjaga, saling cinta semua nya bisa kita lalui dengan mudah, percaya dengan ku sayang,aku akan selalu menjaga kamu hingga kita menua nanti tidak perduli apapun kekurangan mu akan aku terima" ucap Satria membuat Olin menitikkan air mata nya
"Sayang,kamu menangis?" tanya Satria khawatir
"Aku terharu"Isak Olin
Satria bangkit dan memeluk tubuh Olin
"Tapi Kamu janji harus setia"
"Janji sayang,aku tidak akan menyia-nyiakan kamu"ujar Satria lagi
__ADS_1
Olin mengangguk malu-malu dengan membenamkan wajahnya di dada Satria.