
"Ira kamu kenapa sih gak bisa akur sama Galen, dari tadi mama lihat kamu melototin dia mulu?" tanya Amira.
"Kok aku sih ma, dia duluan yang melototin aku ya aku bales lha," sahut Ira.
"Sayang dia itu tamu seharusnya kamu hormatin dia sebagai tamu," tutur Amira.
"Dia aja nggak hormatin aku sebagai tuan rumah kok ma," sahut Ira kembali.
"Yasudah terserah kamu, sekarang kamu makan baru tidur!" tutur Amira.
"Iya mamaku sayang." Ira mengecup pipi Amira singkat lalu berjalan menuju dapur.
.
Ira duduk di balkon kamarnya ditemani dengan camilan yang ia ambil didapur tadi. "Tante Vina orang nya baik tapi kenapa bisa punya anak ngeselin kayak di ya," gumam Ira.
Ia melihat bintang-bintang yang bersinar terang diatas langit, Ira sudah tidak bisa tidur akhirnya ia mengambil ponselnya. Melihat notifikasi dari teman-teman nya.
Banyak notifikasi dari Nara, Ira sampai mengernyitkan dahi. "Kenapa nih anak nggak biasanya spam chat gue."
Nara 20 pesan belum terbaca
-Andira-
Kenapa nyet?
-Nara- online
Ira besok gue izin gak masuk, tolong buatin surat ya😁
-Andira-
Emang Lo mau kemana?
-Nara-
Besok gue mau ikut ortu ke luar negri, sekitar 3 hari mungkin.
-Andira-
Ngapain? tumben ikut?!
-Nara-
Urusan bisnis.
-Andira-
Dasar bocil gitu aja ikut!😴
-Nara-
Bacot! Gue takut kalau dirumah sendiri😐 Lo kan tau kalau sebelah rumah gue itu angker😟 gak berani lah gue kalau dirumah sendirian takut disambang mbk Kunti sama mas poci😢🤣
-Andira-
Tinggal dirumah gue kan bisa
-Nara-
Malu lah gue numpang rumah Lo, 3 hari bukan waktu yang singkat!
-Andira-
Punya malu Lo? Tumben?! Biasanya juga gak!
-Nara-
Anak njing😒
-Andira-
Ngomong apa Lo? Mau gue tampol mulut Lo!
-Nara-
Hehe, canda sayang 😁✌️
-Andira-
Najis!
__ADS_1
.
Ira bangun cukup pagi hari ini ia juga sudah duduk manis di meja makan. "Tumben pagi," ledek Angga.
"Bangun siang salah bangun pagi juga salah, terus mau nya aku bangun kapan? lagian terserah aku lah kenapa you sewot!" sinis Ira, ia masih kesal perihal kejadian kemarin.
"Sudah-sudah sekarang cepet makan! ngomongnya nanti aja!" tegas Hermawan.
Selesai makan Ira langsung menyalami orang tua dan abang nya untuk pamit sekolah. "Ira berangkat dulu ya."
"Ira tunggu, gue nebeng dong mobil gue lagi dibengkel soalnya," ucapnya langsung nyelonong masuk ke mobil Ira.
"Kalau langsung nyelonong ngapain ngomong!" ujar Ira kesal, selalu saja abangnya ini semena-mena kalau saja dia yang minta tolong pasti ada saja alasannya kalau bukan dipaksa papa mana mau dia. Dasar Abang tak berguna!
Angga tersenyum senang melihat adek cantik nya ini merenggut. "Senyum dong, Gak usah cemberut gitu, entar cantiknya ilang Lho!" goda Angga.
.
"Bang, kenapa kak Tiara nggak pernah datang ke rumah?"
Sedikit infomation, Tiara adalah pacar Angga mereka pacaran kurang lebih tiga tahunan.
"Kepo kamu!" ucapnya membuat Ira kesal.
"Pingin gue tukarin pisang goreng aja nih orang, punya Abang ngeselin nya minta ampun!" gerutu Ira yang masih bisa didengar oleh Angga.
Angga tersenyum dengan sangat merekah karna melihat wajah kesal adiknya. Mereka sudah sampai didepan kantor Angga.
"Makasih tumpangannya adikku yang paling cantik, Abang masuk dulu ya," ucap Angga sembari mengusap kepala Ira.
"Enak aja langsung nyelonong masuk, bayar dulu!" Ira menyodorkan telapak tangannya pada Angga.
"Punya adik perhitungan banget, untung sayang!" gerutu Angga lalu menunjukkan selembaran uang seratus ribu, lima puluh, dan sepuluh ribu ia menunjukkan nya pada Ira. "Mau pilih yang mana?" tanyanya.
"Anak kecil juga tahu kali yang mana yang harus dipilih!" Ira mengambil uang warna merah itu namun gagal saat abang reseknya ini menjauhkan ketiga uang itu darinya.
"kamu masih kecil ambil yang ini aja," ucap Angga memberikan uang berwarna ungu pada Ira.
"Kalau gitu gak usah ngasih pilihan beng-beng! dasar abang rese! buang waktu aja! uang dari papa lebih banyak dari itu!" kesal Ira, ia lantas menyalakan mobilnya malas meladeni tingkah jahil abangnya.
Angga tertawa puas melihat wajah kesal Ira, lantas ia memasukkan kembali ketiga uang itu dan memberikan dua lembar uang seratusan pada Ira, dari saku celananya.
"Gak usah ngambek, nih gue kasih yang lebih banyak! belajar yang bener lulus sekolah biar bisa nikah!" ucap Angga lalu berlari menjauh dari mobil Ira.
Pertengkaran mereka berdua tak luput dilihat oleh karyawan yang baru datang mereka tersenyum melihat kakak beradik ini, sangat manis.
Angga langsung merubah ekspresinya menjadi datar dan penuh kepemimpinan, setelah melihat mobil Ira pergi.
❣️💗❣️
SMA Ganesa
Ira keluar dari mobilnya dan langsung disambut oleh Amel yang baru saja tiba.
"Ira!"
"Apa!" ketus Ira, sudah dibilang kan Ira lagi badmood, sepagi ini mood nya sudah hancur karena ulah abang reseknya itu.
"Ira ku sayang kenapa sih pagi-pagi mukanya udah ditekuk begitu! senyum dong entar cantiknya ilang Loh!" ucap Amel dengan senyum manisnya.
"Bodo!" ketus Ira lalu melenggang masuk.
"Dasar anak Dugong! untung gue sabar!" Amel mengelus dadanya berulang kali lalu ikut melenggang masuk menyusul temen resek nya itu.
"Ira tungguin gue, buset dah nih anak gak ada sopan santunnya pah gimana ya. Udah ditungguin malah ninggal! dasar anak Dugong!"
"Berisik!" sentak Ira, saat Amel tak henti-hentinya berceloteh ria disamping nya.
"Oke-oke gue gak ngomong lagi, eh btw Nara mana?"
"Nara gak masuk. Tuh bocil iku mak bapaknya ke layar negeri."
"Tumben, yaudah masuk aja yuk!" ajak Amel.
"hem."
Mereka berdua naik ke kelas mereka yang berada di lantai dua dan bertemu dengan
Geng temannya yang sok cantik itu.
"Wah, ketua geng nya baru datang nih!" ucap salah satu dari mereka. Amel yang emosian pun sudah terpancing.
"Eh nek lampir Lo halangin jalan kita aja, minggir!" sentak Amel.
__ADS_1
"Gak usah teriak-teriak njing,kita gak tuli!" bals teman Chelsea. Ira hanya memasang wajah datar dan juteknya ia tidak perlu mengeluarkan suara untuk orang-orangan gabus seperti mereka, buang-buang energi!
Ira menarik tangan Amel dan menabrak Celsea di depannya karna lebih kuat Ira Chelsea pun sampai tersungkur. Aduh malunya bukan main banyak orang lagi.
"Ira! Berani banget Lo!" teriaknya kesal. Ira acuh dengan teriakan mereka sedangkan Amel menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya mengejek Celsea.
"Syukurin!" ejek Amel.
Saat Ira baru memasuki kelasnya ia sudah disambut saja oleh pak ketos dan waketos ganteng yang menyebalkan menurutnya.
"Ngapain Lo kesini!" ucap Ira tak santai.
Ia langsung nerobos masuk kedalam dan duduk tenang di bangkunya. Galen berdecak kesal saat diabaikan oleh Ira. Seumur-umur baru kali ini ia diacuhkan oleh cewek.
"Gue perlu ngomong sama Lo!" ucap Galen datar. Galen duduk di bangku Nara yang kosong.
"Ngomong ya tinggal ngomong aja, ribet amat Lo jadi orang!" Ira menatap tajam kearah Galen, aura permusuhan terpancar jelas dimata jernih itu.
"Lo mau ngomong apa!" ucap Ira datar, ia tak menatap Galen melainkan menatap buku novel bacaannya yang menurutnya lebih enak dipandang daripada menatap wajah orang didepannya ini.
"Lo ngomong sama gue apa sama buku!" decak Galen, ia mengangkat dagu Ira dengan satu jarinya.
"Kalau Lo ngomong sama gue, tatap mata gue bukan natap ke arah buku! itu namanya sopan santun kalau Lo gak tau!"
"Bacot banget sih Lo!" Ira memajukkan wajahnya ke arah Galen sampai jarak diantara mereka berdua tinggal dua senti saja.
Galen merasakan aroma mint dan hembusan hangat yang menerpa wajahnya, ia menatap Ira dengan seksama lalu tangan Galen masuk ke rambut Ira dan menarik kepala gadis itu sehingga kening dan hidung mereka saling menempel, bibir mereka hanya berjarak tiga senti saja.
"Pulang sekolah bimbel fisika sama gue. Gue tunggu Lo di lab sekolah!" ucap Galen tetao dengan posisi itu. Ira juga dibuat mati kutu ia seperti tidak bisa bergerak dari tempatnya menatap mata tajam itu dengan sangat dalam, sampai...
"Astaga, Ira!" teriak Amel yang baru selesai mengabsen temannya. Membuat seluruh atensi siswa menatap pada Ira dan Galen, mungkin pikir mereka semua Galen dan Ira tengah ciuman, padahal enggak!
Refleks Ira dan Galen langsung menjauhkan diri masing-masing saat kesadarannya ditarik paksa oleh teriakan Amel.
Amel dengan hebohnya berlari kearah Ira.
"Ira Lo ciuman sama kak Galen?" tanyanya heboh sedangkan Ira memelototkan matanya.
"Lo ngomong apa sih Mel, ngaco Lo!"
"Udah deh Lo gausah boongin gue, orang gue lihat pake mata kepala gue sendiri kok!" cecarnya.
"Lo diem gak! atau gue sumpel mulut mercon Lo itu." Ira benar-benar kesal dengan sifat rempong Amel ini.
"Ya mangkanya jelasin!" tekan Amel, jiwa keponya sudah meronta jadi please deh jangan bikin Amel penasaran.
"Gue cuma ngomong doang sama nih orang kalau Lo gak percaya tanya aja sama orangnya!" balas Ira acuh.
"Bener?" tanya Amel pada Galen.
"Gak bener gue tadi emang ciuman sama dia, tali temen Lo ini malu buat jujur sama Lo!" ucap Galen dengan senyum miring, lalu pergi meninggalkan kelas begitu saja sedangakan Ira dibuat menganga dengan ucapan Galen.
"Galenjing! awas aja Lo!" teriak Ira kesal. Saat Amel mau tanya ia langsung menghunuskan tatapan tajam padanya.
"Apa mau tanya lagi, gue sumpel juga mulut Lo entar!" ucap Ira dingin membuat Amel takut dan pergi duduk ke bangkunya.
Phfft Ira menakutkan sekali tapi apa tadi dia benar ciuman dengan Kak Galen. pikir Amel
Pulang sekolah Ira langsung menuju ke ruang lab, sesuai perkataan Galen tadi sebenarnya ia malas bertemu dengan manusia kutub itu. Tapi kalau ia tidak datang pasti dia akan mengaduh kepada orang tua nya.
Ira masuk kedalam dan melihat hanya ada Galen dan satu guru fisika disana.
"Assalamualaikum," ucap Ira sopan.
"Waalaikumsalam, masuk Ira," ucap pak guru.
Ira duduk disebelah Galen dan menghunuskan tatapan tajam padanya.
"Baiklah karna sekarang kalian sudah berkumpul mari kita mulai bimbelnya." Pak guru menerangkan pelajaran fisika bab yang akan keluar saat olimpiade nanti.
Ira dan galen memperhatikan nya dengan sungguh-sungguh lalu mereka diberikan sepuluh soal sebagai uji coba dengan waktu 20 menit pengerjaan.
"Kerjakan sendiri-sendiri tanpa mencontek! bapak lebih suka nilai jelek namun hasil sendiri daripada nilai bagus hasil contekan. Tapi bapak yakin jika kalian anak yang jujur!"
Ada satu soal yang tidak bisa Ira kerjakan berbagai cara yang ia ketahui masih belum sudah ia coba, namun tetap saja jawabannya belum ketemu, dan waktunya juga sudah habis akhirnya ia jawab asal saja.
.
Jangan lupa like, komen, and vote yak!!
Baca juga 'Jalan Hijrahku' gak kalah seru lho
Follow ig penulis: Nabilaputrii36_
__ADS_1