
Sampai saat ini Ira masih saja tidak menjawab pesan ataupun telpon dari Galen ia masih kecewa akan ajakannya yang tidak diterima.
Sedangkan Galen dibuat pusing tujuh turunan karna tidak bisa membujuk sang pacar. Dia sampai meminta bantuan saran dari Noah padahal temannya sendiri sedang galau karna kehilangan pujaan hati.
"Noah bantu gue, Gimana gue bujuk Ira supaya dia gak ngambek lagi," rengek Galen seperti anak kecil. Noah sampai geleng-geleng kepala dulu saat Galen pacaran dengan itu ia tidak sampai sebucin ini.
Gini banget ya jadi jomblo, pacar temen yang ngambek, gue yang mumet cari solusi. batin Noah
"Kupret Lo gue suruh bantuin nyari solusi malah ngelamun aja!" Galen memukul lengan Noah ia sungguh frustasi karna Ira dalam mode ngambek.
"Yaelah Lo yang pacaran kenapa gue yang mumet," ucap Noah.
"Jahat Lo bro, Lo nggak tahu kalau gue lagi kesiksa."
"Lo pikir gue nggak, kita sama men biarin aja dulu entar juga baikan sendiri, kalau nggak gitu sekarang Lo dateng ke rumahnya bawain martabak atau apa kek buat sogokan minta maaf."
"Bener juga Lo, yaudah gue cabut dulu doain berhasil." Galen berlalu pergi dari sana.
Noah melihat punggung Galen sampai tidak terlihat lalu ganti menatap kosong langit-langit kamarnya.
"Cinta itu indah ya, bahkan bisa mengubah seratus persen sifat orang contohnya Galen dia yang dulu sangat dingin pada Ira sekarang dia dibikin tunduk olehnya bahkan dibuat bucin akut, tapi kenapa cerita cinta gue enggak seindah mereka ya, gue juga pingin kalik ngerasain indahnya kasmaran, indahnya bucin sama pacar, pusing kalau dia ngambek. andai Lo nggak pergi pasti kita juga akan bahagia kita akan ngerasain apa yang mereka rasain, gue kangen sama Lo Nara," ucap Noah lirih.
"Love can sometimes be magic but magic can sometimes just be an illusion."
"Buat semua orang cinta ialah keajaiban tapi untukku cinta hanyalah sebuah ilusi."
Disana Galen berusaha mengatur degub jantungnya yang seolah akan melompat keluar meskipun ia sering berkunjung kesana tapi tidak bisa dipungkiri ia seringkali gugup jika berkunjung semenjak berpacaran dengan Ira terlebih lagi jika ada abang Angga yang selalu menggodanya membuatnya malu saja.
Galen datang dengan membawa martabak manis rasa cokelat kacang kesukaan Ira, sebagai sogokan juga seperti saran Noah tadi.
Tok,,,tok,,,tok
"Assalamualaikum." Galen mengetuk pintu rumah Ira yang tertutup itu. Tak lama kemudian terdengar suara sautan dari dalam dan pintu pun terbuka.
Nampak wanita paruh baya yang memiliki paras cantik mirip seperti pacarnya yang membuka pintu itu. Siapa lagi jika bukan Mira mama Ira.
__ADS_1
"Malam Tante," sapa Galen seraya mencium punggung tangan Mira.
"Malam, ada apa Galen malam-malam kesini, oh ayo masuk dulu."
"Ehm itu Tante ehm a-pa Ira nya ada?" tanya Galen.
"Ada kok kamu duduk dulu Tante panggilin dia dulu." saat Amira akan beranjak berdiri Galen mencegahnya lagi.
"Tante."
"Iya ada apa?"
"Ini tadi dijalan ada penjual martabak dan Galen keinget Ira yang suka banget sama martabak manis kacang cokelat jadi tadi Galen beliin buat dia, ehm gausah dipanggilin deh te udah malem juga mungkin Ira nya udah tidur, Galen pamit pulang dulu aja."
"Loh kenapa buru-buru baru juga Dateng tunggu bentar lagi Ira belum tidur kok."
"Gausah deh Te titip ini aja." Galen memberikan secarik kertas yang digulung dengan pita merah kepada Mira sebenarnya ia malu untuk memberikan itu tapi karna sudah jam sepuluh malam ia juga tidak enak berlama-lama disana.
Amira tersenyum melihat surat itu ia jadi inget masa mudanya dulu dan ia beranggapan jika Ira dan Galen sedang ada masalah.
"Iya Tante, wassalamualaikum." Galen menyalami tangan Amira lagi lalu pergi meninggalkan rumah kediaman hermawan.
"Waalaikumsalam."
"Dasar bodoh kenapa gue gak lihat jam dulu tadi," rutuk Galen untung saja dia tadi punya pikiran buat nulis surat karna sebenarnya surat itu untuk jaga-jaga jika bibirnya kelu untuk bicara karna gugup.
"Sial, gue malu banget sama Tante Mira kalau Tante bilang sama om sama bang Angga, kalau gue kasih kayak begituan nanti apa yang mereka pikirin, surat buat anak ceweknya ketara banget kalau gue bucin hadeh, tau ah penting Ira baca dan bisa maafin gue, kirim pesan dari tadi juga gak dibaca." mulut Galen sedari tadi tidak hentinya ngedumel.
Sedangkan disana Ira yang baru mendapat surat dari Galen duduk dibalkon kamar. Akan membaca secarik surat yang digulung pita itu sembari memakan martabak manis kacang cokelat yang dibawa Galen tadi.
Ira masih mematung melihat surat itu ia masih kepikiran dengan apa yang diucapkan sang mama tadi jari tangannya belum bergerak untuk membuka surat itu.
"Ira kalau lagi ada masalah diselesain baik-baik kamu juga harus ngerti bukan hanya kamu tapi Galen juga, kalian harus sama-sama ngerti nggak selalu Galen bisa nerima apa yang kamu mau, kasih dia kebebasan Jagan terlalu mengekangnya kamu harus tahu kalau cowok berani bela-belain kesini ngasih kamu beginian itu artinya dia bener-bener tulus sayang sama kamu dia benar-benar cinta sama kamu, kamu jangan egois ya sayang dia juga ada kepentingan yang tidak bisa ia tinggal kamu penting buat dia tapi ada sesuatu yang tidak bisa ia tinggal contohnya tanggung jawab. Seharusnya kamu seneng dong kalau pacar itu kamu orang yang bertanggung jawab." tanpa diceritakan pun mama Ira bisa mengerti semuanya karna ia sangat mengenal sifat putrinya ini.
Ira hanya mengganguk, ada rasa bersalah dihatinya ia juga tidak bisa mengacuhkan Galen tapi ia masih kesal saja karna keinginannya tidak terkabul.
__ADS_1
Ira mulai membuka pita itu dan gulungan kertas itu pun terbuka ia mulai membaca kata demi kata yang tertulis disana.
Assalamualaikum
Hai cantik, kamu masih marah ya sama aku?? please maafin aku, nggak ada niatan sama sekali buat aku nggak Nerima ajakan kamu, aku minta maaf. Maafin aku kalau udah ngecewain kamu tapi aku akan menebusnya aku akan menebus rasa kecewa kamu. Aku udah beli tiket nonton buat kita berdua. Kita akan nonton besok sore jangan ngambek ya, jangan ngacuhin aku. jangan lupa dimakan martabak nya martabak itu aku bumbui dengan cinta loh dan manisnya dari manisnya senyumanku, hahaha dihabisin awas aja kalau nggak. Setelah makan jangan lupa gosok gigi terus tidur aku akan datang ke alam mimpimu. See you mimpi indah bee...
Wassalamu'alaikum
Love you my lovely ❤️
Ira tersenyum setelah membaca pesan itu ia lalu menghabiskan martabak itu lalu menggosok giginya dan pergi ke alam mimpi.
"Good night Galen," ucap Ira dengan mata terpejam dan bibir melengkung keatas senyuman indah terpancar diwajah cantiknya.
Seakan memiliki ikatan batin dengan Ira Galen seolah mendengar ucapan selamat tidur dari sang pacar ia yang tadinya resah tidak bisa tidur langsung terlelap dengan senyuman diwajahnya.
"Night too bee," ucap Galen dengan mata yang terpejam.
Jika Sepasang kekasih itu telah terlelap dengan mimpi indahnya beda lagi dengan dua manusia ini mereka masih bergelut dengan pikiran masing-masing tubuh mereka sangat lelah tapi mata mereka tidak ingin terpejam.
Noah sedari tadi gusar ditempat tidurnya ia sangat-sangat merindukan pujaan hatinya. Rindu yang sangat menyiksa ingin bertemu tapi jarak penghalangnya ingin mendengar suaranya tapi nomor tak punya.
Sungguh miris sekali kisah percintaannya.
Nara pun sama ia sangat susah untuk tidur alasan nya pun sama seperti Noah karna rindu ia juga sangat merindukan Noah ingin sekali ia melihat wajahnya meski hanya sedetik itu sudah bisa mengobati rindu berbulan-bulan ini.
Nara beranjak dari tidurnya menatap jalan-jalan di Swiss yang nampak sepi karna sudah tengah malam ia sangat merindukan negara tempat ia lahir lebih tepatnya ia merindukan seseorang yang tinggal disana.
"Aku sudah menjauh darinya tapi mengapa rasa ini tidak juga hilang kenapa semakin lama aku semakin menyukainya, bodohnya hatiku kenapa masih saja menyukai dia yang selalu membuatmu terluka," ucap Nara. Air matanya merembes ia sangat-sangat tersiksa dengan keadaan ini ingin berbuat tapi tak tau apa yang bisa ia perbuat ia hanya bisa pasrah menyerahkan semuanya pada sang pencipta.
"Aku sangat yakin jika kau tidak mempersatukan ku dengannya karna kau akan memberikan seseorang untukku yang lebih baik darinya aku hanya butuh bersabar dengan menunggu hari itu tiba, berikan aku kesabaran ya Rabb engkau yang menumbuhkan rasa ini maka aku mohon hapuskan rasa ini dari hatiku." air mata Nara semakin lama semakin deras ia memejamkan matanya merasakan sesak didadanya.
Setiap malam ia akan seperti ini sangat susah untuk tidur hanya karna rindu yang tak juga mendapat penawarnya ini.
Love is blind, but a broken heart sees everything.
__ADS_1
Cinta itu buta tapi hati yang hancur melihat segalanya