
"Jadi setelah masa Iddah selesai kalian akan menikah?"tanya Naya tidak percaya karena Olin dan Satria sekarang sudah blak-blakan mengatakan hubungan mereka ke jenjang yang serius.
"Iya mbak,kalau bisa hari ini aku mau sayang nya harus ada Iddah dulu" jawab Satria membuat Olin malu dan memukul lengan kekasihnya ini.
"Cie...cie... yang udah kebelet nikah" goda Dani yang baru datang.
"Husf....anak kecil menyingkir dulu,ini renah dewasa"ujar Olin mengusir Dani
"Kecil-kecil gini cabe rawit lo mbak" jawab Dani cemberut dan tidak mau pergi dia malah ikut bergabung diantara kakak-kakak nya ini.
"Pantasan saja mbak Naya mau jodohin Satria kemarin sama Ratu Mbak Olin nggak setuju rupanya ada perasaan di balik pertemanan" goda Dani
"Dan,,,ember kamu ya!!!" kesal Olin memukul adiknya dengan bantal sofa
"Malu tu,,cie....cie,mbak Olin juga sudah lama suka sama mas Satria" celetuk Dani lagi membuat Olin semakin malu sedangkan Satria tersenyum bahagia.
"Bohong! Jangan percaya dia Sat,Dani ngarang itu" ujar Olin cepat
"Kalau iya juga nggak papa Lin, orang kalian mau nikah juga sudah Iddah jadi nggak perlu malu lah" sahut Naya
"Mbak Nay apaan sih"
"Sudah-sudah jangan di goda terus Olin nya nanti ngambek lagi" lerai Satria membela Olin
__ADS_1
"wuek" Olin menjulur kan lidah nya pada Dani karena merasa sang kekasih membela nya.
"Ck yang di bela seneng nya bukan main,awas aja kalau putus cinta nanti mewek nangis kejer-kejer"
"Nggak bakalan putus cinta lah,Orang Satria setia nggak sama dengan yang sebelah sana jelas-jelas Olin cuma minum air mata" ucap Naya membuat mereka terkekeh kecil
"Kata Mama mas Galih kecelakaan ya mbak?" tanya Dani yang hanya mendengar sekilas dari mama nya.
"Bener,kaki kanan nya patah"jawab Olin
"Kenapa cuma kaki kanan mbak nggak kedua nya aja patah" ucap Dani dengan wajah sok serius.
"Mbak mikir nya malah beda Dan,kenapa dia masih hidup, nggak mati aja sekalian" sahut Naya dan di iringi tawa mereka lagi membuat Mama Yati menggeleng kan kepala nya mendengar obrolan yang berisi sumpah serapah pada Galih tapi tidak dia pungkiri sebagai seorang ibu yang anak nya di sakiti dia juga berdo'a demikian tapi untung saja anak nya tidak sampai patah hati karena ada Satria sebagai pengganti.
"Sudah pulang mas?" tanya Naya mendekat dan menyalami punggung tangan sang suami.
"Makan dulu atau mandi?" tanya Naya lagi
"Mandi aja dek,mas gerah,ada Satria juga ternyata! Mas naik dulu ya Sat gerah banget mau mandi" pamit Gusti dan di anggukki Satria.
"Sayang,kita ke Mall yuk?" ajak Satria
"Ayuk......" jawab Dani
__ADS_1
"Bukan kamu Dan,tapi mbak" potong Olin
"Yah kali aja mas Satria mau ngajak aku juga mbak, hitung-hitung sebagai pengawal untuk calon manten"
"Pengawal apa nya, yang ada kamu tukang palakin calon suami aku" Ketus Olin
"Jangan pelit gitu mbak,ntar mas Satria ilfil loh sama kamu,masa calon istri nya pelit sama adik sendiri"
"Akal-akalan kamu aja tau nggak, nggak mempan,Ayo beb kita pergi" ajak Olin membuat Satria semangat pasalnya baru kali ini Olin memanggil Satria dengan panggilan beb, meskipun sekedar memanasi Dani adiknya tapi Satria sudah bahagia hubungan nya dengan Olin semakin dekat apalagi mereka sudah mengantungi restu kedua belah pihak.
****
Galih sudah mendapatkan kabar kalau perceraian nya dan Olin sudah di setujui dan akta cerai akan keluar, kepalanya berdenyut kencang memikirkan itu apalagi sekarang Maya sudah mulai perhitungan pada nya karena Maya ingin Galih menceraikan Gina.
"May,apa kamu tidak bisa menunggu sampai mas sembuh dulu baru membicarakan nya,mas ini sakit May" bujuk Galih
"Sembuh atau sakit sama saja mas,Aku ini butuh kepastian"
"May, siapa tau setelah sembuh mas bisa bekerja lagi dan bisa menghidupi kamu dengan Gina sekarang kalian akur-akur saja dulu May"
"Terserah mas lah aku capek!" marah Maya
Galih masih di rawat di rumah sakit karena memang kondisi nya belum pulih dan kemungkinan sembuh pun sangat lama membuat Maya bosan memberikan uang terus menerus pada Galih dan keluarga nya.
__ADS_1