
Nara berlari menuju mobilnya ia terisak disana memegang dadanya yang terasa sesak menjatuhkan kepalanya di stir mobil.
Seperkian menit akhirnya ia bisa menenangkan diri meskipun tak jarang air matanya jatuh ia melajukan mobilnya ke rumah Retha, dia tidak bisa pulang dengan kondisi kacau sepeti ini, jawab apa dia nanti jika mamanya melihatnya berantakan seperti ini.
Setengah jam kemudian ia sudah sampai dirumah besar milik Retha. Ia langsung masuk kesana karna sudah sering berkunjung jadi pelayan dan penjaga keamanan keluarga Retha sudah mengenalnya.
Nara berjalan langsung ke kamar Retha dengan diantar ART meskipun sering tapi dia masih sungkan jika langsung ke kamar Retha terlihat tidak sopan saja.
Tok Tok Tok
"Siapa?" teriak Retha dari dalam.
"Bibi non." Retha membuka pintu kamarnya lalu matanya tak sengaja melihat temannya dengan wajah berantakan itu.
"Nara," ucap Retha, ia langsung menariknya kedalam kamarnya sebelumnya sudah menyuruh bibi pergi.
Retha mendudukkan Nara disofa kamarnya mengambilkannya air putih untuk menenangkan temannya ini.
"Minum!" titahnya. Nara menurut ia langsung meminum air putih itu sampai habis. Lalu meletakkannya diatas meja, kesedihan mulai menyeruak dihatinya Nara tak segan langsung memeluk Retha sahabatnya.
"Retha, hiks hiks hiks." Nara memeluk Retha dengan air mata yang mengalir deras, meskipun sudah banyak yang ia keluarkan tapi air mata itu tidak juga bisa berhenti.
Retha mengusap punggung Nara menenangkan nya ia sudah bisa menebak apa yang membuat Nara sesedih ini siapa lagi jika bukan cowok gila itu.
"Kenapa dia harus datang Tha, kenapa dia harus datang disaat gue udah belajar buat ngelepas dia, buat ngikhlasin dia, hiks hiks." Retha juga sangat kesal pada Noah karna dia telah membuat teman baiknya bersedih ia menjadi geram, kenapa juga Nara harus menangisi cowok brengs*k itu.
__ADS_1
"Nar udahlah, kenapa sih Lo harus nangisin dia sampe kayak gini, air mata Lo terlalu berharga kalau cuma buat nangisin cowok brengs*k kayak dia," ucap Retha.
"G-gue."
"No guy is worth your tears and when you find the one that is he won't make you cry!" seru Retha.
"Lupain dia nar lupain dia yang udah berkali-kali bikin Lo sakit hati, masih banyak cowok diluar sana yang jauh lebih baik darinya yang bisa mencintai Lo dengan tulus, Nara kita sebagai perempuan lebih baik dicintai daripada mencintai," sambung Retha lagi.
"Gue udah coba Retha, gue udah coba lupain dia tapi gue gak bisa. Gue yang terlalu bodoh, bodoh karna terlalu mencintainya mata gue yang terlalu buta dan gue udah ngerasa mati rasa gue udah sering disakitin gue udah kebal dengan semua rasa sakit ini seolah sakit ini telah bersahabat sama gue," ucap Nara lirih.
"Nara maafin gue, mungkin gue gak berada diposisi Lo gue nggak bisa ngerasain apa yang sekarang Lo rasain tapi gue juga sering berada diposisi kayak Lo, emang mulut kita gampang kalau ngomong buat orang lain tapi buat diri kita sendiri yang ngejalanin itu semua emang susah." Retha menghela nafas panjang bagaimana bisa dia meminta Nara melupakan Noah sedangkan dirinya sendiri sampai sekarang masih belum bisa melupakan Steven.
"Giving up doesn’t mean you are weak; some-times it means that you are strong enough to let go," ucap Retha tiba-tiba.
"Lo emang benar Nar, mungkin dia jodoh Lo dan sekarang kalian berdua telah diuji perjuangan dan kesetiaan masing-masing, percayalah semua akan indah pada waktunya."
"Omong kosong dengan kata setia? Setia apa yang Lo maksud, gue sama dia gak ada hubungan apa-apa, jadi untuk apa dia setia sama gue dan untuk apa juga gue setia sama dia kalau gue sama dia hanyalah orang asing yang nggak sengaja bertemu dan bodohnya gue naruh hati sama dia, tapi dia gak bisa jaga itu, berulang kali dia memecahkannya dan membuatnya tersakiti, lantas apa yang harus gue pertahanin kesetiaan apa? kalau hati gue yang udah pecah dan terus tersakiti lebih memilih mundur tapi tetap saja masih ada pecahan kecil yang masih tertinggal disana."
"Nar kalau dulu Lo nggangep dia spesial dihidup Lo, penyemangat Lo, alasan buat Lo tersenyum. Lantas kenapa Lo ngomong kalau dia cuma orang asing yang gak sengaja dipertemukan sama Lo, itu semua bukan ketidaksengajaan tapi itu semua takdir. Mungkin Lo emang ditakdirkan untuk bertemu dengannya."
"Ya Lo benar gue emang ditakdirkan buat bertemu sama dia tapi tidak untuk saling mencintai melainkan saling menyakiti."
"Berdamailah dengannya mungkin dengan Lo berdamai sama dia Lo bisa ngerti akan kemauan hati Lo, ingat satu hal jika kata hati gak akan pernah salah."
"Tapi gue gak bisa bukan gak bisa lebih tepatnya gue belum bisa gue masih belum sanggup buat ketemu sama dia, tatapannya selalu buat gue lemah. Hah! cinta melumpuhkan semua anggota tubuh gue!" Nara tersenyum miris menghapus setetes air mata yang terjatuh itu.
__ADS_1
"Berdamailah dengan dirimu terlebih dahulu Nar terima apapun yang terjadi di kehidupanmu, entah itu hujan atau pelangi tapi Lo harus tetep senang kalau hujan yang menghampirimu itu tandanya pelangi tengah menantimu."
"Retha gue bener-bener pusing mikirin semua ini, kenapa sih dia harus dateng lagi."
"Karna dia takdirmu Nara, dialah pria yang dipilih Tuhan untuk menjadi pendampingmu."
"Omong kosong." Nara tersenyum miring.
"Jika dia takdirku maka dia takdir terburukku dan jika ini semua mimpi gue pingin cepet bangun dan ngelupain semua mimpi buruk ini."
”terserah Lo nggangep ini apa, tapi suatu saat gue yakin Lo sendiri yang akan ngomong kalau inilah takdirmu!"
"Ada apa sama Lo perasaan Lo tadi bener-bener gak suka sama dia tapi sekarang kenapa Lo jadi bela dia."
"Gue bukan membelanya Nar, Gue cuma gak pingin Lo ambil keputusan yang buat Lo menyesal dikemudian hari, kalau Lo masih cinta sama dia. Maka kasih dia kesempatan kedua. Jika Tuhan saja masih bisa ngasih kesempatan buat umatnya kenapa Lo enggak."
"karna gue bukan Tuhan, gue cuma belum siap dengan semua ini, semua terlalu cepat dan gue belum bisa mencernanya."
sepulang dari danau tadi Noah sekarang sudah sampai dirumah orang tuanya masuk dengan wajah dinginnya, dahinya berkerut tangannya mengepal ia masih tersulut emosi jika mengingat kedekatan Nara dan Steven.
"siapa cowok itu? aku harus mencari tahu."
"Cepat atau lambat aku akan mendapatkanmu kembali, karna kaulah takdirku!" ucap Noah
like dong vote dong😍
__ADS_1