
Galen masih terdiam, ia masih berusaha mencerna semua yang terjadi barusan, mulai dari penculikan pacar kesayangannya, dan sekarang pesta ulang tahunnya bahkan pacar yang sangat ia khawatirkan ini yang menyambutnya pertama kali.
"Sayang apa kau tidak bahagia?" tanya Ira, karna sedari tadi Galen hanya diam saja. Galen tersadar dari lamunannya karna ucapan Ira ia melihat manik mata wanita cantik di depannya ini yang sedikit kecewa karna ia tidak juga merespon.
Galen langsung menampakkan senyuman manisnya dan mengecup lama dikening Ira. "makasih sayang, aku sangat bahagia. I love you too baby," ucap Galen mesra.
"Wiuwit, bucin aje nih, nih kue kapan ditarohnya, mohon hormatin jomblo ya," celetuk Amel.
"Ye iri aje lho markonah," sahut Arkan dengan tawa kecil.
"Bodooo amattt."
Ira mengambil alih kue dari tangan Bella lalu menyalakan lilin nya ia berjalan perlahan ke arah Galen dengan menyanyikan lagu happy birthday too you.
🎵Happy birthday to you
🎵Happy birthday to you
🎵Happy birthday
🎵happy birthday
🎵happy birthday Galen.
Yang lainnya pun ikut menyahut bernyanyi bersama.
Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun Galen yang ke-18 th.
"Gak nyambung pe'ak," celetuk Amel lagi menghancurkan suasana.
"Udah diem ikut aja gak usah banyak protes," bisik Bella disamping nya. Ira berdiri tepat didepan Galen tentu dengan senyumannya yang mengembang. Galen hanya fokus pada wajah cantik itu bukan pada kue yang nampak menggoda bentuknya.
Tiup lilinnya tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga.
sekarang juga.
"Sayang sebelum kamu tiup lilinnya kamu berdoa dulu," ucap Ira, mama Galen sudah berada tepat disamping anaknya mengusap lengan anaknya yang bukan kecil lagi ini.
Galen memejamkan matanya berdoa dengan sepenuh hatinya lalu meniup lilin pada kue itu. Entah apa yang ia doakan tapi yang pasti itu yang terbaik untuk nya.
Semua orang bertepuk tangan meriah saat Galen telah meniup lilinnya persis seperti bocah Lima tahun yang sedang berpesta, tapi kali ini Galen tidak malu ia bahkan sangat menikmatinya karna senyuman bahagia yang tak pernah surut dari wajah orang tersayang nya orang tua dan pujaan hatinya. Tak tertinggal tawa teman-temannya.
"Suapan pertama buat siapa ini?" tanya sekaligus godaan Bella.
"Buat orang yang spesial orang yang berperan penting dalam hidupku, suapan pertamaku untuk mamaku tercinta mama Vina," ucap Galen lalu menyuapkan sepotong kue itu pada Vina mamanya.
Mata Vina berkaca ia sangat bahagia ia tadi sempat berpikir jika suapan pertama anaknya akan diberikan pada calon mantunya.
"Kenapa kau berikan pada mama kenapa tidak kau berikan pada Ira sayang?" tanya mama serak ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Tante ini bicara apa, tentu saja orang yang paling spesial dihati seorang anak adalah mamanya ibu kandungnya," ucap Ira ikut mengharu.
"Putraku." Vina memeluk anaknya erat ia tidak menyangka jika anaknya sekarang sudah besar rasanya baru kemarin ia merasakan sakit pasca melahirkan, baru kemarin ia memberikan asi pada anak bungsunya menggendongnya menimangnya didalam dekapannya, waktu berjalan sangat cepat anak yang ia rawat sedari lahir dengan penuh kasih sayang saat ini telah tumbuh dewasa.
__ADS_1
"Anak nakal kau akan tetap menjadi putra kecilku," ucap Vina dengan air mata merembes, Galen mengusap air mata itu mengecup singkat pada pipi mamanya.
"Galen sangat menyayangi mama, makasih ma untuk semuanya dan maaf jika Galen sering membuat mama bersedih." Galen masih tetap memeluk mamanya layaknya anak kecil.
"Ehem, kau tidak ada keinginan untuk memeluk papamu ini?" tanya Abraham yang sedari tadi setia berdiri disamping istrinya.
"Astaga aku melupakanmu tuan Abra," ucap Galen dengan senyum tipis, membuat semua orang disana pun ikut tertawa.
"Anak nakal," ucap Abraham sembari tersenyum tangannya meninju pelan lengan anaknya.
"Suapan ketiga buat siapa ini?"
"Suapan ketiga akan aku berikan pada kakak tersayangku tapi karna dia tidak ada kita lewati saja dan suapan ini akan aku berikan pada separuh nyawaku, Ira." Galen menatap lamat-lamat manik mata Ira yang bersinar.
Ia berjalan lebih maju beberapa langkah lalu menyuapkan kue cokelat itu pada Ira, Ira pun ikut menyuapkan kue itu pada Galen dan terakhir mendoletkan crim kue itu pada wajah Galen hidung dan pipinya.
"Happy birthday sayang," ucapnya lalu berlari menjauh darinya. Galen tersenyum lalu berlari mengejar Ira dengan tangan yang dipenuhi crim cokelat itu, teman yang lain pun ikut mengejar Galen untuk mendaratkan krim ini diwajahnya.
Dan sekarang wajah mereka semua sudah dipenuhi krim cokelat dan yang paling parah adalah wajah Galen. Lalu mereka mengabadikan wajah itu dengan berfoto ria.
Ira berdiri disamping Galen dengan memeluk lengan Galen dengan tersenyum lebar tapi Galen hanya berwajah datar tidak ada senyum diwajahnya ia masih jengkel dengan perbuatan temannya yang membuat wajah nya seperti badut ini.
"Galen tersenyumlah," ucap Bella kesal. Ira sedikit menjinjitkan kakinya lalu menarik kedua pipi Galen agar tersenyum ia pun ikut tersenyum lebar.
Sungguh wajah Galen sangat lucu, Bella yang baru saja melihatnya pun langsung tertawa lepas.
Setelah mengabadikan nya dengan berbagai pose mereka pun membilas wajah penuh krim itu, setelah itu mereka semua duduk ditaman belakang melanjutkan acara selanjutnya pesta berbaque.
Semuanya sudah sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing, tapi dua orang yang tengah dilanda asmara ini masih asyik berpacaran dibangku taman belakang tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya, dunia serasa milik mereka berdua.
"Kamu tadi bohongin aku?" tanya Galen datar.
"Penculikan."
"Oh itu, maaf aku cuma bercanda," balas Ira cengengesan.
"Bercanda kamu bilang, kamu tahu nggak seberapa khawatirnya aku saat kamu dalam bahaya?" Galen sedikit kesal juga dengan bercandaan mereka. Ira terdiam ia juga merasa bersalah.
"Maaf, aku cuma pingin bikin kejutan aja buat kamu aku nggak bermaksud bikin kamu khawatir maafin aku, kamu jangan marah ya," bujuk Ira. Galen masih saja berwajah datar enggan melirik ke arahnya.
"Sayang," rengeknya lagi.
"Kamu tahu aku nggak suka bercandaan yang bikin kamu dalam bahaya aku bener-bener khawatir sama keadaan kamu, janji ini yang terakhir jangan ulangin lagi," ucap Galen sembari memeluk pacarnya yang sudah berkaca-kaca itu.
"Maafin aku," Ira memeluk Galen erat.
Galen melepas pelukan itu karna merasa baju yang ia kenakan basah. "kau menangis?"
"Nggak, siapa yang nangis?" Galen mengusap lembut air mata Ira yang masih ada dipipinya.
"Ini apa?"
"Air hujan mungkin," jawabnya asal.
"Mana ada hujan," balas Galen terkekeh. Ia langsung memeluk Ira lagi dengan menghadiahi banyak kecupan dikepala.
"Aku punya hadiah buat kamu," ucap Ira sembari melepas pelukan itu.
__ADS_1
"Oh ya coba lihat!"
"Sebentar." Ira berjalan masuk ke dalam rumah Galen untuk mengambil hadiah yang ia taruh di ruang tamu tadi.
Ia kembali lagi pada Galen dengan sebuah kotak ditangannya. "Bukalah!" ucapnya pada Galen sembari memberikan hadiah itu.
Galen perlahan membuka pita itu lalu kertas kadonya dan terakhir kotak bentuk persegi itu.
Semua kenangannya bersama Ira dari awal mereka masih saling tidak suka sampai sekarang mereka menjalin asmara.
Foto pertama saat Ira dihukum Galen lari 5 putaran foto saat Galen membantu Ira yang akan terjatuh tapi malah dapat layangan mata tajam milik Ira ia pun juga menatap tajam padanya.
Entahlah dari mana Ira mendapat foto itu dan siapa yang memotonya ia juga tidak mengetahuinya disebelah foto itu ada tulisan.
Tidak tahu tapi sok tahu, aku membencimu ketos jelek ~ tulisnya disebelah foto itu.
Lalu foto selanjutnya adalah foto saat Galen mengejeknya diacara camping waktu itu saat ia mewakili kelompoknya memperagakan kata yang ia dapat dari pak Harry waktu itu kata 'monyet' waktu itu. Disana ada foto Galen dan Ira foto mereka terpisah tapi ditaruh bersandingan.
Kau sangat mirip dengan yang bergelantungan dipohon ~ tulisnya ucapan yang dikatakan Galen padanya waktu itu.
Banyak foto yang dipajang di buku diary itu, dengan tulisan yang memperjelas keadaan waktu itu sampai foto saat ini foto saat mereka sudah menjalin hubungan.
Foto saat ulang tahun Ira, foto saat Galen mengatakan cinta padanya disana pun ada dengan tulisan.
Aku mencintaimu Ira maukah kau menjadi pacarku? rasanya aku ingin segera melamarmu saat ini kenapa tidak kita sudah disaksikan banyak orang terlebih orang tuamu dan orang tuaku, tapi tidak kulakukan karna aku belum siap menjadi imam yang baik untukmu.
Dan juga foto saat mereka memakan eskrim ditaman foto dengan berbagai pose saat wajah Galen dan Ira penuh dengan eskrim kala itu.
Kau sangat manis lebih manis dari eskrim ini, aku mencintaimu Andira ~
Dan foto terakhir adalah foto saat mereka menggendong keponakan Galen.
Kaulah wanitaku, wanita yang ku cintai sekaligus ibu dari anak-anakku kelak~
Dan tulisan yang terakhir penutup dari foto-foto itu ialah.
Jika melihat hubungan kita yang dulu rasanya tidak mungkin jika kita akan bersama, tapi ketidakmungkinan itu akan aku ubah menjadi mungkin saat aku menyadari betapa indahnya dicintai, dicintai oleh cowok dingin dan cuek sepertimu tapi aku tahu jika kau sangat menjagaku. Kau priaku jika nanti ada cewek centil yang mendekatimu maka aku akan berteriak padanya akan aku tantang dia berkelahi bukan untuk menjadi wanita jagoan hanya saja aku melindungi milikku. Melindungi ketos galakku.
Aku mencintaimu ketos galak, My Mr.kutub
Galen sangat senang mendapat hadiah ini dari Ira ia bisa melihat langsung bagaimana awal perdekatan mereka yang tadinya seperti tom and Jerry sekarang mereka nampak seperti Romeo dan Juliet.
"Aku lebih mencintaimu Ira, dan kau tidak perlu menjadi wanita jagoan seperti itu karna aku akan selalu mencintaimu meski banyak orang yang menjelekkan namamu maka aku akan menutup telingaku aku akan selalu mempercayaimu dan akan selalu mencintaimu, ingatlah hatiku sudah penuh dengan cintamu dengan namamu," ucap Galen, ia menghadiahi kecupan lama dikening Ira.
"Makasih, dan Maaf. Maaf karna aku hanya bisa memberikan kado ini padamu, jujur aku sangat binggung ingin mengadomu apa, aku sangat ingin diulang tahunmu ini, aku bisa mengadomu sesuatu yang sangat indah dan sangat kau sukai jika aku mengadomu aksesoris pria itu terlalu pasaran dan aku tidak menyukainya aku ingin mengadomu sesuatu yang unik dan berkesan."
"Ini sangat indah dan sangat berkesan aku menyukainya tapi ada yang lebih kusukai dari ini."
"Apa?"
"Kau, kau yang lebih kusukai dan ku cintai."
"Gombal." wajah Ira bersemu merah. Galen tertawa lepas melihat wajah malu-malu Ira yang menggemaskan itu.
"Oh ya kau tadi berdoa apa di tiup lilinmu?"
"Rahasia, kau tidak perlu tahu." Ira mengerucutkan bibirnya kesal karna tak mendapat jawaban yang ia inginkan. Galen mengusap kepalanya pelan lalu mengajaknya untuk bergabung dengan teman yang lainnya.
__ADS_1
Aku berdoa agar kita selalu bersama, agar tidak ada lagi kata perpisahan sudah banyak ujian yang kita lalui, aku ingin kau menjadi wanita terakhir dalam hidupku. ucap Galen dalam hati.
like komen sama votenya jangan lupa sayang😩❤️