Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Persiapan Ulang Tahun Ira 2


__ADS_3

Hari ini mereka semua sengaja menjauhi Ira, tidak berteman dengannya dan pura-pura membencinya. Pulang sekolah nanti mereka akan membahas rencana selanjutnya. Nara dan lainnya tidak akan bicara sama sekali dengan Ira, itulah adalah rencana awal. Pagi ini Ira menyapa pun tak mereka balas.


"Pagi semua," sapanya. Semua orang tidak menjawab malah memalingkan muka seolah tidak Sudi melihat Ira dan saat Ira menghampiri mereka.


Mereka langsung berdiri dan keluar kelas begitu saja meninggalkan tanda tanya besar dikepala Ira.


"Kenapa sama semua orang? apa gue ada salah sama mereka?"


Setelah keluar kelas mereka tertawa keras saat berhasil mengacuhkan Ira dan melihat wajah kebingungannya yang tampak lucu bagi mereka. Ini kali pertama mereka mengerjai Ira dulu-dulu mana pernah, sifat ira yang jutek itu membuat mereka tidak berani main-main dengannya.


"Ye kita berhasil ngerjain Ira," ucap Amel. Nara langsung membungkam mulut Amel karena Amel bicara sangat keras.


"jangan keras-keras dodol kalau Ira denger gimana!" ketusnya. Akhir-akhir ini Nara sangat pemarah karna efek dari pms. Biasa emosi wanita sering naik turun kalau lagi pms.


"Hehehe sorry," ucap Amel


"Ngantin yuk!" ajak Arkan. Yang langsung disetujui mereka semua.


Kebetulan sekali disana ada Bella, Galen, dan Noah yang tengah sarapan di kantin. "Hai kak," sapa mereka ikut duduk disatu meja.


"Kemarin malem aku udah chat bang Angga dan katanya dia bisa ketemu kita buat bahas ultah Ira nanti siang ditempat kemarin," ucap Nara.


"Oke setelah pulang sekolah kita kesana tapi pulang kerumah dulu ya buat ganti baju," balas Bella.


"Iyalah pulang dulu," ucap Noah.


"Ira mana?" tanya Galen.


"Ciee ada yang merindu nih," goda Noah. Galen tidak menghiraukannya ia masih sibuk memasukkan bakso kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Ira kan harus kita acuhin sesuai rencana, jadi ya nggak aku ajak, dan kalau kalian ketemu sama Ira melengos aja atau kalau dia ngomong sama kita gak usah dibalas biarin biar dia kesel," ucap Nara.


"Iya sekali-kali ngerjain Miss jutek," kekeh Amel.


Ira hanya diam di kelas ia binggung kenapa temannya cuek dengannya apa dia buat salah seharusnya kalau dia salah ya ngomong lah bukan malah diemin gini.


Saat mereka sudah masuk kelas Ira langsung berdiri menghampirinya tapi diurungkan saat guru mapel sudah masuk. Mereka memang sengaja memepetkan waktu masuknya takut jika Ira tanya aneh-aneh dan takut jika keceplosan.


Setelah berjam-jam otak mereka di isi dan diasah oleh mata pelajaran yang lumayan sulit bagi mereka yang otaknya pas-pasan itu, akhirnya saat-saat yang ditunggu pun datang apalagi jika bukan saat jam istirahat berbunyi. Seperti tadi mereka tetap mengacuhkan Ira, tidak mengajaknya ke kantin dan langsung pergi begitu saja.


"Tunggu!" ucap Ira yang tak dihiraukan oleh mereka, Ira langsung mengejar mereka keluar dan menarik tangan Nara.


"Nar Lo kenapa sih dan kalian juga kenapa? kenapa kalian diemin aku? apa aku punya salah sama kalian?kalau iya kalian ngomong dan aku juga bakal minta maaf bukan malah pada diemin aku kek gini, kita teman kan!"


"Lo nggak malu apa? semua orang pada lihatin Lo tuh gak punya malu banget!" ucap Nara yang menyayat hati Ira.


Tidak biasanya sahabatnya ini mengatakan hal seperti itu pada Ira sehebat apapun pertengkaran mereka, Nara tidak pernah sekalipun mengatai dirinya dengan kata-kata yang menyakiti hatinya, apa kesalahannya kali ini sangat fatal sehingga Nara marah besar pada dirinya.


Mereka meninggalkan Ira yang masih diam menatap kepergian mereka. Ira langsung kembali ke kelasnya ia sudah tidak mood kekantin apalagi tidak dengan teman-teman nya.


"Aku salah apa sih sampe Nara marah banget sama aku, ayo pikir Ira, pikir apa kamu pernah nyinggung dia sampe dia semarah ini."


Sedangkan orang-orang yang membuat Ira berpikir akan kesalahan yang tidak ia perbuat itu sedang duduk dengan tawa renyahnya membahas kejadian tadi.


Hahaha


"Hebat akting Lo tadi Nar," ucap Arkan.


"Tapi kelewatan juga kali Lo ngatain Ira nggak punya malu di depan banyak orang," balas Amel. Ia masih kasihan dengan Ira hampir saja ia ngomong jika itu hanya settingan jika tidak langsung ditarik Nara pergi.

__ADS_1


"Iya sih gue kelewatan tapi kalau nggak gitu Ira bakal nanya terus yang bikin gue gak bisa jawab apalagi mulut ember Lo itu udah mau njeplak aja."


"Ya kan gue kasihan sama Ira, Lo nggak lihat wajah melasnya tadi."


"Hust diam ada Ira tuh," ucap Arkan saat pandangannya tak sengaja melihat Ira yang baru saja memasuki kantin, mereka semua langsung mengobrol seperti biasa dan tertawa renyah karna lelucon Amel, tapi saat Ira menghampirinya mereka langsung diam dan memasang wajah tidak suka.


"Gue boleh duduk sini nggak?" tanyanya.


"Nggak boleh ini cuma buat sahabat-sahabat gue aja Lo nggak boleh duduk disini!" ketus Nara. Ira sangat sedih kali ini, tadinya ia kesini mau ngomong baik-baik apa kesalahannya, alasan apa yang membuat mereka menjauhinya.


"Aku kan juga sahabat kalian," ucap Ira. Air mata sudah mengenang dipelupuk matanya sedikit saja ia berkedip sudah jatuh linangan itu.


"Cih sahabat, urat malu Lo udah putus apa gimana? dengan apa yang udah Lo lakukan ke kita Lo masih bilang kalau kita sahabat Lo, sorry sorry aja ya! gue udah nggak mau sahabatan sama cewek egois kayak Lo," ucap Nara pedas.


"Nara..." air mata Ira sudah jatuh ia benar-benar sedih saat sahabat baiknya yang selalu ada disuka maupun dukanya bicara seperti itu.


"Amel, Arkan kalian juga marah sama aku?"


"Gue juga udah gak mau temenan sama Lo lagi Ira, gue bener-bener kecewa sama sikap Lo, Lo nggak ngehargai kita banget. Iya kita tahu kalau Lo lebih unggul disegala hal tapi gak semestinya Lo ngerendahin sahabat Lo sendiri," balas Amel dibuat sederamastis mungkin.


"Gue juga nggak bisa temenan sama Lo lagi ir, gue emang masih suka sama Lo tapi gue gak mau punya temen egois kayak Lo," balas Arkan tanpa memandang wajah Ira mana tahan ia melihat wajah menyedihkan Ira.


"Nara, Amel, Arkan kalian kenapa sih coba kalian ngomong apa kesalahan aku, aku minta maaf kalau aku udah nyakitin hati kalian tapi aku bener-bener nggak tahu apa kesalahan ku," balas Ira. Air mata sudah berjatuhan dipipinya ia menghapusnya perlahan.


"Lo nggak salah Ira," balas Amel keceplosan ia merasa kasihan pada Ira karna melihatnya menangis seperti itu. Nara langsung menginjak kakinya membuat Amel meringis dan diam.


"Ya bener yang dikatakan Amel kalau Lo itu nggak salah yang salah itu kita, kita yang nggak tahu diri temenan sama orang perfect kayak Lo," balas Nara.


"Nggak kalian ngomong apa sih aku seneng temenan sama kalian," balas Ira. Mereka sudah tidak tahan dengan suasana ini dan memilih pergi ketimbang keceplosan wajah Ira sudah sangat menyedihkan sekarang mana mungkin mereka bisa tahan dengan settingan ini.

__ADS_1


.


Jangan lupa like komen sama votenya😚💓


__ADS_2