Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Taruhan (Noah dan Nara)


__ADS_3

Ira pulang masih dengan wajah kesalnya ia tidak menunggu Galen keluar ia langsung melajukan mobilnya. "syukurin jalan aja Lo pulang! males banget nebengin orang nyebelin kayak dia," gerutu Ira.


Ia masih sangat kesal bukan hanya Galen tapi ia juga menggerutu kesal pada Bu mela. "Ini semua gara-gara Bu gembrot itu, jadi orang kok baperan. Baru dibilang gembrot udah ngamuk emang kenyataannya salah sendiri punya badan kayak *** doser lebar kayak lapangan, apa perlu gue puji langsing kayak ayu tong-tong!" gerutunya tak henti-henti.


Sejak kapan Ira terampil mengomel seperti ini. Tapi hari ini ia benar-benar kesal dengan semua orang sampai mobilnya jadi pelampiasan nya Ira menyetir seperti orang gila.


Sesampainya dirumah ira langsung masuk kamar dan membuang tas nya ke sembarang tempat. Dia menjatuhkan tubuhnya dengan kasar diranjangnya dan berteriak sekencang-kencangnya untung saja kamarnya ini kedab suara kalau tidak mamanya akan mengiranya sudah gila.


"Sial! awas aja Lo Galen gue bakal balas perbuatan Lo!" teriak Ira kesal. Ia mengganti pakaian dan sudah punya rencana yang pas untuk mengerjai Galen.


Ira mengambil baju sandatan celana panjang dengan baju dalamnya warna putih. Ia mengenakan nya dan menguncir kuda rambutnya ia akan pergi ke rumah calon kakak ipar tersayang nya ia akan mengadu dan meminta bantuan padanya ia cukup yakin kalau Tiara akan membantunya.


"Ma Ira ke rumah kak Tiara ya mau main," pamit Ira pada Amira yang sedang menonton acara kesukaannya apalagi jika bukan ku menangis indosiar, astaga drama keluarga.


Amira hanya mengganguk ia masih fokus pada acara kesukaannya sedangkan Ira sangat muak dengan drama keluarga itu.


Ira sudah sampai dihalaman rumah Tiara ia memencet bel berulang kali tapi belum ada juga yang membukanya. "Kemana sih nih orangnya!" kesalnya.


"Iya bentar!" teriak Galen dari dalam dengan malas, ia sangat capek karna baru pulang sekolah itu semua karna Ira meninggalkan nya jadi ia harus menunggu kendaraan umum yang melintas didepan sekolahnya, ia benar-benar kesal pada kelakuan Ira hari ini.


Saat membuka pintu ia langsung melayangkan tatapan tajam saat melihat orang yang ia sumpahi sedari tadi sedang berdiri tegap dihadapannya.


"Ngapain Lo kesini?" tanyanya ketus. Ira tidak menjawab malah langsung nyelonong masuk kedalam rumah.


"Kak Tiara!" teriaknya.


"Lo gak punya sopan-santun banget sih jadi orang langsung main nyelonong masuk rumah orang!" Ira tidak menggubris ucapan Galen ia terus memanggil-manggil nama Tiara tapi sang punya nama tidak menyahutnya sama sekali.


"Kak Tiara gak ada," ucap Galen ketus.


"Lo tuli!" teriak Galen kesal karna sedari tadi ucapannya tidak dihiraukan oleh Ira, dia sudah bilang jika Tiara tidak ada dirumah, eh tamu gada akhlak ini malah teriak-teriak seperti orang gila. Tuan rumah mana sih yang gak kesel?!


"Kemana dia pergi?" Ira tanya dengan ketusnya seolah dialah tuan rumah nya.


"Kepala Lo sakit?" tanya galen dengan senyum miring.


"Gak!" jawaban singkat, padat, jelas dan tak ketinggalan judes nya juga keluar lengkap sudah.


"Lo itu aneh sekali datang gak salam malah teriak-teriak kek Tarzan, dan Lo tanya sama tuan rumah dengan gaya songgong Lu itu, apa anda waras?"


"Beraninya kau mengatai ku tidak waras!" teriak Ira.


"hello Andira hermawan apa saya tadi bilang jika anda tidak waras? tidak! saya hanya bertanya apa anda waras atau tidak eh malah kau sendiri yang menjawab jika kau kurang seratus," balas Galen dengan senyum meledek.


Ira langsung memukul lengan Galen dengan sangat keras. "Lo tuh cowok paling nyebelin seantero!" teriaknya yang langsung dibungkam oleh Galen.


"Lo mau didatangi tetangga karna suara cempreng Lo itu?" Galen masih tidak melepas bungkaman nya pada mulut ira.

__ADS_1


Ira menggigit tangan Galen dengan sangat kuat.


"Ahhhkk." teriak Galen karna kesakitan akan gigitan Ira.


"Buas juga Lo ya!" ucap Galen dengan senyum misterius.


"Gue bales perbuatan Lo!" ucap Galen mendekat pada ira.


Dekat semakin mendekat.....


"A-apa yang Lo lakukin, minggir! jauh-jauh Lo dari gue!" teriak Ira semakin mundur tapi Galen semakin maju padanya.


Sampai Ira menabrak tembok dibelakangnya buntu sudah jalannya untuk kabur. Galen menarik pinggang Ira agar ia mendekat wajah mereka sudah sangat dekat bahkan keduanya sama-sama bisa merasakan hembusan nafas yang menerpa wajah masing-masing.


Jantung mereka saling beradu cepat wajah mereka semakin mendekat bahkan dahi dan hidung mereka sudah bersentuhan sedikit lagi bibir mereka bertemu.


Anggota badan Ira rasanya tidak bisa digerakkan otak dan pikirannya yang masih waras berontak untuk menjauh tapi tubuhnya seolah pasrah.


Kurang sedikit bibir mereka bertemu sampai------


"Astaga apa yang kalian lakukan!" teriak Nara yang baru tiba membuat mereka berdua terkaget dan sama-sama menjauh Noah dan Nara yang baru tiba pun juga terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Badan saling menempel bahkan bibir mereka akan bertemu dan juga tempat mereka sangatlah intim dipojokkan rumah sepi tak ada orang jika orang lain yang melihat pasti sudah mengira mereka ngapa-ngapain lagi.


Nara segera menghampiri Ira dan Noah pun sama ia langsung menghampiri Galen. "Hei apa yang kalian lakukan?" tanya Noah.


"A-apa kita gak ngapa-ngapain," ngeles Ira.


"Nggak ngapa-ngapain apanya kondisi kalian tadi aja sangat intim dan aku sangat yakin kalian akan berciuman kalau kami gak datang," balas Nara dengan mata melotot.


"Apa kalian pacaran?" tanya Noah selidik.


Galen langsung merapatkan tubuhnya pada Ira dan menarik bahunya ia mempererat nya seakan memberi isyarat."iya kita pacaran," jawab Galen tegas.


"Kalian pacaran?" tanya Nara melonggo.


"Sejak kapan?" sambungnya penasaran Ira langsung menatap tajam pada Galen maksudnya apa coba.


"Sejak tadi dan yang kalian lihat tadi bukan apa-apa, aku hanya menggoda Ira saja," balas Galen datar. Memang yang dikatakannya memanglah benar niatnya tadi memang hanya untuk menggoda Ira tapi setan apa yang memasukinya sampai ia benar-benar akan mencium Ira.


Ira hanya tersenyum memperlihatkan gigi ratanya karna tatapan selidik dari Nara dan Noah. Ia juga tidak ingin jika si ember Nara ini memberitahukan kejadian tadi pada keluarganya.


"Oh," balas mereka berdua.


Galen dan Ira menghela nafas lega untung saja mereka berdua percaya. Lalu mereka berempat duduk disofa, Galen mengambil empat minuman kaleng dan makanan ringan untuk menemani obrolan mereka.


"Ehm, tumben kalian berdua kesini, ada apa?" tanya Galen, tak biasanya Noah berkunjung terlebih dengan Nara kapan akurnya kucing dan tikus itu.

__ADS_1


"Oh tadinya gue sama Nara ke rumah Ira mau ngajak dia jalan-jalan sama Lo juga eh ternyata Ira gak ada di rumah dan kata mamanya Ira kesini mangkanya kita kesini dan lihat itu tadi," jelas Noah.


"Gue mohon sama kalian jangan ngomong aneh-aneh di depan orang tua gue kalau nggak gue sikat Lo berdua," ucap Ira tegas dan matanya yang tajam.


Membuat Nara dan Noah menelan salivanya dengan susah."I-iya iya gue gak bakal ngomong, janji!" balas Nara dengan dua jari ia angkat.


"Yaudah kita jalan sekarang aja keburu maghrib," ucap Nara.


"Sebentar lagi juga maghrib mending kita maghriban sekalian terus baru jalan-jalan," usul Ira.


"Ya jalan-jalan malam lebih indah," balas Nara.


Selesai shalat mereka berdua bersiap untuk pergi jalan-jalan malam berempat. "Tumben Lo gak ngajak somplak?" tanya Ira penasaran biasanya Amel dan Nara akan selalu lengket seperti permen karet tapi sekarang malah berdua sama kucingnya.


"Gue tadinya mau ngajak Amel tapi dia lagi dirumah saudaranya dan kalau zura sama Azzam dia gaboleh keluar malam, Lo kan tahu kalau mereka anak pak yai ya kali boleh keluar malam?"


"Hm. Lo bener!"


"Terus gimana mereka dapet jodohnya," celetuk Noah. Mereka bertiga mengernyitkan dahi, Noah yang melihat tatapan mata mereka langsung nyengir.


"Biasa aja kali lihatin gue."


"Eh dengerin ya monyong, Azzam mah dapat jodohnya gampang ganteng iya, Sholeh iya kurang apa coba kalau Lo mah masih mikir-mikir orang mau ngasihin anaknya," ucap Nara yang mengundang gelak tawa Ira dan Galen sedangkan Noah hanya menatap nya kesal.


"Sialan Lo!" kesal Noah.


"Gimana kalau kita taruhan," ucap Noah.


"Apa?"


"Kita taruhan, kasih gue waktu satu bulan!" ucapnya.


"Untuk apa?" beo Nara.


"Untuk buat Lo suka sama gue, dan kalau gue berhasil Lo harus nurutin semua kemauan gue dan kalau gue gagal gue akan nurutin semua kemauan Lo selama sebulan," tawarnya.


"Penawaran yang bagus, terima aja Nar," balas Ira. Nara hanya terdiam jika ia menerimanya jelas saja dia akan kalah secara meskipun Noah tidak membuat taruhan itu Nara pun sudah suka padanya apalagi jika ada taruhan itu bisa kalah diawal dia.


Nara hanya terdiam masih bergelut tentang pikirannya sendiri Ira tau betul apa yang dipikirkan oleh Nara. Ira langsung menerima penawaran itu karena menurutnya mungkin dengan cara itu Noah bisa suka sama Nara dan membalas perasaan sahabatnya ini.


"Oke Nara terima taruhan Lo, ingat satu bulan!" balas Ira dan Noah pun mengganguk.


"Satu bulan!" ucapnya tegas.


Jalan-jalan malam hanya tinggal omongan saja karna mereka tidak jadi jalan-jalan malam mereka lebih memilih menghabiskan waktunya dengan mengobrol bersama.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen and votenya sayang😚❤️😂


__ADS_2