Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Membersihkan Kamar Mandi


__ADS_3

Tet!


Waktu olimpiade sudah habis sudah atau belum semuanya harus tetap dikumpulkan, ira sangat santai ia sudah selesai saat waktu masih kurang 10 menit ia sudah selesai mengerjakan, Arkan kurang lima soal sedangkan zura masih kurang 20 soal.


Mereka bertiga keluar dari ruangan dan berkumpul dengan teman-temannya yang lain. "Buset dah soalnya susah banget, parah!" ucap Arkan.


"Iya bener tuh aku aja ngerjain masih kurang 20 soal," balas Zura.


"Lo santai aja Ra? emang ke jawab semua soal Lo?" tanya Arkan.


"Hm," balas ira.


"Gila bener-bener gila Lo emang jenius Ra! bisa ngerjain semua soal itu, makin cinta aja gue sama Lo!" ucap Arkan asal, ia hanya diam tanpa menggubris ucapan Arkan.


Ia melakukan hal itu agar Arkan tidak berharap lebih padanya ia tidak mau kalau Arkan nanti sakit hati. Cinta bertepuk sebelah tangan emang sakit ya. Wkwk


Mereka sudah berada di kelas, Ira langsung duduk di bangkunya sebelah Nara ia merasa ada yang salah dan mulai mengabsen satu persatu wajah sahabat gila nya.


Dan benar saja wajah sahabat konyolnya yang tidak ada. "Dimana Amel?" tanya Ira.


"Amel tadi ada disini, nggak tau kemana sekarang mungkin ngantin," ucap Nara.


"Terus Azzam juga kemana? dua orang itu pergi bareng?" tanya Zura.


"Kalau itu gue gak tau!" balas Nara.


"Eh lihat cerdas cermat yuk di aula!" ajak Arkan.


"Yok!" ucap mereka.


Aula sekolah


Aula terlihat sangat ramai dan sangat penuh jika ingin kedepan tentu harus berdesakan tapi dengan Nara menebar senyum semua orang langsung memberi jalan untuk Ira the gangs. Kalau masalah cewek serahin saja pada Arkan sekali tebar senyum semua langsung minggir dengan sedikit gombalan agar memperlancar usaha nya. Dasar **** boy.


Ira the gangs akhirnya dapat duduk di bangku paling depan dan tanpa sadar sebelah Ira adalah galen. wah-wah bakal ada perang dunia kedua ini entar.


"Ira, Nara, Zura, Arkan, dukung kita ya!" teriak seseorang dari depan membuat sang pemilik nama langsung melihat kearahnya.


"Amel, Azzam!" ucap mereka kompak dengan mata melotot hampir saja copot. Mereka menatap masing-masing lalu tertawa dengan sangat keras membuat semua mata menuju padanya.


"Ups, sorry!" ucap mereka.


"Ngapain Amel sama Azzam didepan mau ikut lomba?" tanya Nara ditengah-tengah tawanya.


Bagaimana tidak temannya yang tidak pernah mengerjakan pr kalau guru menerangkan selalu tidur kalau nggak gitu ngomong kayak sepur itu ikut cerdas cermat? astaga jelas kalah nya lha. Wkwk


"Kalian percaya nggak kalau kelas kita akan kalah sebelum dimulai?" ucap Zura.


"Sangat percaya!" jawab mereka bertiga kompak.

__ADS_1


"Dua sejoli itu mau pamer apa sih! orang otaknya aja di lutut pake kesombongan ikut ginian mungkin kalau ada lomba ngelawak atau makan mereka lah juaranya!" ucap Nara.


"Kalian bisa diem gak!" tegur orang disamping Ira membuat mereka menoleh.


"Kutub!" celetuk Ira.


"Kutub, kutub pala lu. Dasar bunglon!" balas Galen ketus.


"Lo tuh ya emang nyebelin tau nggak!" ucap Ira langsung memukul keras lengan Galen.


"Sakit gila!" ya sakit lah dipukul guru pesilat kalau dipukul cewek biasa mah ga bakal terasa.


Lha emang Ira cewek apaan?


"Berisik banget sih anak TK! duduk paling depan bikin rusuh!" omel Noah.


"Eh ada kak bencis!" ucap Nara bersedekap dada.


"Diem Lo monyet!" cetus Noah.


"Kurang ajar! cantik nya kayak gini dikatain monyet. Kalau suka bilang bencis!" sindir Nara.


Mereka berempat adu mulut dengan panggilan masing-masing sampai tidak memperhatikan jika semua orang memandang kearah mereka.


Zura yang berusaha melerai tapi percuma saja. "Galen, Ira, Noah, Nara kalian bisa diem gak!" bentak pak kepala sekolah yang membuat mereka langsung kicep dan menunduk baru sadar ternyata kalau sedari tadi jadi tontonan.


"Maaf pak!" ucap mereka.


"Dia duluan pak!" ucap mereka saling menyalahkan.


"Diam!" sentak pak kepala sekolah.


"Diam!" bentak mereka tanpa sadar. Zura langsung menyenggol temannya itu sampai membuatnya sadar.


"Maaf pak!" ucap mereka menunduk.


"Sekarang bersihkan semua kamar mandi!" ucapnya tegas.


"Tapi pak--"


"Nggak ada tapi tapian cepat kerjakan! se-ka-ra-ng!"


Mereka berjalan gontai keluar dari aula dengan menunduk. "Gila! kamar mandi nya kan banyak masa kita suruh bersihin semua, apalagi gue pakai dress lagi kan gak lucu!" ucap Nara mencebik kesal.


"Untung gue tadi ganti," balas Nara.


"Ini semua gara-gara mereka!" ucap Nara menunjuk Galen dan Noah.


"Enak aja nyalahin kita, ini semua juga salah kalian juga kali!" balas Noah tak kalah sengit.

__ADS_1


"udah kita semua salah!" Galen menengahi.


"Bukan kita tapi Lo duluan yang mulai." Ira menyahut ketus.


"Kalian mau bapak tambahin hukumannya!" teriak pak kepala sekolah. Mereka berempat langsung menoleh ke sumber suara dan langsung dibuat mati kutu saat melihat bapak kepala sekolah yang meneriakinya tadi.


"Mati kita!" ucap Noah.


"Maaf pak tadi ada masalah sedikit sekarang kita jalan ke kamar mandi kok pak," ucap Ira dan mereka berempat langsung berlari menjauh dari sana sebelum kena sengrang lagi.


kamar mandi


Terlihat banyak kamar mandi berjejer disana mungkin  20 ada, mereka berempat melongo melihatnya.


"Buset bisa lecet nih tangan mulus gue dipakai bersihin kamar mandi sebanyak ini!" ujar Nara.


"Alah diem Lo monyet!" sahut Noah.


"Udah kalian diem! sekarang gue bagi tugas setiap orang bersihin lima kamar mandi!" ucap Ira tegas belum Nara ingin protes sudah disela oleh Ira.


"No komen!" Nara hanya bisa pasrah toh ini semua juga kesalahan mereka berempat.


"Iyuh..." protes Nara saat baru masuk sudah di sambut oleh bau yang amat tidak sedap dan saat melihat WC nya yang sangat kuning itu bikin ia muntah saja.


"Sumpah demi apapun baru kali ini gue bersihin tempat menjijikkan kayak gini!" ucapnya.


Sedangkan Ira ia langsung menutup mulutnya dengan masker untung saja ia kemanapun selalu membawa masker di sakunya.


Dan tak lupa ia memakai sarung tangan yang tersedia di belakang pintu kamar mandi dan menggulung kaosnya sampai siku dan mulai mengerjakan nya meskipun ia jijik.


Daripada banyak protes mending dikerjain, protes pun nggak akan merubah keadaan.


Noah baru masuk langsung melihat pemandangan yang sangat menjijikan yaitu di lantai nya banyak tercecer bekas muntah.


"Cih, menjijikan bagaimana bisa orang habis muntah gak disiram. Dasar jorok!" Noah merutuki orang tersebut.


Sedangkan Galen disambut dengan bau kamar mandi yang sangat pesing. Membuat ya langsung keluar lagi, dan saat melihat adik kelas yang ngefans dengannya ia langsung memanggilnya.


"Heh sini Lo!" ucapnya datar sambil menjentikkan jarinya dan dengan senang hati ia menghampiri Galen.


"Beliin gue masker sama sarung tangan!" ucapnya sembari memberikan saru lembar uang 50 ribu.


"Imbalannya kak Galen harus kasih nomer kakak buat aku!" ucap gadis itu.


"Gampang! cepet beliin gue sekarang!"


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan nya datang dan tuh cewek juga udah pergi setelah mendapat apa yang ia mau.


Hampir dua jam akhirnya pekerjaan mereka berempat sudah selesai hanya Nara yang kurang dua kamar mandi lagi.

__ADS_1


"Tolong gue dong, please!" mohon nya.


Agar mereka bisa cepat istirahat jadi mereka membantu Nara. Ira dan Nara membersihkan satu kamar mandi, Galen dan Noah pun juga membersihkan kamar mandi sebelahnya.


__ADS_2