
Kobaran api tersebut membuat para warga berdatangan Galen juga dibantu tapi ia bersi keras ingin ke tempat kejadian ingin melihat keadaan Ira.
"Pak teman saya mana pak?" tanya Galen pada salah satu warga. "Saya juga kurang tau mas, tapi kayaknya dimobil itu tidak ada orangnya," balas bapak itu.
Galen sedikit merasa lega tapi ia masih belum tau dimana keberadaan Ira. "Eh tolong, tolong ini ada korban, bantu bawa ke ambulan!" teriak salah satu warga yang tak jauh dari kebakaran mobil itu.
Mereka langsung berdatangan begitupun Galen ia ingin melihat jika itu benar Ira atau bukan. "Ira!" ucap Galen cemas saat banyaknya darah dikepala Ira.
"Pak tolong bawa teman saya ke rumah sakit pak," pinta Galen sedangkan pak Harry sudah dilarikan terlebih dulu tidak ada yang parah hanya lecet-lecet saja.
Ira dan Galen pun dilarikan ke rumah sakit dengan ambulan.
Rumah sakit
Ira langsung di bawa ke UGD sedangkan Galen juga sudah diobati luka lecet ditangannya. Orang tua Galen dan Ira juga sudah dikabari dan menuju kesana.
Mama Ira yang mendengar anak kesayangan nya kecelakaan langsung pingsan baru saja ia tadi mendengar suara Ira yang ceria dan bahagia karna bisa mendapat juara satu. Namun sekarang ia harus menelan kabar buruk dari putri tercintanya. Keluarga Ira dan keluarga Galen tadinya juga ingin makan malam bersama sebagai perayaan keberhasilan anak mereka.
Sesampainya dirumah sakit mereka langsung menuju ruang operasi karna kabar terakhir yang mereka dapat Ira sedang di operasi karna pendarahan pada kepalanya.
Galen selesai diobati juga langsung ke ruang operasi melihat keadaan Ira yang ternyata masih dioperasi. Mama Ira yang baru saja datang langsung menangis dipelukan Hermawan, Angga masih belum sampai karna ia ada urusan di luar kota saat mendengar kabar adik kesayangannya kecelakaan ia langsung menghandle semua pekerjaan dan bergegas ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi?" tanya Amira terbata karna menangis. "Maafkan Galen Tante tadinya Galen yang menyetir dan ada mobil yang dikendarai oleh orang mabuk, saat itu Galen sudah menyuruh Ira melompat tapi malah Ira yang mendorong saya keluar dan dia yang mengendarai mobil itu. Ira benar bisa menghindari mobil gila itu tapi ia malah menabrak pohon besar yang membuat mobil itu meledak. Tapi untungnya Ira sudah keluar sebelum mobil itu meledak!" jelas Galen dengan menunduk tentu dirinya merasa bersalah karna seharusnya yang berada di ruang operasi itu adalah dia bukan Ira.
Amira dan Vina menutup mulutnya dengan tangan mendengar cerita Galen ia sama-sama menangis dalam pelukan suaminya.
Vina sangat menyayangi Ira seperti anak kandungnya sendiri makannya saat dengar Ira kecelakaan membuatnya sedih apalagi itu karna menyelamatkan anaknya.
Ira aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua, kamu kuat Ira, ucap Galen dalam hati.
__ADS_1
Sayang mama yakin kamu pasti bisa, kamu pasti bisa lewati operasi ini, mama mohon kamu kuat jangan tinggalin mama sayang. batin Mira
Anak manja, anak kuat, gadis kecil kesayangannya papa kamu harus kuat sayang! kamu harus segera bangun papa sayang sama kamu. batin Hermawan.
Sayang calon mantu Tante kamu harus bisa melewati ini semua Tante makasih banget sama kamu karna kamu udah nyelamatin Galen tapi Tante nggak mau kalau kamu sampai kenapa-napa. batin Vina
Angga baru datang dengan keringat yang membasahi pelipisnya, Angga dari tadi lari agar segera sampai diruangan Ira.
"I-Ira mana ma?" tanyanya terputus-putus karna nafasnya yang tak beraturan.
"Adik kamu masih dioperasi," balas Hermawan karna Amira tak bisa menjawab ia terus saja menangis dipelukan hermawan.
Angga terduduk dilantai karna memikirkan keadaan adiknya yang sedang bertaruh nyawa disana.
Ira kamu harus bisa melewati operasi! ini perintah bukan pilihan. Abang sayang sama kamu dek, Abang mohon jangan tinggalin Abang, batin Angga hampir saja Angga mengeluarkan air mata.
Lampu operasi sudah berubah hijau artinya operasi Ira sudah selesai mereka semua berdiri saat melihat dokter keluar.
"Anak saya gapapa kan dok." Amira sudah menangis tersedu melihat dokter itu tidak juga merespon.
"Jawab! kenapa kau diam saja apa kau mau ku ratakan rumah sakit ini!" teriak Angga emosi.
Dokter itu gemetar takut mendengar teriakan Angga. "Operasi berjalan lancar, tapi pasien belum melewati masa kritisnya, pasien masih koma," balas dokter itu.
Amira yang mendengarnya langsung pingsan ia sudah tidak sanggup menerima berita buruk tentang putrinya.
"Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang VIP kalian bisa menjenguknya disana, namun tidak bisa orang banyak hanya satu orang yang bisa masuk!" jelasnya lalu dokter itu kembali ke ruangannya.
Setelah dokter itu pergi terlihat perawat tengah mendorong brankar Ira, terlihat gadis cantik itu tengah memejamkan mata dengan alat bantu dihidungnya.
__ADS_1
Mereka semua sedih melihat Ira terbaring lemah disana yang tengah berjuang melawan hidup atau mati.
Vina menangis tersedu melihat calon menantu idamannya seperti itu, Galen pun tak kuasa menahan air mata nya ia menangis dalam diam setiap kali air matanya menetes ia langsung mengusapnya.
Sekarang Ira tengah berada di ruang VIP yang hanya bisa dijenguk satu orang saja dan dengan pakaian steril. Angga terlebih dahulu masuk melihat adik kesayangannya yang terbaring seperti itu, ia merasa sangat sedih melihatnya adiknya tengah bertaruh antara hidup dan mati.
Angga mencium kening Ira, lalu ia duduk dan mencium tangan adiknya cukup lama baru ia lepas. Berganti mengusap rambut Ira dan mengajak nya mengobrol meski tidak dibalas setidaknya Ira masih bisa mendengarnya.
"Ira, kamu bangun Abang sayang sama kamu. Kamu jangan kayak gini dek, hiks hiks. Abang yakin kamu kuat kamu bisa melewati masa-masa ini, kita akan berkumpul bersama dan bercanda ria saling meledek satu sama lain apa kau tidak ingin? Ira kau selalu menuruti perintahku bukan? bangunlah! sekarang peluk Abang tampanmu ini!" ujar Angga dengan menangis tersedu ia menciumi punggung tangan Ira dengan air mata yang mengalir deras sebisa mungkin ia menahannya tapi tidak bisa karna melihat kesayangannya seperti ini.
Setelah merasa tenang Angga keluar setelah mencium kening Ira dan mengusap pelan rambutnya. Sekarang ganti Amira yang masuk ia sudah tak kuasa menahannya, air mata nya langsung berjatuhan saat melihat keadaan anaknya seperti itu.
"Sayang, bangun nak jangan bikin Mama sedih, kamu bangun ya peluk mamamu ini dan ceritakan tentang kemenangan mu tadi kau menelfon mama dengan suara yang bahagia dan kau bilang akan menceritakan nya pada mama bukan, sekarang ceritakanlah mama akan mendengar ceritamu sampai habis," ucap mama terbata karna tangisnya yang tak henti.
Karna sudah tidak tahan melihat Ira seperti itu Amira keluar dari ruangan dan langsung memeluk Heramawan menumpahkan segala lara hatinya. "Ira pa," isaknya.
"Mama sabar mending sekarang kita berdoa supaya Ira bisa segera sadar dari komanya," ucap Hermawan. ia terlihat yang paling tenang disana meskipun hatinya sudah menangis dari tadi melihat keadaan putrinya tapi ia harus kuat demi keluarganya.
papa harap kamu segera bangun sayang semua orang menyayangi mu. gumam Hermawan.
.
Jangan lupa like komen and votenya😍
vote yang banyak dong aku ini sempetin waktu Lo selesai belajar langsung ngetik up buat kalian nggak kasihan apa?😅Ya udah deh vote aku aja yang banyak dan juga jangan lupa doain aku ya semoga aku bisa menang olimpiade matematika kayak ira gitu Lo🤣nilainya uhuy💓🤣
Baca juga 'Jalan Hijrahku'
Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_
__ADS_1
Makasih🤗🙏