
Matahari telah tampak menyinari negara swiss Noah baru saja tiba dinegara ini ia baru saja sampai di rumahnya dan langsung membaringkan tubuhnya dikasur. Meskipun didalam pesawat ia sudah tidur tapi tetap saja tidak senyenyak dan senyaman dirumah.
"Aku akan istirahat sebentar, nanti baru aku menemui Nara," ucapnya.
Tok Tok Tok
"Noah, ini mommy buka pintunya! kamu gak makan? udah sore lho kamu dari pagi kan belum makan," teriak mama Noah.
"Emm." Noah menggeliat lalu membuka matanya sebentar menatap langit-langit kamar memulihkan nyawanya terlebih dulu baru membuka pintu kamarnya.
"Ehm, ada apa mom?"
"Kamu baru bangun?"
"Iya mom, jam berapa sekarang?"
"Udah jam lima sore kamu nggak makan, cepet mandi sana! baru makan."
"Hah jam lima sore." Noah langsung menutup pintunya dan berlari mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi.
"Perasaan gue tidur tadi masih pagi kenapa udah sore aja sekarang."
Selesai mandi ia langsung mengambil kaos navy dan celana jins panjang, lalu ia menyisir rambutnya memberinya pomed dan tak lupa juga menyemprotkan parfum ditubuhnya.
"Hem tampan juga ternyata wajah gue, gue makin yakin kalau gue bisa mengambil hati Nara lagi," ucap Noah dengan pedenya.
Noah turun dari kamarnya dan berpapasan dengan kakak dan ponakannya diruang tamu, tengah bermain.
"Widih udah cakep aja mau kemana nih?" goda Anna kakak ipar Noah.
"Mau kencan dong ya nggak Rey," ucap Noah pada ponakannya.
"Wah Reyhan mau dapat aunty baru nih bentar lagi," goda Anna lagi.
"Gak ada aunty baru, sekolah yang bener baru nikah!" ucap Nathan kakak kandung Noah.
"Emang kenapa kalau nikah muda kakak dulu juga nikah muda kan?"
"Anak ini, kalau mau nikah sekarang mau kamu kasih makan apa keluarga kamu."
"Ya nasi lah kak masa batu."
"Uangnya?"
"Uang? ck, uang aku mah banyak uang Daddy juga banyak jadi aku bisa jamin kalau keluarga aku sehat walafiat tanpa kurang apapun," ucap Noah dengan senyuman.
"Cih uang orang tua, kalau kamu mau nikah muda cari uang sendiri kayak kakak gini lho masih muda udah jadi pengusaha sukses kamu harus contoh itu, iya nggak Rey kasih tahu tuh uncle kamu ngebet banget pingin nikah."
"Rey bela siapa uncle apa daddy?" tanya Noah sembari menggendong keponakannya yang masih umur 8 bulan itu.
"Pap pap," ucap bibir mungi Reyhan sembari menepuk-nepuk pipi Noah membuatnya gemas lalu menciumi pipi tembamnya.
"Kau membela Daddymu kau tidak membela unclemu yang tampan ini," ucap Noah dengan terus menciumi Reyhan.
"Aku tidak akan memberikanmu mainan lagi jika kau tidak membela uncle!"
"Man man," ucap Reyhan lagi.
__ADS_1
"Good boy." ucap Noah senang saat Reyhan berpindah membelanya.
"Baiklah kau ikutlah mom mu dulu uncle mau kencan dulu doakan lancar supaya uncle bisa cepat membawa aunty kemari."
"Aaaoumm." Noah tertawa kecil lalu pergi menuju mobilnya.
Noah yang sudah mengerti alamat rumah Nara dari Ira langsung saja melajukan mobilnya kesana. Sesampainya disana Noah langsung keluar tak lupa dengan tentengan makanan yang ia beli tadi.
Tok Tok Tok
Diketukan kedua pintu pun terbuka nampak seorang wanita tua dengan pakaian pelayan membuka pintu itu, yang ia yakini itu adalah pembantu Nara.
"Sore Bi," sapa Noah ramah.
"Sore tuan, sedang mencari siapa?"
"Maaf Bi apa bener ini rumahnya Nara Anastasya?"
"Iya tuan bener ini rumahnya non Nara, ada perlu apa?"
"Saya temannya bi, apa Naranya ada?"
"Non Nara nya ada tuan silahkan masuk saya panggilkan terlebih dulu non nara nya."
Noah duduk diruang tamu menunggu kehadiran Nara dengan jantung berdegup kencang. Nara turun dari tangga ia terkejut saat melihat Noah disana ia langsung mempercepat langkah kakinya dan menarik tangan Noah untuk berdiri.
"Why?" ucap Noah.
"Ngapain kak Noah disini, cepet keluar!" ucap Nara tegas namun dengan suara kecil ia tidak ingin jika mamanya mendengarnya.
"Kenapa?"
"Ada apa?" tanya Nara to the poin saat mereka sudah sampai ditaman belakang rumahnya
"Aku ingin menjelaskan semua kesalahpahaman kita nar."
"Apa lagi? kesalahpahaman apa? kak Noah aku mohon, please jangan ganggu aku lagi aku udah punya pacar dan kesalahpahaman apapun yang kak Noah maksud aku udah nggak perduli. Jadi aku mohon dengan sangat, mulai saat ini kak Noah jangan ganggu aku lagi kak Noah bebas hidup dengan keinginan kak Noah kak Noah bisa bebas pacaran dengan siapa pun. Aku udah nggak perduli! dan sekarang mending kak Noah pulang bentar lagi pacar aku mau jemput." ucap Nara datar.
Noah menarik bahu Nara agar menghadap kearahnya menatap lekat-lekat manik mata itu. Nara memalingkan mukanya, Noah menarik dagu Nara agar menghadap kearahnya.
"Katakan jika kau tidak perduli padaku?"
"Ak-aku."
"Lo gak bisa kan, karna Lo masih perduli sama gue. Nar gue mohon kasih gue satu kesempatan lagi buat nebus semua yang udah gue lakuin sama Lo, gue benar-bener nggak pernah mempermainkan lho. Gue bener-bener suka sama lho nar, kasih tahu sama gue apa yang harus gue lakuin supaya lho percaya kalau gue bener-bener sayang sama lho," ucap Noah.
Nara hanya diam ia menatap manik mata Noah ia tidak pernah berada sedekat ini dengan Noah air matanya pun jatuh, ia menghempas tangan Noah yang berada di dagu nya. Ia menatap tajam pada Noah.
"Aku memang masih perduli sama kak Noah tapi itu semua cuma sebatas rasa kemanusiaan saja, aku manusia tentu saja aku perduli dengan semua manusia lainnya termasuk kak Noah."
"Benarkah Lo perduli sama gue cuma sebatas kemanusiaan? baiklah gue percaya, tapi gue gak percaya kalau Lo udah gak cinta sama gue. Ngomong sekarang kalau Lo udah gak cinta sama gue dan tatap mata gue Nara. Ayo ngomong!"
"Kenapa? Lo gak bisa?" ucap Noah dengan senyum mengejek.
"Si-siapa bilang aku tidak bisa, aku bisa!" ucap Nara terbata.
"Lalu apa lagi yang Lo tunggu, buruan ngomong. Kalau Lo udah gak cinta sama gue. Nara Anastasya."
__ADS_1
"aku tidak mencintaimu lagi kak Noah apa kurang jelas."
"Tatap mataku!"
"Tidak mau."
"Tatap mataku Nara!"
"Tidak mau ya tidak mau, kenapa kau memaksaku."
"Nara Anastasya!"
"Apa?" Nara mendongakkan wajahnya menatap Noah.
Cup
Noah mencium sekilas bibir Nara.
Nara terdiam mencerna kejadian barusan lalu menghadap Noah yang tengah tersenyum tak berdosa atas apa yang baru saja ia lakukan.
"Kau! beraninya kau menciumku." ucap Nara kesal lalu ia memukul lengan Noah secara bertubi, wajahnya sudah merah padam.
"Kenapa Lo marah kalau ada orang yang mukul Lo berarti Lo harus balas mukul dia dan kalau ada orang cium bibir Lo artinya Lo juga harus----"
"Menciumnya kembali" ucap Nara tanpa sadar wajahnya langsung memerah saat baru sadar dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Good girl" ucap Noah dengan tawanya ia mengusap pucuk kepala Nara.
"Maka lakukanlah sekarang, dengan senang hati gue terima balasanmu, tapi ingat itu semua hanya berlaku untuk gue. Orang lain Gak!" ucap Noah.
"Kau!" Nara memukul kembali lengan Noah lalu mendorongnya agar keluar dari rumahnya.
"Pulanglah pemilik rumah telah mengusirmu dan satu lagi jangan pernah datang kemari atau---"
"Atau apa atau kau akan menciumku?" goda Noah.
"Kak Noah!" Nara hampir akan memukulnya kembali karna kesal.
"Atau aku akan menyewa anjing galak agar jika kau kemari aku akan menyuruh anjing itu mengejarmu dan menggigit pantat mu," ucap Nara kesal yang malah dibalas dengan tawaan dari Noah.
"Kenapa kau tertawa cepat pergilah!" usir Nara lalu menutup pintunya.
Tok Tok Tok
Nara tidak membukanya karna tahu jika itu pasti Noah.
Tok Tok Tok
Pintu itu diketuk kembali membuatnya kesal lalu membuka pintu itu.
"Apa lagi bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pergi!" ucap Nara kesal tanpa melihat siapa orang nya.
"Nona maafkan saya ini tadi ada surat dari cowok didepan tadi dan saya tidak akan kemari lagi maafkan saya nona," ucap pak satpam itu.
"Eh pak satpam maafkan saya pak saya pikir tadi teman saya, dan oh ya makasih suratnya." Nara mengambil surat itu lalu menutup pintunya Kembali dan dengan segera masuk ke kamarnya dia masih saja merutuki kebodohannya yang salah mengira orang.
.
__ADS_1
Alhamdulillah karya aku ketos galak itu pacarku udah nyampe bab 100😊makasih ya buat kalian yang udah selalu dukung aku sampai bab 100 ini sumpah gak nyangka aing bisa sampe level ini makasih ya readrs setia KGIP bonus buat kalian aku doubel up hari ini, tapi ya gitu Like komen sama votelah jangan lupa okey😩salangeyo sayang😚💓