Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Persiapan


__ADS_3

Tiga bulan berlalu Galih sudah pulang ke rumah nya dari minggu kemarin tapi dia masih harus terus kontrol untuk pemulihan nya sedangkan Olin dan Satria sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka yang tinggal menunggu hari H,di kantor pun semua nya sudah tau kalau Satria dan Olin akan menikah dan Olin sudah bercerai dari Galih yang memiliki tiga istri.


Galih memang belum mendengar berita apapun karena dia baru keluar dari rumah sakit jadi lebih fokus pada penyembuhan nya terlebih dahulu.


"Beb kalau yang ini bagaimana?" tanya Olin saat keluar dari kamar pas, sudah beberapa gaun dia coba untuk hari ini tapi Satria tetap tidak suka karena punggung Olin terlihat jelas dan gaun lain nya memperlihatkan paha mulus sang calon istri, Satria benar-benar ingin menjaga Olin hanya untuk dia.


"Sayang ini kelihatan menonjol sekali aku tidak ingin lelaki menatap kamu penuh nafsu" ujar Satria menunjuk dada Olin, memang ukuran dada perempuan cantik ini sangat besar jika di padukan dengan gaun ketat akan sangat menonjol.


"Lalu yang mana beb,ini sudah mendekati hari H loh,masa belum ada juga kebaya yang cocok" keluh Olin, sudah dua hari hanya membahas masalah gaun pengantin, Satria benar-benar membuat Olin hilang akal.

__ADS_1


"Ya sudah masih ada dua gaun lagi kalau ini juga tidak cocok pakai baju kurung aja" kesal Olin kembali masuk ke ruang ganti.


Olin keluar dengan gaun berwarna putih dengan belahan dada yang tidak terlalu terbuka, punggung nya pun juga tertutup dan bawahnya mengembang seperti putri-putri raja, Satria menyukai nya,Olin seperti princess saat memakai gaun ini, sebenarnya Olin tidak begitu suka karena seperti perempuan muda menurut nya tapi seperti nya sang calon Suami menyukai nya jadi Olin menurut saja karena sudah banyak gaun yang dia coba dan semua nya di tolak Satria.


"Bagaimana?" tanya Olin berputar seperti tuan putri memeragakan gaun tersebut.


"Perfect aku suka sayang" jawab Satria tersenyum.


Berbagi barang branded dia beli untuk hantaran, padahal Olin tidak menginginkan semua itu karena tidak terlalu penting menurut Olin yang dia butuhkan kasih sayang dan cinta yang tulus saat ini.

__ADS_1


Setelah semua selesai Satria mengantarkan Olin pulang karena memang hari sudah malam.


Mama dan keluarga Olin juga semangat untuk mempersiapkan semua nya.


"Satu harapan mama nak ini pernikahan terakhir mu" ujar mama nya pada Olin


Olin memeluk tubuh sang mama erat,ada rasa bersalah di hatinya membuat sang mama kecewa tapi mau bagaimana lagi itu sudah jodoh yang di berikan Tuhan untuk nya Olin hanya bisa menjalani kehidupan nya saja.


Beruntung Keluarga Satria sudah mengenal keluarga Olin dan Mama Satria juga menyayangi Olin dari dulu jadi tidak ada drama terhalang restu untuk hubungan mereka yang kini Satria takut kan hanya satu tentang kesuburan Olin tapi dia tidak mau bercerita pada mama nya tentang itu Satria ingin membawa Olin ke dokter kandungan terbaik agar mereka memiliki anak nanti nya.

__ADS_1


Semua nya juga sudah di bicarakan Satria pada Olin dan Olin tidak keberatan apapun itu asal bersama Satria Olin mau karena memang dari dulu dia juga menyukai Satria hanya saja takdir membawa nya menikah dengan Galih.


__ADS_2