
Ira terus mengajak Galen bicara sudah hampir lima jam dari waktu yang ditentukan dokter tapi Galen belum juga siuman.
"Kenapa kau tidak bangun-bangun juga, bangunlah maafkan aku Galen maafkan aku." ira masih setia mengengam tangan Galen terkadang juga menciumnya air matanya pun tak mau berhenti terus mengalir.
"Ira," panggil Tiara yang baru datang dengan Angga. "kakak." Ira bangun dan langsung memeluk Tiara. "Maafkan aku kak," ucapnya sesenggukan.
"Hey tenanglah ini semua bukanlah salahmu, Ira kau baru siuman lebih baik sekarang kau istirahat lah!"
Ira mengganguk lalu Angga mendorong Ira ke brankarnya. "Ayo buka mulutmu Abang akan menyuapi mu," ucap Angga lembut.
"Ira nggak nafsu makan Abang," tolak Ira, Angga sudah mendekatkan sendok berisi bubur itu didepan bibir Ira.
Ira menggeleng ia tetap tidak mau membuka mulutnya. "Kau harus sembuh Ira bagaimana kau bisa merawat Galen jika dirimu saja masih sakit kau juga baru operasi jadi sekarang kau harus makan agar cepat sembuh," bujuk Angga.
Mendengar kata Galen Ira langsung bersemangat ia langsung membuka mulutnya. Selesai makan Ira langsung tertidur karna pengaruh obat yang ia minum.
Angga menghampiri Tiara dibankar Galen. "Istirahatlah biar aku yang akan menjaganya, tidurlah disofa atau kau ingin pulang?" tawar Angga.
"Aku akan pulang jika mama dan papa kesini, kau saja yang istirahat kau pasti capek dari tadi mondar-mandir ngurus segala macem."
"Aku tidak capek sekarang kau saja yang istirahat," ucap angga lembut sambil mengusap pipi Tiara.
Akhirnya Tiara nurut akan perkataan Angga ia tidur disofa sedangkan angga duduk di Bankar Galen ia juga bisa melihat Ira dari situ.
Angga juga ikut tertidur disana karna kelelahan dari pagi sampai sekarang ia belum mengistirahatkan tubuhnya sama sekali.
Mata Galen mengerjap seperkian detik akhirnya mata itu membuka sempurna Galen melihat sosok asing disebelahnya ia tidak mengetahui siapa orang itu.
Galen menggedarkan pandangannya ke arah lain dan melihat sosok cantik tidur disofa yang ia tahu pasti itu adalah kakaknya lalu mengarahkan lagi ke arah lain ia melihat pasien sama seperti dirinya sedang tertidur pulas entah mengapa saat melihat nya hati Galen jadi menghangat ia tidak mengenalnya tapi ia tidak merasa asing dengan nya bahkan hatinya menyuruhnya untuk mendekat ke arah gadis itu.
Tenggorokan Galen sangatlah kering ia kehausan ingin mengambil minum tapi tidak sampai ia menggeser tubuhnya sedikit kesamping agar bisa mencapai gelas itu tapi tubuhnya masih sangat lemah untuk mengambil gelas saja rasanya tak mampu sampai akhirnya gelas itu pecah membangunkan semua orang yang tidur.
Prangg
"Galen," ucap semua orang. Ira yang terbangun juga langsung duduk sangking senangnya ia sampai tidak memperhatikan tubuhnya sendiri yang masih lemah sampai membuat kepalanya sakit karna gerakan spontannya. Sangat sakit ia sampai mengadu kesakitan akibat kecerobohan nya.
"Akh!" teriak Ira sambil memegang kepalanya yang sangat sakit itu, seperti akan pecah membuat semua orang panik Tiara langsung melangkah ke arah Ira.
"Ira kau kenapa?" Angga juga panik setelah memberi minum Galen ia langsung menghampiri adiknya.
__ADS_1
"Ira kau kenapa dik?"
"Sa-kit kepala ku saki--" Ira tidak sadarkan diri ia tidak sanggup menahan rasa sakit itu. "Ira, Ira." Angga menguncang bahu Ira pelan untuk menyadarkannya sedangkan Tiara sudah berlari keluar memanggil dokter.
Galen hanya menatap keributan itu ia merasa acuh dan tidak perduli seakan tidak mengenal nya sama sekali. Tapi tidak dengan hati nya, hati nya terasa sakit saat melihat Ira kesakitan tapi sekuat apa pun ia berfikir tetap saja Galen tidak mengingat siapa cewek itu.
Dokter datang memeriksa kondisi ira.
"Bagaimana keadaan adik saya dok?"
" Pasien tidak kenapa-kenapa, hanya saja ia terlalu ceroboh dan tidak hati-hati membuat kepalanya sakit kembali, sebaiknya pasien lebih diperhatikan keadaannya karna pasca operasi di kepala itu belum kering bisa pendarahan lagi jika pasien tidak hati-hati," tutur dokter.
"Baik dok, tapi dia benar tidak kenapa-napa kan?"
"Tidak, saya sudah memberinya obat untuk meringankan rasa sakit itu."
"Terima kasih dok."
Tiara melihat aneh pada adiknya kenapa ia tidak menghawatirkan Ira padahal Galen kan suka pada Ira dan sekarang ia terlihat acuh pada Ira bukan hanya acuh tapi terlihat seperti tidak mengenal ira.
"Dokter bisa kah anda memeriksa adik saya seperti nya ada yang salah," ucap Tiara.
Tiara menatap sedih pada Galen dan Ira baru saja mereka akan menjalin kasih tapi cobaan ini datang lagi Ira akan tetap mengenalnya tapi Galen ia tidak sama sekali mengenal ira.
Dokter itu keluar setelah selesai dengan tugasnya Tiara dan Angga menghampiri Galen yang diam termenung. "Galen apa kau mengenalku?" tanya Tiara.
"Pertanyaan konyol apa yang kau katakan kak tentu aku mengenalmu kau adalah kakak ku yang menyebalkan! kak Tiara abraham," balas Galen dengan senyum menyebalkan.
Ia melihat ke arah Angga. "Dan apa kau mengenalku?" sekarang ganti Angga yang bertanya. Galen melihat intens pada Angga lagi-lagi ia merasa tidak asing pada sosok didepannya tapi ia tidak bisa mengingat siapa orang itu.
"Aku tidak mengenalmu," balas Galen.
Angga dan Tiara saling menatap jika Galen tidak mengenal Angga kemungkinan besar Galen juga Tidak akan mengenal ira.
"Galen apa kau juga tidak mengenal cewek disampingmu itu?" Tiara memastikan kembali ia berdoa semoga Galen tetap mengingat Ira.
Galen melihat ke arah Ira yang terbaring. Wajah itu ia seperti pernah melihatnya dan sangat tidak asing tapi mengapa ia tidak bisa mengingat siapa cewek itu.
"Tidak aku tidak mengingatnya memang siapa dia, aku benar tidak bisa mengingat semuanya bahkan kenapa aku bisa dirumah sakit ini juga aku tidak mengingatnya."
__ADS_1
"Baiklah tidak usah kau pikirkan, istirahatlah!" balas Tiara.
"Memang siapa dia kak aku tidak mengingatnya tapi entah mengapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya."
"di--" belum selesai Tiara berucap seseorang tengah menyahut. "Aku musuhmu aku yang membuatmu seperti ini aku yang mencelakai mu," ucap Ira, disana ia menahan agar tidak menitikkan air matanya. Sungguh ia sangat kecewa saat Galen tidak mengenalinya.
Semua orang menatap Ira. "Apa yang kau katakan Ira!" ucap Tiara. Angga menghampiri adiknya tapi Ira memalingkan mukanya tidak ingin orang melihatnya menangis ia sangat kecewa entahlah dia juga tidak memiliki hubungan apapun dengan Galen tapi dirinya sangat kecewa saat Galen tidak mengingatnya adakah perasaan spesial untuk Galen dihati ira?.
Angga mengusap lengan adiknya."Mengapa kau mengatakan kebohongan seperti itu Ira," ucap Angga, Galen dan Tiara masih menatap ke arahnya tapi Ira tidak juga membalas perkataan semua orang.
"Bang Ira ingin ke taman," ucap Ira, Angga mengganguk mungkin Ira akan mengatakan alasannya.
Angga membantu Ira duduk dikursi roda lalu mendorong nya keluar ruangan itu. Sebelumnya Ira sempat melihat ke arah Galen dan Tiara ia tersenyum saat menatap mata Galen yang tidak seperti tadi sore saat ia meminta maaf padanya.
Tatapan tadi sore tatapan penuh cinta dan sekarang tatapan itu sangat dingin dan tajam pada nya seperti Galen yang ia temui saat pertama kali.
Ira tersenyum tipis hatinya sangat sakit melihat itu semua ia tidak bisa menyalahkan Galen ini semua juga karna keegoisan nya.
~Taman rumah sakit
"Apa yang kau lakukan Ira mengapa kau berbohong?" tanya Angga ia bisa melihat jika Ira juga mencintai Galen. Ia melihat kesedihan disana saat Galen tidak mengenalinya.
"Ini semua demi kebaikan Galen, memangnya apa yang aku katakan? kebohongan? tidak memang akulah yang menyebabkan kecelakaan itu akulah yang membuat Galen kecelakaan, dan lupa ingatan sekarang, itu semua karna keegoisan dan sifat kekanak-kanakan ku."
"Tidak ini semua bukanlah salahmu hanya saja kau kurang dewasa dalam bersikap. Percayalah Galen sangat mencintaimu, suatu saat cinta itulah yang akan membuat Galen mengingatmu kau harus bersabar," balas Angga.
"Ya, aku juga sangat mencintai Galen aku baru menyadari rasa cinta itu bahkan aku tidak menyangka jika aku akan mengenal cinta lagi dan harus patah lagi karna cinta." Ira tersenyum tipis meratapi hidupnya yang selalu gagal dalam urusan cinta.
"Cinta, jika kita memutuskan untuk mengenal cinta itu artinya kita juga harus siap dengan semua rintangan cinta dan juga rasa patah hati juga, kau tahu Abang dulu juga tidak pernah percaya dengan kata cinta dulu Abang selalu mengedepankan keluarga dan pekerjaan tidak ada waktu untuk mengenal cinta atau bermain-main dengannya, tapi suatu hari Tuhan mengirimkan bidadari cantik pada Abang meskipun dulu Abang sangatlah dingin dengannya tapi entah pesona apa yang ia miliki membuat Abang tertarik dengannya itulah yang dikatakan cinta Ira. Tidak semua orang memilik daya ketertarikan yang membuat hati kita jatuh padanya."
"Jika cinta yang dimiliki Galen itu tulus untukmu maka cinta itulah yang akan mempersatukan kalian dan cintamu lah yang akan menarik hati Galen untuk berlabuh di hatimu lagi, yang kau perlukan sekarang hanyalah sabar dan berdoa pada sang pencipta."
"Dan jodohmu sudah di atur olehnya jika kau tidak berjodoh dengan Galen maka kalian tidak akan bersatu Namun jika kau ditakdirkan berjodoh dengannya maka Tuhan sendiri yang akan mendekatkanmu dengan Galen."
"Kau tahu kisah nabi Adam dan ibu hawa mereka dipisahkan selama 100 tahun oleh Allah tapi dengan kesabaran dan ikhtiar yang mereka miliki Allah mempertemukan mereka kembali setelah seratus tahun lama nya, itu semua karna mereka berjodoh sebelum kau lahir Allah sudah mencatatkan siapa jodohmu hanya saja kau harus melewati setiap kerikil-kerikil kecil sebelum bertemu dengan kebahagiaanmu, ingatlah Ira cintamu dan Galen sedang diuji semoga kau bisa melewati semua ini." Angga terus menasehati adiknya dan Ira tidak memotongnya sama sekali ia mendengarkan semua yang diucapkan angga padanya.
Tidak dipungkiri apa yang dikatakan Angga memang benar jika cintanya dan Galen tengah diuji.
jangan lupa like komen and vote 😚💖
__ADS_1