
Setelah adu Jambak tadi, sekarang mereka tengah berada di cafe starla cafe milik keluarga Galen cafe ini baru saja buka, dan mereka semua ingin mencoba makanan dan minuman disana tentunya dengan traktiran Tuan rumah.
Ira dan Amel masih saja emosi, mereka sedari tadi masih saja menggerutu kesal, jika saja tadi bukan Bella yang memisah adu Jambak itu pasti dua manusia tadi sudah habis dibasmi Amel dan Ira.
"Dasar gak tahu diri, udah jelek sok berkuasa lagi," oceh Amel.
"Tau dia yang nantang tapi dia sendiri yang kalah, memalukan!" sambung Ira.
"Udahlah, gak capek apa dadi tadi Lo pada ngomel mulu? dan Lo juga pacar apa Lo udah tau pacarnya berantem bukan malah misah malah diem aja. Lo seneng pacar Lo jadi tontonan." hardik Bella pada Galen.
"Bukannya gue gak mau misahin tapi Lo tau sendiri kan pacar gue ini keras kepalanya kayak gimana, kalau gue misahin mereka entar yang ada dia malah mikir gue belain tuh cewek dan gue bakal dibuat pusing kalau entar dia ngambek," ucap Galen sembari menyesap latte pesanannya.
"Dan Lo Mel bukannya tadi kuping Lo dijewer Mak Lo diajak balik, terus kenapa Lo bisa ikut adu Jambak itu?" tanya Bella.
"Oh itu, gue punya filing kalau sahabat gue lagi dalam bahaya dan bener aja waktu gue kesana gue lihat sahabat gue dikeroyok sama dua Mak lampir, gue takut aja kalau gue gak nolongin entar yang ada wajah Ira jadi jelek dan nih pak ketos bakal ninggalin Ira. Ya kasihan aja lah kalau Miss jutek ini harus bersedih karna Miss kutub mutusin dia, kan jadi gak drakor gratis lagi dong," ucapnya cekikikan Ira langsung mendelik pada Amel.
"Kurang aja Lo Mel, Lo doain gue putus sama Galen? dan kalaupun Lo gak nolongin gue, gue juga bisa ngalahin dua Mak lampir itu sendiri!" ketus Ira dengan wajah garangnya.
"Yaelah Ira gue cuma bercanda garang bener wajah Lo," ucap Amel lirih dia sedikit takut jika kepala Ira sudah keluar sungutnya.
"Candaan Lo gak lucu," ketusnya sembari memalingkan muka.
Galen sudah merasakan firasat buruk sepertinya ia harus pusing lagi sebentar lagi. Dan....
Benar saja baru ngebatin pacarnya ini juga ikut ngambek padanya dan pergi meninggalkan mereka semua dengan wajah ditekuk kesal.
"Ira kamu mau kemana? makanannya belum dimakan nih!" teriak Galen tapi Ira tidak juga menghiraukannya ia tetap berjalan pergi tanpa melihat ke belakang.
Galen segera mengejar pacarnya keluar sebelumnya ia melirik tajam ke arah Amel karna kesal. Setelah ini dia harus merangkai kata-kata manis yang sangat menggelikan untuknya untuk bujukan sang pacar agar tidak ngambek lagi.
Galen tak henti-hentinya merutuki Amel yang membuatnya dalam masalah.
Awas aja kau amel. geramnya
__ADS_1
Amel yang ditatap tajam oleh Galen malah cengengesan dan berucap maaf sedangkan yang lainnya mati-matian menahan tawa melihat Galen yang bucin akut pada Ira.
Ira sedari tadi masih belum pergi dari cafe itu ia lebih memilih duduk ditaman menikmati keindahan alam dan angin sepoi-sepoi yang mampu meredakan sedikit emosinya.
"Menyebalkan! kenapa semua orang hari ini sangat menyebalkan dan dia. Kenapa dia tidak mengejarku," gerutu ira.
Tanpa ia sadari sedari tadi Galen sudah berdiri dibelakang pohon besar ia sengaja tidak menampakkan diri untuk menguping bibir mungil itu ngedumel.
"Aku hitung sampai sepuluh jika dia tidak datang juga aku bakal bener-bener merajuk pada nya, dasar menyebalkan, tidak peka!" umpat Ira kesal.
Galen tersenyum mendengar ocehan pacarnya ia berjalan perlahan mendekat ke arah Ira lalu menutup kedua mata gadis itu.
"Hei siapa kau, lepaskan!" teriak Ira.
"Diamlah kenapa hari ini kau cerewet sekali," bisik Galen ditelinga Ira membuatnya mematung sejenak lalu melepas paksa tangan itu.
"Kenapa kau kemari, kembalilah aku tidak membutuhkanmu!" ketus Ira.
"Kau yakin tidak membutuhkanku, tadi aku mendengar bidadari cantik mengatakan, ehem (Galen merubah suaranya menjadi lebih kecil) Aku hitung sampai sepuluh jika dia tidak datang juga aku bakal bener-bener merajuk pada nya, dasar menyebalkan, tidak peka!" ucap Galen menirukan gaya bicara Ira tadi.
"Menyebalkan kau sedari tadi sudah disini dan menguping pembicaraanku," ucap Ira kesal bercampur malu.
"Pembicaraan apa? kau bicara dengan siapa sayang?" ucapnya dengan gelak tawa.
"Aku bicara dengan diriku sendiri, apa kau tidak tahu jika aku curhat dengan kembaranku," ucap Ira.
"Kembaran?"
"Ya kembaranku, apa kau tidak melihatnya?" ucap Ira.
"Siapa? dan dimana? kenapa aku tidak melihatnya," ucap Galen dengan polosnya.
"Dia ada di sebelahku sayang, apa kau tidak melihatnya?" ucap Ira dengan tersenyum miring.
__ADS_1
"Kau jangan bercanda mana ada orang disebelahmu selain aku," ucap Galen mulai merinding.
"Ada sayang." Ira mulai mendekat dan menggelitik leher belakang Galen.
"Ira, kau jangan bercanda ini tidak lucu." Galen mulai menjauh sekaligus kesal.
Ira tertawa dengan sangat keras karna berhasil mengerjai Galen.
"Hahaha kenapa kau ini penakut sekali," gelaknya.
Galen memasang wajah kesalnya lalu pergi meninggalkan Ira sendiri, sekarang ganti Galen yang merajuk dan Ira yang ganti akan membujuk.
jika dua sejoli ini saling menggoda dan membujuk beda lagi dengan satu manusia ini, setelah Galen pergi ia pun ikut pergi, seperti biasa dia akan mengurung diri didalam kamar dan berbicara dengan foto Nara.
Noah sudah seperti orang gila hanya itu yang ia lakukan tiap hari terkadang tertawa jika mengingat kebersamaan dirinya dengan Nara dan bersedih saat mengingat dirinya yang menyebabkan Nara pergi dan dirinya juga yang memberikan luka pada Nara.
.
semenjak menerima kabar tentang Noah, Nara jadi semakin sering melamun Sekarang, dirinya selalu terbayang-bayang akan keadaan Noah, mulutnya berkata jika ia ingin egois tidak ingin memikirkan perasaan orang lain tapi hatinya menolak itu semua. Nara terlalu baik meskipun dia sering dibuat sakit hati oleh Noah tapi dia sama sekali tidak bisa membencinya bahkan meskipun mereka dipisahkan oleh jarak rasa sayang dan cinta Nara pada Noah semakin besar.
Nara sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanan didepannya tatapan matanya mengarah kedepan tapi tatapan itu kosong pikirannya melambung jauh siapa lagi yang ia pikirkan jika bukan Noah.
Retha yang sedari tadi disampingnya sampai menghela nafas panjang bukan sekali atau dua kali dia melihat Nara seperti ini hampir setiap hari sampai matanya sangat jengah melihatnya.
"Nar stop, sampai kapan Lo bakal kayak gini," ucap Retha ikut sedih melihat sahabatnya.
"apa?" ucap Nara tanpa menatap.
"Nara lihat gue!" menarik bahu Nara agar menatap kearahnya.
"kalau Lo masih sayang sama dia dan dari cerita temen Lo kalau dia juga sayang sama Lo, yaudah Nar sekarang Lo hubungin dia lihat keadaannya lihat wajahnya, Lo gak usah kayak gini kalau Lo kayak gini juga gak bikin masalah Lo kelar yang ada Lo malah bikin orang terdekat Lo jadi sedih, contohnya gue, gue sedih Nar setiap kali lihat Lo kayak gini lihat Lo yang nggak punya semangat kayak gini," ucap Retha.
Nara melihatnya dan langsung memeluk Retha ia tidak sadar jika dirinya telah membuat sahabatnya bersedih.
__ADS_1
"maaf," ucapnya lirih
like sama votenya jangan lupa😚