Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Wahana Bermain


__ADS_3

Mereka berempat sudah masuk ke tempat wisata, Ira sudah tidak sabar untuk bermain-main di wahana ekstrim ini, hari ini ia ingin mencoba semuanya karna waktu dengan abangnya waktu itu ira tidak puas sama sekali.


"Eh kita foto yuk bagus tuh disana!" ajak nara.


"Ah gak mau ah langsung main aja, aku pingin coba semua mainan disini," ucap Ira.


"Ya foto sebentar aja."


"Lo aja gue langsung kesana sama kak Galen, Lo foto sama kak Noah aja," usulnya.


"Gak seru ah, yaudah foto entar aja gue ngevlog aja sekarang." Nara mengambil handphone dan tongsisnya ia membuka Instagram lalu memulai siaran langsung.


"Hallo gays kenalin ini temen gue namanya..."


"Ira."


"Noah." Galen hanya melihat saja malas untuk menjawab. Ira merangkul lengan Galen dan memperkenalnya.


"Kalau ini namanya Galen, tampan bukan?" ucapnya membuat Galen tersipu. Aduh salting deh!!


"Eh monyet Lo ngevlog apa perkenalan murid baru sih," ucap Noah.


"Ya sabar dong sebelumnya semua orang harus tahu dulu nama kalian."


"Hai gays sekarang kita lagi diwahana bermain hari ini kita akan coba permainan disini dari yang ekstrim sampai yang biasa aja," ucap Ira.


"Woy ini vlog gue apa punya gue apa punya Lu," kesal Nara.


"Udah ah sama aja lihat aja setelah ini followers Lo pasti nambah banyak," kekeh Ira.


Mereka sekarang sudah berdiri di wahana baling-baling, permainan dengan tinggi 30 meter.


"Gays lihat kami akan naik wahana ini (memperlihatkan wahana baling-baling itu) tinggi bangetkan gays. Jujur ya gays Gue sebenarnya takut tapi karna tadi teman resek gue udah bilang kalau kita akan coba semua permainan ekstrim ini jadi kita trabas aja deh, eh sebelumnya gue saranin ya buat kalian yang mabukan mending jangan naik wahana ini."


"Iya nanti yang ada muntah kalian jadi hujan," kekeh Ira membuat semua orang tertawa. Mereka segera mengantri diwahana itu karna banyak banget antriannya.


"Hai gays habis ini kita akan naik wahana ini jadi kita stop dulu video nya karna kalau nanti gue naik pakai ngevlog, bisa-bisa melayang nih hape gue."


"Masa seehh!" Kekeh Ira.


"Hahaha, Lo niru ucapan kak Ochi ih," balas Nara.


"Haha iya, gue kemaren lihat divlog kak Ochi sama kak Icha mereka naik ini kayanya sih seru mangkanya gue mau coba."


"Oke sekarang gantian kita yang naik."


"Aaaa!" teriakan sudah terdengar karena permainan sudah di mulai mereka sudah diaduk layaknya adonan kue di sana.

__ADS_1


"Hah! akhirnya turun juga mau copot jantung gue," ucap Nara.


"Tapi seru kan, ayo kita naik rool coaster."


"Entar dulu kali Ir udah mau mual nih gue apalagi tadi saat tubuh kita dibalik kayak jambu mente kayak gue mau dijatuhin aja," ucap Noah.


Sedangkan Galen hanya diam dia masih mengatur nafas dan detak jantungnya yang masih loncat-loncat ini.


"Kita beli minum aja dulu ngatur pernafasan kita biar normal lagi."


Selesai memberi minuman mereka langsung mengantri lagi untuk naik rool coaster, rool coaster ini sangat panjang dan diujung sana sudah pantai kalau aja sampai pengaman nya lepas, wah nyebur deh orang itu.


"Hai gays kita jumpa lagi permainan kedua kita yaitu rool coaster, lihat tuh gays. Panjang banget kan gays udah naik turun belak belok lagi!"


"Udah ah Lo dari tadi ngevlog mulu, udah gantian kita nih."


"Yaudah Lo sama kak Galen duluan entar baru gue"


"Oke, kak Galen didepan!" ucap ira.


"gak ah Lo aja."


"Yaudah." Galen sangat terpaksa menaiki permainan ini jika bukan Ira yang memaksa dia tidak akan naik wahana ini.


"Aaa!" teriak Ira karena dibelokkan paling ujung rasanya dia hampir jatuh ke pantai itu.


Ira turun dengan wajah senang sedangkan Galen dengan wajah pucat dia yang duduk didepan tentu saja yang merasa paling tegang.


"Gila seru banget!" ucap Ira.


"Cepet kalian coba!" sambung Galen.


"Gak deh langsung aja kita naik yang lain," ujar Noah cengengesan melihat wajah pucat Galen membuatnya merinding untuk menaiki wahana didepannya ini.


"Dasar Cemen!" ucap Galen.


"Heleh kalau Ira gak paksa Lo, mana mau Lo naik nih wahana, lihat tuh! muka Lo aja pucat banget!"


"Eh mending kita ke rumah hantu waktu itu. Kayaknya seru, waktu itu gue cuma berdua sama kak Galen, kayaknya kalau berempat seru deh."


"Gak ah Lo dari tadi naik yang bikin jantung copot aja mending kita naik itu," usul Nara menunjuk wahana bumper car.


"Ya naik itu aja enak kita perang disana," balas Noah.


"Cih mainan anak TK kalian mainin," ejek Ira.


"Yaudah kalau nggak mau nggak usah ikut!" ketus Nara.

__ADS_1


"Ye gitu aja ngambek, yaudah deh ayo." mereka berempat menuju wahana bumper car setelah menunggu antrian, akhirnya sekarang gantian mereka yang main.


Ira naik dengan Galen dan ia yang menyupir sedangkan Noah dengan Nara dengan Noah yang menyupir.


"Ayo kita perang kak Noah," tantang Ira. Mereka berdua melajukan mobil dengan kecepatan penuh Ira berkelok-kelok untuk menghindari mobil yang lain membuat Galen mau muntah saja. Tidak yang nyata tidak dipermainan selalu saja dia ugal-ugalan dengan mobil.


Selesai keluar Ira tersenyum karena berhasil mengalahkan Noah. "Lo mau jadi pembalap atau apa, nyetir gak ada akhlak," kesal Galen.


"Haha, makasih ya kak, Lo udah ngajak gue kesini sumpah hari ini gue seneng banget," ucapan Ira membuat Galen senang ia juga senang jika melihat Ira senang.


Galen tersenyum pada Ira mungkin PDKT nya hari ini berjalan lancar. "Yaudah makan yuk!" ajak Noah.


"Nggak mau, naik wahana satu kali lagi baru kita makan!" pinta Ira dengan wajah imutnya membuat Galen tidak bisa menolak kalau Noah dan Nara hanya menurut orang mereka dibayarin.


Lagi-lagi Ira memilih wahana yang membuat mereka berteriak dengan jantung yang melompat. Kali ini Ira memilih permainan turbo drop permainan semacam baling-baling tapi ini nggak terlalu tinggi.


mereka sangat terpaksa menuruti kemauan Ira sumpah demi apapun mereka tidak akan lagi mengajak Ira ke wahana bermain seperti ini, bisa mati jantungan kalau nuruti Ira terus.


Selesai bermain permainan itu Noah, Nara, dan Galen langsung ke kamar mandi mereka benar-benar mual kali ini. Ira duduk menunggu mereka dengan wajah tak bersalahnya.


"ayo makan kalian lama sekali!" gerutu Ira.


"Ini semua juga karna Lo dari tadi nyoba wahana ekstrim mulu mual kan kita jadinya," kesal Noah.


"Siapa suruh naik kalau nggak berani yaudah naik odong-odong aja sana!" ketus Ira.


"Nih anak! yang maksa tadi Lo dodol kalau kita gak Lo paksa mana mungkin mau," ucap Noah tanpa dipikir, Ira melihat kearah Galen dan Nara.


"Jadi kalian dari tadi terpaksa nemenin aku, yaudah aku pulang sendiri aja," ucap Ira lesu. Galen menatap tajam pada Noah dan langsung mengejar Ira yang sudah berlalu meninggalkan mereka.


"Kenapa sih tuh anak, apa dokter salah naruh otaknya ya. Kenapa jadi baperan gitu."


"Ya itu emang sifat Ira yang dulu tapi gak se baperan ini juga sih," balas Nara.


"Ya, dulu dan sekarang dia tetap saja menyebalkan."


Galen mengejar Ira disana ia menarik tangan Ira agar berhenti karna sedari tadi ia memanggilnya Ira tidak juga berhenti.


"Hey kenapa jadi baperan gini sih?" Galen mengusap lembut air mata Ira dan memeluknya. "Gue dari tadi terpaksa karena gue takut dengan wahana ekstrim tapi gue seneng kalau Lo juga seneng," ucap Galen membuat hati Ira berbunga-bunga.


Ira tersenyum manis pada galen lalu menatap lamat-lamat mata Galen. "Apa kau belum juga mengingatku?"


"Saat ini belum tapi gue akan coba buat nginget Lo, kita jalanin ini semua bareng-bareng kalau emang kita saling cinta, maka cinta itulah yang akan bikin gue inget sama Lo, tapi gue belum bisa ngasih kepastian buat Lo sampai ingatan gue bener-bener pulih." Ira mengganguk ia tersenyum manis pada Galen meskipun Galen belum mengingatnya.


.


jangan lupa like komen and votenya gays😚💓

__ADS_1


__ADS_2