Ketos & Geng Motor (Dark Road, Loving You)

Ketos & Geng Motor (Dark Road, Loving You)
Chapter 27 : Kalah


__ADS_3

The Evolve Wild dan Mikaila cs berdiri di depan teras rumah Daffa ketika pesta berakhir. Bergantian tamu undangan silih berganti mengucapkan terima kasih pada Daffa seraya mengambil kendaraan di parkiran dan pulang ke rumah masing-masing.


Tegar menyeringai saat giliran mobil Dela bergerak dengan sangat pelan sebelum keempat orang didalamnya keluar lalu memandangi ban yang mereka curigai ada yang tidak beres.


“Kempes semua, Del.” ucap Mira heran.


Dela tidak percaya, makanya dia langsung berputar-putar mengelilingi mobilnya seraya menendang ban depan. “Sialan, ada yang iseng sama kita!” Ia menggertakkan gigi lalu memandang ke arah teras.


“Udah pasti kompolotan begundal rumah ini!”


Ben dan Rio spontan saling pandang seraya mengepalkan tangan. “Gak bisa di biarin mereka!” Ben melesat ke sana dengan wajah berang, yang lain mengikuti dengan wajah mengancam.


“Siapa pelakunya?” seru Ben geram dengan mata menantang.


The Evolve Wild yang tidak tahu jika itu ulah Tegar mengendikkan bahu bersama-sama lalu melempar tatapan satu sama lain.


“Bukan kami, kami pesta-pesta sambil pacaran kok. Enak aja.” ucap Drew, masih merangkul Lila dari belakang dengan kepala yang ia istirahatkan di bahunya, Drew setengah mabuk.


Ben jelas tidak percaya, masuk ke sarang musuh berarti musuhlah yang menjadi tersangkanya. Apa pun alasannya seolah itu sudah hukum mutlak prasangka. Mana mungkin kang siomay yang lewat kan, apalagi event organizer. Jelas begundal-begundal The Evolve Wild lah pelakunya..


“Aku lihat tadi Tegar pergi waktu terima hadiah, kamu pelakunya?” Ben menuding Tegar tepat di hidungnya.


Mana mungkin, Mikaila spontan melirik Tegar. Bener juga sih, apa jangan-jangan Tegar? Wah! Masalah.


“Gak dong!” Mikaila spontan mengisi ruang sempit antara Tegar dan Ben lalu menepis tangan Ben dengan cepat.


“Tegar di toilet waktu aku nyusul dia. Jadi gak mungkin Tegar pelakunya, ngaco kamu!” ucapnya dengan nada membela, dan itulah yang Tegar inginkan. Mikaila menjadi tameng pelindungnya di depan Rio, si mantan yang berekspresi dingin sekarang. Sungguh menyenangkan bukan? Permainan baru di mulai, bad boy yang menjadi GO-gangser orisinil sejak dari Jakarta itu mulai bereaksi.


Mata Ben menyipit, menjadi celah ketika menatap Tegar.


“Bukan gue, sejak tadi ada Mika yang melarangku ini-itu bahkan minum alkohol sekalipun. Dia pacar posesif, kamu ngerti?”


Tanpa sadar Rio mengangguk dan itu membuat Mikaila menarik napas dalam-dalam. Tetapi Dela, sebagai pemilik mobil yang kena apes, menarik Ben dan menghadapi Mikaila dengan dada membusung.

__ADS_1


“Wow, seksi.” seloroh Wicak, “Lagi, Del. Lagi.” Daffa mengeplak kepalanya. “Playboy sialan, hormati Sarina jadi pasanganmu. Setidaknya cuma malam ini, Bray.”


“Persetan!” maki Dela. “Aku tetap gak percaya salah satu di antara kalian bukan pelakunya! Gak mungkin semua banku kempes dalam waktu tiga jam! Kamu, Daff. Tanggung jawab!”


Daffa menghela napas. Sudah capek mengadakan pesta dan menggelontorkan uang, sekarang perlu mengurus Dela cs dan satu anggota The Horizon Blast. Sungguh melelahkan.


“Daripada kita di tuduh yang enggak-enggak dan jadi pecundang, kita ambil kompresor angin di garasi, Bray. Aku masih mau party secara pribadi soalnya. Ogah banget aku buang-buang waktu buat meladeni seseorang yang pernah bikin kita babak belur.”


Sebagai anggota The Evolve Wild mengikuti Daffa ke garasi, sebagian lagi membubarkan diri soalnya itu nggak penting. Sekarang Mikaila cs menatap Dela cs yang menatapnya dengan mata penuh permusuhan.


“Gak bisa move on ya sampe harus ngajak mantan datang ke sini dan ikut-ikutan jadi couple goals? Gak akan bisa.” ejek Mikaila.


“Kita balikan!” cetus Dela, “Ya kan kak! Dan kamu Mik, aku bakal bilang ke semua guru-guru kalo kamu dan Tegar ciuman.”


OMG... Mikaila mengedip-edipkan matanya, kaget sih, tapi ia sudah memprediksikan bahwa ciuman kurang ajar Tegar itu akan berbuah asam. Jadi dia berlagak biasa saja, “Bilangin aja ke semua guru-guru. Aku gak takut, ada Tegar yang siap nikahin aku! Daripada kamu, di cium sana-sini, mau. Wek, jijik!”


Dela hendak menyerang Mikaila tapi Rio sigap menahan bahunya. “Udah, Del. Masalah mobil udah kelar.”


“Udah tuh, sana pulang!” ucap Daffa yang bernada pengusir. “Lagian gak tau diri, bawa musuh ke sarang musuh!”


Ben mengacungkan jari tengahnya seraya berlalu. “Aku bakal buat perhitungan sama kalian!”


“Kita lihat!” tantang Wicak dan begitu empat orang itu pergi, Mikaila lalu menyerang Tegar dengan memukul bahunya.


“Brengsek, udah di bilang jangan cari masalah!”


“Udah, Mik. Udah.” Melody mencegah Mikaila melayangkan pukulan lagi dengan menahan kedua bahunya. “Kita pulang aja, udah malam.”


“Aku juga udah males sama Wicak, dia gak friendly.” sahut Sarina. “Masa dansa tadi diinjak terus kakiku.”


Mikaila menggeram sambil menghujam tatapan Tegar yang tampak semringah. “Awas kalian semua kalo habis ini nyatroni The Horizon Blast! Aku bakal buat perhitungan.” ucapnya mengancam.


“Perhitungan apa cantik?” The Evolve Wild mengelilingi Mikaila cs, membentuk barikade pembatas sambil tersenyum culas.

__ADS_1


“Kalian bertiga juga iseng kan daftarin kita ke google form? Maksudnya apa?” tanya Wicak. Umbel Sarina akan terkenang seumur hidupnya.


Mikala cs bergandengan tangan, merasakan degup jantung yang sama dan ancaman. “Kok kita juga kena sih. Harusnya kita aman-aman aja lho.” gumamnya pelan.


Drew menyeringai. “Ingat semboyan kita? Jadi... enaknya diapain nih tiga cewek.”


“Aku bilangin mama lho sama Tante Shinta kalo kamu kurang ajar!” ancam Mikaila pada Tegar.


“Gue gak takut, kamu pacarku, gak bisa putus dalam waktu dekat juga kan, sayang?”


Aaaa... Mikaila merengek. “Biarin kita pulang dong, orang kita gak cari masalah!”


The Evolve Wild tertawa dengan dibuat-buat. “Janji dulu dong, apa pun yang bakal kita lakukan di geng kamu diam aja. Gak usah sok-sokan baik tapi nipu di belakang.” seru Drew.


Sialan, come on! Maki Mikaila dalam hati. Kok mereka bisa tahu, siapa yang ngomong!


“Sory, Mik. Tadi aku kelepasan, soalnya aku ketipu rayuan Wicak.”


“Ya ampun Sarina... Wicak kamu percaya.” Mikaila menunduk, menarik napas di tengah suasana tawa yang kian menjadi-jadi.


“Oke, kita bisa kerja sama. Tapi diskusinya besok aja, kita harus pulang Bray, bisa kena marah mama nih pulang kemalaman.”


“Lepasin mereka!” ucap Drew. “Kita tunggu besok Senin di kantin. Awas gak datang.” The Evolve Wild membubarkan diri, tersisa Tegar di sana. Menatap Mikaila dengan wajah serius.


“Sory.”


Mikaila melengos pergi sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi lalu merengek frustasi sewaktu mobil sudah meninggalkan rumah Daffa.


“Kita kalah, selamanya kalah dari The Evolve Wild! Ya Tuhan, harus doa apa aku malam ini?”


...***...


^^^Bersambung^^^

__ADS_1


__ADS_2