Ketos & Geng Motor (Dark Road, Loving You)

Ketos & Geng Motor (Dark Road, Loving You)
Chapter 22 : Iya, Sayang.


__ADS_3

Daffa dan Wicak benar-benar bekerja dengan spirit persahabatan yang kompak dan isengnya kebangetan. Jam istirahat kedua, di siang bolong yang melelahkan dan terik mataharinya pol-polan, Daffa mengumumkan pesta ulang tahunnya dengan pengeras suara sekolah.


Walhasil, kelas tiga yang butuh hiburan kala padatnya jadwal les, ekstrakurikuler, dan bayang-bayang ujian akhir sekolah mendera jiwa mendapat kesegaran. Sebuah party gratis yang Daffa adakan di rumahnya setiap kali berulang tahun. Ini tahun terakhirnya mengadakan pesta masa SMA, sudah pasti akan gila-gilaan. So pasti siapa yang akan menolak?


“Pokoknya kalian wajib datang! Kita party sebelum PTS. Oke Bray, Sis? Terus-terus, aku punya doorprize spesial untuk couple goals yang isi formulir. Ntar aku share link-nya!”


Spontan, Mikaila yang sedang mengunyah cilok bersama sahabatnya di bawah pohon ketapang kencana menggeleng. “Males.”


“Kenapa?” tanya Melody heran, party di rumah Daffa seru banget pasti. Banyak makanan, hiburan, dan kenangan yang tak terlupakan. Bisa-bisanya Mikaila nolak, otaknya lagi konslet itu.


”Aku sama Sarina datang kok, kamu juga datanglah. Ngapain di rumah, ntar aku jemput. Aku yang minta izin ke ortumu.”


Mikaila menelan cilok dengan susah payah lalu menyeruput es jeruknya.


“Ada Tegar, aku males. Amit-amit harus isi formulir couple goals segala.” Mikaila mencebikkan bibir.


“Lagian kalian tau aku melakukan ini cuma untuk membatasi pergaulan Drew and the gank biar gak malu-maluin sekolah! Kayaknya sih aku bener-bener sarap deh, kalian mau bantuin gak?” Suara Mikaila melembut.


“Bantuin apaan nih? Ngurus mereka atau ngurus otakmu yang sarap?” tanya Melody was-was.


Mikaila memajukan wajahnya..“Sedekat apa pun persahabatan, tetap ada kan hal-hal yang bisa di bagi walaupun aneh di dengar?”


“Wah sarap beneran nih Mika, Sar. Dia mau bagi-bagi Tegar!” Melody menolaknya langsung. “Aku gak mau!”


“Ya elah, Mel. Dengar dulu, maksudnya kita bagi-bagi tugas. Aku ngurus Drew dan Tegar, kamu Daffa, Sari Wicak, adil gak tuh?”


“Ya jelas enggaklah, masa kamu dua kita satu. Itu jelas gak adil!” Sarina geleng-geleng kepala dan protes keras itu Melody akui sebagai jawaban paling sinting yang ia ucapkan.

__ADS_1


“Kamu ngerti gak sih maksud Mikaila apaan. Kita disuruh ngurus geng The Evolve Wild. Emangnya kamu mau ngurus Wicak sama gengnya?”


Mulut Sarina kontan mangap. Sadar juga dia akhirnya. Dan dengan cengengesan dan muka keberatan yang di buat-buat, Sarina masih melayangkan protes.


“Aku bukannya gak mau, Mik. Wicak ganteng, tapi namanya Wicaksono. Klop banget sama namaku yang lokal banget ini. Kali-kali gitu yang agak kerenan dikit. Drew kek, apa Dito.” ucapnya malu-malu.


Kini giliran Mikaila dan Melody saling tatap. Perundingan keduanya hanya terlihat dari permainan sorot mata.


“Drew terlalu susah, Sar. Aku ngeri kamu malah terpental sendiri gara-gara gak sanggup handle dia. Dito atau Wicak aja sih pilihannya.” tandas Mikaila


“Wicak ajalah, Sar. Sekelas. Gak repot.” pungkas Melody, kelamaan kalo nunggu Sarina berpikir. Bisa seminggu dan itu berbelit-belit.


“Ya udah, ya udah, Wicak aja.” Sarina mengalah dengan pasrah, tak berdaya dengan tuntutan Mikaila dan Melody sebelum ketiganya berdiri, begitupun murid-murid yang lain saat bel masuk berbunyi. Dan saat mereka menuju kelas. Dari arah yang berbeda, Tegar dan Mikaila saling bertatapan dan mendekat ke arah anak tangga bersama cs masing-masing.


Baik Daffa dan Wicak, Melody dan Sarina saling menyikut siku pasangan baru di kelas mereka dengan ekspresi cengengesan.


Tegar menarik napas panjang, berusaha menyabarkan hati dengan tingkah pacarnya yang tak terduga itu. Tetapi gadis yang bermuka masam itu melewatinya tanpa suara, hanya kibasan ekor rambut yang mengenai wajahnya sebelum menapaki anak tangga.


Nah kan, aneh. Tegar mengendikkan bahu seraya mengikuti Mikaila menapaki anak tangga.


“Cie... Gak bisa jagoan kita diginiin. Kejar, Gar... Kejar. Masukin ke ketekmu tuh cewek biar klepek-klepek.” seru Daffa sambil menabok punggungnya.


“Pacaran model apa ini, tuh cewek lempeng banget hidupnya.” Tegar melebarkan langkah sampai dua anak tangga dia lampaui dengan baik.


Mikaila berdecak. “Gak usah jadi penghambat jalanku!” Dia mendengus, membuat Tegar menyingkirkan orang-orang yang berada di depannya demi membuka jalan bagi si tuan ngomel.


Perjalanan terpaksa dihentikan. Dela dan Mira bergeming di ambang pintu sambil bersedekap.

__ADS_1


Mikaila diam sebentar, berusaha melihat reaksi Tegar terhadap musuh bebuyutannya itu.


“Gue mau lewat, tolong minggir atau gue tabrak?” ucap Tegar, ekspresinya sudah sedingin es jeruk tanpa gula.


Dengan seringai iblisnya, Dela menatap Tegar tajam-tajam. “Tabrak aja kalo mau, kita berdua suka-suka aja asal nabraknya lembut pakai perasaan.”


Bukan cuma Tegar yang kaget, Mikaila pun sama. Dia menyingkirkan Tegar dari hadapannya seraya mendorong kedua bahu Dela dan Mira sekuat tenaga hingga membuat keduanya nyaris terjatuh ke lantai.


“Tak akan kubiarkan Tegar menyentuh kalian berdua, dasar angsa betina nakal!” seru Mikaila berang. Dia berdiri di depan kelas, menunggu yang lain masuk seraya memberikan informasi.


“Jangan lupa tugas fisika dikumpulin di mejaku. Yang belum kelar buruan di kerjain! Ntar juga abis selesai sekolah gak ada les. Lesnya di undur besok Jumat. Terus tadi aku rapat sama guru pramuka, ada persami terakhir kelas 12 seminggu setelah PTS. Ntar aku share apa aja keperluannya, untuk kelompok seperti biasa. Tegar masuk ke kelompokmu, Daff.”


“Ya, sayang.” sahut Tegar.


Mikaila spontan melebarkan mata seraya minggat dari kelas. Rasanya dia ingin teriak Tegar mengulum senyum seraya menepukkan tangannya dengan tangan Daffa dan Wicak.


“Ntar jangan lupa isi formulirnya, Gar. Mika pasti ogah tuh. Di panggil sayang aja udah kayak mau mati.” kata Daffa.


Tegar tertegun. Dari reaksi Mikaila yang berubah-ubah, gadis itu pasti menolak ikutan couple goals. Jadi untuk menyiasatinya, kemungkinan Tegar yang akan bertindak.


“Oke gue mau! Tapi doorprize-nya apaan?”


Daffa cuma menyeringai, dari gelagatnya sih tamat sudah riwayat yang memenangkan hadiahnya!


...***...


^^^Bersambung ^^^

__ADS_1


__ADS_2