
Pak guru mengoreksi tugas yang ia berikan pada Galen dan ira. Ia tersenyum senang saat melihat hasil yang memuaskan dai pengerjaan mereka berdua.
saya memang tidak salah orang, mereka pantas menjadi satu tim. Tinggal pendekatannya saja agar merek akur. pikir pak guru.
"kalian memang hebat pak guru bangga dengan kalian," puji pak guru.
"Namun ada jawaban yang salah dari Ira namun Galen benar dan sebaliknya Galen ada yang salah dan Ira benar, kalian akan menjadi satu tim yang wow!" sambungnya.
"Wow, maksudnya" beo Ira dan Galen.
Pak guru tertawa kecil. "Ya itu yang saya maksud wow kalian itu kompak bisa menutupi kekurangan masing-masing baik sebagai tim ataupun pasangan," candanya.
Sedangkan dua mahluk ini bukannya tersipu seperti orang pada umumnya, mereka malah menghunuskan tatapan tajam satu sama lain sangking kesalnya Ira dan teringat kejadian tadi pagi kehebohan Amel karna Galen membuatnya naik pitam, dan langsung saja Ira menginjak kaki Galen dengan sangat keras karna duduk mereka sandingan membuat Galen mengerang kesakitan.
"Iranjing!" umpat Galen dengan menatap tajam ira mereka bicara lewat mata tanpa menyadari keberadaan pak guru. Sedangkan penonton malah senyum-senyum sendiri melihat kejadian itu seperti melihat film romantis saja padahal yang dilihat adalah perang dunia ke dua.
"Apa-apaan Lo main nginjek kaki gue!" kontak mata Galen.
Ira tersenyum miring melihat Galen, "Lo duluan yang mulai gara-gara Lo kelas gue jadi rame karna kabar hoax yang Lo sebar," balas ira dengan tatapan semakin tajam dan sengit.
"Seharusnya Lo seneng, bisa jadi trending topik sama cowok populer kayak gue," sombong Galen.
"Najis setan! seneng pala Lu, yang ada gue malah jijik tau nggak bersanding dengan manusia astral kayak Lo." Galen yang disebut manusia astral tak terima langsung berdiri dihadapan Ira mengunci Ira dari samping dengan tangan disamping meja depan dan belakang Ira.mereka semakin sengit saja tatap-tatapannya.
"Apa Lo!" ketus Ira.
"Ehem!" dehem pak guru yang mengerti akan kondisi yang sudah tidak kondusif lagi. Ira dan Galen juga baru sadar kalau mereka masih se ruangan dengan pak guru.
"Maaf pak," ujar mereka menunduk. Pak guru memberikan hasil koreksian nya pada Ira dan Galen.
"Ira nomor 5 kamu salah, kamu harus belajar cara nya dari Galen dan Galen nomer 9 kamu salah dan kamu harus belajar dengan Ira saya akan memberitahu orang tua kalian berdua perihal lomba ini dan akan meminta bantuan mereka untuk mengatur belajar bersama kalian tiap hari!" jelas pak guru.
Mereka berdua mengganga saat orang tuanya juga disebut bisa dipastikan ini akan membuat dua nyonya kesayangan mereka semakin gencar dalam mendekatkan mereka berdua. "Tidak usah memberi tahu orang tua pak!" ucap mereka kompak.
Pak guru dibuat geleng-geleng kepala melihat kekompakan mereka pasangan yang serasi pikirnya.
"Kenapa?" tanya pak guru.
Mereka berdua diam tidak memberikan alasan yang tepat, sampai akhirnya Ira mendapat ide yang cukup masuk akal.
__ADS_1
"Bapak tidak usah memberitahu orang tua kita karena kita akan belajar di luar saja pak sambil refresing otak jadi tiap belajar pilih tempat sendiri kalau bapak kasih tau orang tua yang ada kita disuruh belajar dirumah terus dan itu akan bikin mental kami down pak," ucap Ira dengan ekspresi meyakinkan.
Pak guru mempertimbangkan ucapan ira. Ada benar nya juga sih, tapi tujuan saya jika orang tua mereka tau mereka kan bisa membantu mengakurkan mereka jika mereka belajar berdua apa nggak malah ribut mulu. pikirnya.
"Saya tidak setuju dengan alasan kamu Ira dan saya tidak menerima alasan apapun!" titah pak guru dan berlalu meninggalkan mereka.
"Kalian belajar yang bener dan yang penting kekompakan kalian ingatlah untuk kemenangan sekolah dan buat bangga orang tua kalian! bimbel selesai sampai disini kalian boleh pulang dan jangan lupa belajar!" jelas pak guru.
"Baik pak," balas mereka. Ira dan Galen telah membereskan buku-buku mereka dan memasukkannya ke dalam tas dan pergi begitu saja tanpa bertegur sapa.
Saat Ira ingin masuk ke dalam mobilnya ia mendapat telpon dari Abang kesayangannya.
"Assalamualaikum bang, kenapa?" ucapnya setelah telpon ia angkat.
"Ra, bisa jemput abang gak?"
"Dimana?"
"Di Hongkong!" jawabnya kesal ya jelas lha sekarang Abang tampan ini dikantor orang dia sendiri yang mengantar tadi.
"Jauh banget Ira belum pesan tiket bang?" kekeh Ira tadi pagi kan Abang nya yang usil sekarang ganti dia lah. Hehe
"Oke-oke sepuluh menit Ira nyampe," ujarnya.
"Eh adik gila sepuluh menit nyampe Lo mau jadi pembalap atau apa hah! gak usah ngebut-ngebut bawa mobilnya!" teriak Angga.
"Abang tenang aja! Ira udah pro."
Tuttt
Ira langsung mematikan sambungan telponnya dan masuk kedalam mobil, tanpa ia sadari tadi Galen mendengar pembicaraan Ira dan abangnya.
Cewek yang menarik dia akan sangat judes dan jutek jika diluar rumah tapi jika didalam rumah. Dengan keluarganya ia akan bersikap sangat manis dan manja, sanggat menggemaskan. batin Galen.
Sebenarnya Galen sadar atau tidak dengan ucapannya padahal dia juga seperti itu jika dirumah ia akan memasang wajah ramah tapi jika diluar ia akan memasang wajah dingin menyebalkannya itu.
Galen berniat mengikuti ira ia ingin melihat keharmonisan kakak adik itu entahlah kadang ia iri dengan Ira karna bisa mendapat kasih sayang dari saudaranya sedangkan ia, dia benar memiliki seorang kakak perempuan cantik dan cukup menjengkelkan.
Jika dekat mereka akan bertengkar jika jauh mereka akan saling merindu dan ini yang dirasakan Galen sekarang kakaknya itu sedang pergi jauh darinya untuk mengejar mimpi dinegri orang.
__ADS_1
Ira membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi Galen yang mengikutinya pun dibuat ngomel-ngomel gak jelas.
"Gue semakin kesini semakin yakin kalau dia itu cewek jadi-jadian udah nggak ada anggun-anggunnya sekarang naik mobil malah kayak orang kesetanan." gerutu Galen sedari tadi.
Didepan ada dua orang menghalangi jalan mobil Ira dilihat dari penampilannya mereka seperti pembegal dan dengan cepat Ira menganti rok sekolahnya dengan celana panjang yang selalu ia bawa kemana-mana menjagani hal darurat seperti ini untung saja mobil Ira tidak bisa dilihat dari luar hanya dari dalam saja yang bisa melihat dari luar.
itu dibeli papa nya khusus untuk menjaga Ira dari hal seperti ini. Selesai menggantinya Ira langsung turun karna mobilnya digedor-gedor terus oleh pembegal itu Galen yang dibelakangnya ingin menolong tapi ia urungkan saat melihat Ira malah seperti menantang pembegal itu, dengan setia Galen melihat pertarungan antara Ira vs dua pembegal itu.
"Hei paman jelek Ngapain halangin jalan gue! Nih jalan bukan milik nenek moyang Lo jadi jangan seenaknya Lo sama nih jalan!" teriak Ira pada dua orang didepannya.
"Wah ternyata cewek cantik di dalam mobil ini," ucap pembegal satu pada temannya.
"Ya, kita bisalah bersenang-senang setelah ini," balas pembegal satunya.
"Ya, paman jelek setelah ini kita akan bersenang-senang!" ucapnya dengan senyum sarkas. Saat paman jelek itu akan menyentuh dengannya dengan segera ia memelintir tangan mereka berdua ke belakang dan terjadilah perkelahian itu dengan Galen sebagai penonton.
Ira dengan sangat lihat menangkis serangan dari lawan dan menonjok perut dada dan wajah pembegal itu saat pembegal satunya ingin menyerangnya dari belakang dengan santai Ira menendang dada pembegal itu dengan sangat keras membuatnya tersungkur ke tanah.
Karna merasa telah kalah dua pembegal itu berlari meninggalkan Ira sedangakan Ira tersenyum kemenangan.
"Siapa suruh halangin jalan gue, bonyokan muka Lu pada, udah jelek tambah jelek aja! Mayan lah samsak gratis."
Galen tercengang melihat atraksi Ira barusan ia dibuat kagum dengannya sudah cantik, pintar, dan juga pandai bela diri. Sempurna sekali ciptaanmu Tuhan. Wajah cantik dan manis, oh salah dia tidak punya wajah manis dia hanya punya wajah jutek menyebalkan itu yang selalu membuatku kesal. gumam Galen
.
Jangan lupa like komen and vote pembaca tersayang😍
vote aku yang banyak dong biar aku semangat up, bantu promin juga ke teman-teman kalian agar banyak yang baca karya aku ini.
menurut kalian apa yang kurang dari ceritaku ini? aku tanya balas dengan komen ya...
kasih aku imbalan dengan like Ama vote yang banyak, oke👌
selamat membaca semoga suka dengan khayakanku ini😂
jangan lupa baca 'Jalan Hijrahku' semoga saja kalian suka ceritanya agamis🤗
Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_
__ADS_1