Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Adu Jambak


__ADS_3

Nara yang baru mendapat kabar dari Ira akan keadaan Noah juga merasa iba, rasanya ia ingin segera kembali ke Indonesia, tapi sangat tidak memungkinkan karena papanya belum selesai dengan bisnisnya dan jika ia pulang sendiri Nara juga tidak berani.


Mungkin satu tahun kedepan dirinya akan pulang saat ia lulus SMA.


"Ada apa denganmu apa kau kesepian karna mainanmu tidak ada," gumam Nara dengan tersenyum tapi hatinya terasa sesak.


Nara menatap nanar foto Noah ia juga begitu merindukannya tapi ada hak apa dia merindukan Noah, siapa dirinya? Kata-kata itu selalu terngiang dikepalanya.


"kenapa kau senang sekali menyiksaku, hiks hiks. Apa masih kurang penderitaan yang kau berikan selama ini padaku."


apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus kembali, tapi untuk apa aku iba dengan orang yang menyakiti diriku tidakkah dia memikirkan diriku untuk apa juga aku memikirkan dirinya. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan bolehkah untuk kali ini saja aku egois biarkan aku memikirkan diriku sendiri. Bahu Nara terguncang ia menangis terisak ia sungguh tidak tahu harus bagaimana, kenapa dia kembali mengusik kehidupannya.


sedangkan disana di SMA Ganesa sedang ada drama antara ibu dan anak. Amel kena marah habis-habisan oleh ibu nya dia yang biasanya banyak omong kalah dengan induknya omongan.


"Kau itu sekolah belajar apa? kenapa sampai mama harus ke sekolah mengambil rapot mu yang nilainya telor seperti ini, hitung saja berapa ini yang dapat nilai telor, memalukan nanti setelah pulang goreng lah telor-telormu ini awas saja sampai tidak kau makan!" ucap Rifka Annisa mama amel.


"Sorry ma'am, that's all because it's hard for Amel to have learned but the problem is it's very difficult so don't blame Amel, please."


"astaga ngidam apa aku dulu punya anak gila sepertimu, jika bukan kau yang salah lalu siapa apa mama harus menyalahkan soal atau gurumu." Annisa menarik nafas lalu menghabiskannya perlahan jika bicara dengan anak bungsunya ini memang dia harus ekstra sabar.


Amel tersenyum kikuk tidak tahu juga harus menjawab apa yang dia tahu sekarang dia benar-benar malu karna mamanya ini memarahinya didepan guru dan teman-temannya.


Bosa jatuh harga diriku. Batinnya.


"Mama akan melaporkan nilai rapotmu ini pada Daddy," ucap Annisa dia sudah mengambil handphone dari tas kecilnya bersiap menghubungi sang suami.


"Mam jangan dong, Amel janji deh bakal rajin belajar dikelas dua, gini ya mam yang terpenting sekarang itu Amel masih naik kelas," ucapnya bangga.

__ADS_1


"Anak ini." Annisa yang sangat kesal pada anak bungsunya langsung menjewer telinga Amel dan menariknya keluar mengajaknya pulang ke rumah, sebelumnya dia sudah pamit pada guru dan teman-teman Amel.


"Mam lepasin malu tau dilihatin temen-temen aku," ucap Amel memegang tangan mamanya yang menjewer telinganya semua orang yang ia lewati pada menertawakan dirinya.


"Biarin mama lebih malu jika Tante sama om kamu nanya tentang nilai rapot kamu," ucap Annisa.


setelah Amel dan ibunya keluar semua orang yang berada diruang BP langsung tertawa lepas sedari tadi mereka sudah mati-matian menahan tawa karna menghormati ibu Amel.


"Gila, Lo lihat wajah Amel tadi, baru kali ini gue lihat dia mati kutu kayak gitu," ucap Arkan dengan gelak tawanya.


"Tapi gilanya lagi dia udah salah masih aja ngejawab dan bodohnya lagi udah dapat rangking dua dari belakang masih aja bangga," sambung Nara.


"Urat malunya udah putus kali," sambung Ira


mereka bertiga tertawa lepas bukan hanya mereka berdua tapi guru BP pun juga ikut tertawa melihat kekonyolan muridnya ini.


"Sudah-sudah sekarang kalian keluar dan boleh pulang," ucap guru BP


"Eh Ira, masih pagi juga gimana kalau kita ngafe sama ngerayain juara kelas Lo, traktir lah!" ucap Arkan.


"gampang, ayo berangkat, Lo tunggu dimobil gue mau jemput my baby honney dulu," ucap Ira dengan senyuman.


Arkan hanya tersenyum menanggapinya.


Ira menghampiri Galen dan Noah yang sedang duduk dibangku kelasnya mereka sedang bercengkrama dengan teman-temannya dan yang tidak disukai Ira adalah cewek yang duduk disebelah Galen, centil itulah penilaian yang Ira berikan padanya.


"ehem." Ira berdehem sangat keras sehingga semua orang dimeja itu menoleh kepadanya. Galen yang melihat sang pacar langsung tersenyum dan merentangkan tangan menyuruh Ira duduk disampingnya sedangkan cewek tadi sudah disuruh minggir oleh Galen tapi dia tidak juga pergi.

__ADS_1


"Dimana aku mau duduk," ucap Ira dingin ia menatap sinis pada cewek itu.


Tidak tahu malu. Batinnya


"clar pergilah kau tidak lihat jika ratunya sudah datang," ucap cewek satunya dengan menatap sinis pada Ira.


Ira tersenyum miring padanya.


"Ya pergilah apa kau tidak punya malu sudah disuruh pergi tidak juga pergi, oh atau kau tidak bisa berdiri mari aku bantu," ucap Ira sinis.


Clara nama cewek yang duduk disebelah Galen langsung berdiri dan dengan sengaja menabrak bahu Ira membuatnya mundur sedikit Galen yang melihatnya nampak tak senang ia langsung menatap tajam pada teman kelasnya itu.


"kalau jalan pakai mata apa matamu tidak berfungsi," balas Ira lalu duduk manis disebelah Galen.


"Lo itu cuma adik kelas jadi gak usah belagu, mentang-mentang pacar Lo ketos Lo jadi sak enaknya sama kita. Inget ya kita itu kakak kelas Lo lebih senior dari pada Lo!" ucap cewek satunya yang bernama Siska.


"Oh jadi kalian pingin gue gimana? dan satu lagi gak usah bawa-bawa pacar gue karna dia gak ada hubungannya sama masalah ini, meskipun gue bukan pacar Galen gue masih berani ngadepin cewek-cewek centil dan sok berkuasa kayak kalian," ucap Ira sembari melihat mereka berdua dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina.


Galen dan teman lainnya hanya menonton saja tanpa ada yang mau ikut campur. Karna Galen yakin jika pacarnya akan baik-baik saja dan jika dirasa pacarnya nanti akan kalah baru dia yang akan maju.


"Dasar adik kelas tidak tahu diri!" Clara yang sudah sangat panas dengan ucapan pedas Ira langsung ingin menjambak rambutnya tapi dengan cepat Ira menangkisnya dan memelintir tangan Clara ke belakang membuatnya meringis kesakitan.


Clara yang bisa sedikit ilmu bela diri mencoba membalasnya tapi Ira selalu bisa menangkis serangannya sedangkan Siska ia berusaha membantu Clara tapi belum mulai ia sudah dapat jambakan dari seseorang.


"Berani banget Lo mau nyelakai teman gue, kalau berani sini maju hadapin gue, berani-beraninya main keroyokan, sini adu Jambak sama gue karna kalau adu jotos gue nggak bisa!" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Amel.


Ya Amel emang udah pulang tadi tapi dia kabur dari mamanya dengan alasan ke kamar mandi. Lalu tak sengaja melihat keributan dikelas Galen dan sifat ke kepoan dirinya keluar mengajaknya untuk melihat keributan itu dan matanya melihat sahabatnya dikeroyok oleh dua cewek perempuan dengan segera tangannya bereaksi dan menjambak rambut cewek yang akan menjambak rambut sahabatnya.

__ADS_1


Dan adu Jambak dan bergelut itu terjadi antara Ira, Clara, amel, dan Siska sedangkan para cowok hanya sebagai penonton, Galen akan memisahkannya pun tidak bisa ia hanya melihat pertunjukan sang pacar yang cemburu akut dan posesif ini, jika dibalik jika dirinya yang berada diposisi Ira pasti dia juga akan menghabisi cowok itu.


maaf jarang up 🙏 sekarang udah up jadi like sama komennya jangan lupa 😊salangeyo cayang❤️🤣


__ADS_2