Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Marah


__ADS_3

"Sayang" Gumam Satria terkejut melihat kehadiran sang istri.


"Kenapa ke sini?" tanya nya


"Memang nya nggak boleh nyamperin suami sendiri di kantor?" tanya Olin cemberut


"Ya boleh lah sayang, cuma kaget aja kok smu tiba-tiba datang nggak ngasih tau dulu"


"Aku bawain kamu makan siang beb"


"Kamu yang masak?"tanya Satria


"Bukan sih,mama yang kirim tapi enak loh beb yuk makan dulu" ajak Olin sambil duduk membuka rantang nasi nya.


Saat suami istri ini hendak makan Dania masuk ke ruangan Satria memang mereka sudah ada janji untuk membahas kerjasama perusahaan tapi Satria tidak tau Olin akan datang.


"Maaf saya datang di waktu yang tidak tepat tapi saya sedang buru-buru" ujar Dania. Melirik jam tangannya.


"Aku suapin ya beb" ujar Olin tanpa memperdulikan keberadaan Dania


"Sat,aku ingin bicara mengenai kontrak perjanjian,bisa minta waktu nya sebentar"

__ADS_1


"Tapi ini jam makan siang Dan" ujar Satria


"Ya aku tau tapi aku harus berangkat ke Singapura sore ini Sat,jadi harus segera di bahas"


Satria menghela nafas panjang bagaimana cara nya dia menyudahi makan nya sementara ada Olin di sini dan jika Dania tidak di turuti kontrak mereka bisa gagal.


"Ya sudah kata kan saja di sini" ucap Olin membuat Satria menatap sang istri


"Kenapa? Kamu nggak mau aku tau kontrak perjanjian nya" ujar Olin sensitif


"Bukan sayang,tapi apa kamu tidak keberatan jam makan siang kita terganggu"


"Tidak, yang penting bicara di hadapan ku" tegas Olin


Olin menatap Dania tajam saat perempuan itu duduk di hadapan suaminya.


"Apa kau tidak punya malu mengenakan rok pendek duduk di hadapan suami orang, tutupi paha mu dengan bantal itu" ketus Olin


Satria tak ingin menatap Dania karena takut Olin akan lebih ganas lagi.


Dania menjelaskan prosedur kontrak mereka dengan hati dongkol,kenapa Olin harus datang ke kantor saat bersamaan dengan dirinya ingin berbicara berdua Satria saja.

__ADS_1


"Kenapa menatap ku begitu, kamu tidak suka? Kalau tidak suka ya keluar" ketus Olin lagi,Sejak hamil Olin jadi lebih galak menurut Satria,dia seperti harimau yang siap memangsa siapa saja yang mengusik milik nya mungkin efek pernah gagal dulu jadi Olin tidak mau kecolongan dua kali, apalagi Suaminya saat ini tipe lelaki idaman para wanita pasti sudah banyak yang antri jika Olin lengah sedikit saja.


"Ya sudah Sat, segera tanda tangani aku ingin pergi, lama-lama di sini panas" ucap Olin


"Itu tanda-tanda nya kamu setan yang tidak senang melihat keromantisan suami istri" ujar Olin membuat Dania berdiri dan menghentak kan kaki nya kesal lalu pergi.


"Kamu kenapa jadi ketus begitu sayang, nggak baik loh sedang hamil bicara nya ketus"


"Kok kamu jadi belain dia sih beb"


"Bukan gitu sayang,aku mau nya kau tetap jadi Olin yang manis,bukan galak gini"


"Kalau nggak suka ya sudah aku mau pulang aja" jawab Olin kesal sambil merapikan makanan nya


"Sayang,aku belum kenyang loh"


"Nggak usah makan, lihatin aja tuh perempuan-perempuan cantik biar kamu kenyang" marah Olin membuat Satria kewalahan,bukan bermaksud membela Dania atau siapa pun tapi Satria tidak ingin Olin terus marah-marah saat sedang hamil.


"Duh bisa gawat nih" batin Satria


"Sayang, pulang bareng aja ya" bujuk Satria

__ADS_1


"Nggak usah,aku bisa pulang sendiri " tolak Olin tapi Satria tetap mengikuti langkah kaki Olin dia tidak ingin Olin bertambah marah pada nya.


__ADS_2