
Satu Minggu berlalu hari ini tepat dimana Noah akan menyusul pujaan hati ke negara tetangga. Tidak terasa sudah setengah jam ia duduk manis di pesawat, dengan hati resah dan berdebar ia sudah sangat merindu ia ingin segera bertemu Nara.
"Gue datang, gue akan bawa Lo kembali ke negara asal," ucap Noah pada genggaman foto Nara.
Hari ini hari Minggu Nara dan teman lainnya sedang mengerjakan tugas kelompok di restoran yang berada didalam mall. Mereka sengaja memilih mengerjakan tugas disana karna sebelumnya banyak barang yang akan mereka beli agar tidak jauh-jauh.
Nara, Retha, Stella, Steven, dan Edward tengah berkumpul duduk melingkar disana, sedari tadi dua badboy itu tidak berhenti bicara mereka sangat cerewet sedari tadi selalu menghina karya yang dibuat oleh Retha dan saat Nara memintanya untuk membuatnya bahkan ia membuat jauh lebih jelek dari milik Retha bahkan mereka tidak bisa mengenali apa yang sedang ia buat.
Mereka berlima sedang mengerjakan tugas IPA mereka disuruh menggambar sepuluh hewan beserta penjelasan, asal, makanan, dan cara berkembang biak. Banyak yang harus mereka kerjakan mulai dari penjelasan dan lain sebagainya, disini Naralah ketuanya jadi dia yang harus mengatur kelompok nya agar ikut bekerja semua tapi ia sangat pusing jika harus berhadapan dengan ketua dan wakil badboy ini.
"Steven, Edward tidak bisakah kalian diam kenapa kau berisik sekali, masih untung aku tidak memaksamu mengerjakan jadi diamlah atau aku akan melaporkan kalian pada pak Sam agar kalian dapat nilai jendol," ucap Nara dengan tatapan tajamnya, dua orang ini bukannya takut malam cengengesan membuat Nara jengkel saja.
"Retha, Stella sudahlah kita pergi saja percuma berhadapan dengan dua makhluk astral ini, kita tidak akan bisa mengajaknya bicara karna mereka tidak tahu bahasa manusia, biarkan mereka berteman dengan geng alien nya saja," ucap Nara sembari membereskan semua barang-barang nya dan menarik kedua teman perempuannya.
"Eh cantik kau jangan marah, baiklah aku akan mengunci mulutku agar tidak bicara lagi, janji kau jangan pergi dulu," ucap steven.
"Dasar badboy rayu aja semua wanita dengan mulut manismu itu!" celetuk Retha.
"Hei mata empat kau bicara apa," ucap steven dengan menunjuk wajah Retha dengan jari telunjuknya dan berjalan semakin mendekat ke arahnya membuat jarak diantara keduanya sangat dekat, Retha sangat gugup didekati oleh pria yang selama ini diam-diam ia kagumi.
Astaga jantungku. ucap Retha dalam hati.
"Kau tadi bicara apa." Steven mendongakkan kepala Retha agar menghadap kearahnya. Sehingga wajah mereka sangatlah dekat, Retha bisa dengan jelas merasakan hembusan nafas Steven ia tiba-tiba membisu karna gugup dan debaran jantungnya yang tidak biasa.
"Me-menyingkirlah!" ucap Retha terbata.
Steve melepas kacamata tebal milik Retha lalu ia menarik kunciran rambut Retha yang tadi di kuncir kuda. Sehingga rambut retha yang lurus itu tergerai indah.
Steven menatapnya sampai tidak berkedip karna Retha sangatlah cantik dengan penampilan seperti itu.
"Kau sangat cantik jika seperti ini," bisiknya tepat ditelinga Retha membuat darah Retha terasa berhenti mengalir.
Sungguhkah dia memujiku cantik, oh tuhan. batin Retha tersenyum senang.
"Eh playboy cap kadal kau apakan temanku." Nara menarik kerah baju Steven dari belakang membuatnya mundur beberapa langkah.
"Apa sayang? apa kau cemburu?" ucap steven lembut sembari memegang pergelangan tangan Nara.
"Beraninya kau memanggil kekasihku sayang!" bentak seseorang dari belakang lalu meninju wajah tampan Steven.
Steven yang tidak siap tentu saja tersungkur karna pukulan yang teramat kuat itu bibirnya saja sampai sobek. Nara membulatkan mata saat melihat Steven dipukul.
Steven yang tidak terima langsung berdiri dan memukul orang yang tadi memukul dirinya, jangan ragukan kemampuan Steven dia sudah berkali-kali memenangkan kejuaraan pencak silat, dua orang ini sama-sama kuat, yang satu guru PSHT dan yang satunya guru Kera Sakti.
__ADS_1
Cowok yang memukul Steven tadi tak lain adalah Noah dia yang baru saja sampai ke Swiss berinisiatif pergi ke mall untuk memberikan hadiah untuk keponakan kecilnya anak dari kakak pertamanya.
Tapi tak disangka saat ia akan memesan makanan ia tak sengaja melihat sosok yang selama ini ia rindukan dan saat akan menyapa Nara darahnya dibuat mendidih tangannya mengepal saat cowok lain memanggil Nara dengan sebutan 'sayang' apalagi cowok tadi juga menyentuh tangan Nara.
Sedangkan Nara sendiri hanya diam ia masih belum mengerti dengan kejadian barusan. Mimpikah? apakah benar cowok yang saat ini berada didepannya ini cowok yang selama ini ia rindukan cowok yang membuatnya hampir putus asa cowok yang membuatnya pergi jauh meninggalkan negara tempatnya lahir dan meninggalkan teman terbaiknya?.
"Siapa kau, berani sekali memukulku!" ucap steven dengan suara meninggi.
Mendengar teriakan Steven Nara pun sadar jika apa yang ada didepannya memang nyata memang benar dan cowok dihadapannya ini adalah cowok yang selalu mengusik hidupnya
"Lo gak perlu tahu siapa gue, tapi gue gak akan diam aja saat milikku diganggu oleh cowok brengs*k kayak Lo."
Milikku? cih tidak malukah dia mengatakan jika aku miliknya, sejak kapan memang? ucap gadis batin Nara.
"Milikmu?" tanya Steven tak mengerti.
"Ya milikku, Nara Anastasya dia milikku dia hidupku, dikehidupan ini dan dikehidupan selanjutnya Nara hanya tetap milikku, apa kau mengerti! Jadi jangan sekali-kali kau berkata manis pada milikku jika kau tidak ingin berurusan dengan ku," ucap Noah dingin dengan tatapan tajamnya Steven tak kalah tajam menatap Noah.
Ada rasa tidak terima saat orang itu mengatakan jika Nara adalah miliknya, sepertinya Nara telah mengubah jalan hidup Steven yang biasanya hanya suka menggombali para wanita, membuat mereka semua jatuh cinta padanya lalu dia akan meninggalkannya, sudah banyak hati yang tersakiti karenanya.
Tapi dengan Nara ia merasakan hal yang berbeda ia sangat terpikat akan pesona Nara ia sangat ingin mendapatkannya, ia tidak tahu itu karna obsesi atau apa dia juga tidak mengetahuinya.
Nara maju kedepan menatap Noah dengan wajah dingin dan mata tajamnya.
"Nar..." Noah memegang pergelangan tangan Nara tapi langsung ditepis oleh si empunya. Nara berjalan mendekat kearah Steven.
"Sayang ayo kita pergi aku akan mengobati lukamu," ucap Nara sembari memegang luka bekas pukulan Noah.
"Apa ini sakit?" tanya Nara, Steven yang masih binggung sekaligus tidak percaya hanya diam saja, sedangakan dua manusia dibelakangnya itu menatap binggung akan keadaan didepan.
Sedangkan Retha ia sudah paham akan kejadian didepannya, sepertinya itu Noah cowok yang sering membuat sedih temanku. batin Retha
Retha menatap tak suka akan keberadaan Noah lalu ia menarik yang lain untuk mengikuti Nara pergi.
"Nara dengerin gue, gue mau minta maaf sama Lo!" teriak Noah yang tidak dihiraukan oleh Nara.
Nara merasakan sesak didadanya, kenapa juga dia harus datang lagi ke kehidupannya padahal selama ini Nara sudah berusaha untuk melupakannya tapi kenapa lagi-lagi dia harus kembali.
Merasa Noah tidak mengikutinya Nara pun melepas genggaman tangannya pada Steven ia langsung berlari menjauh dari temannya air matanya sudah ia tahan agar tidak keluar tapi sia-sia, airmata itu sudah terjun bebas mengalir diwajahnya ayunya.
Nara masuk kedalam mobilnya ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh ia menangis sekencang-kencangnya dengan mengemudikan mobil kecepatan maksimal untuk menyalurkan emosinya.
"Kenapa Lo harus dateng, kenapa! Hah kenapa! Gue benci sama Lo kak, gue benci! kenapa Lo suka bikin gue sakit hati kenapa!" teriak Nara.
__ADS_1
Lalu ia memberhentikan mobilnya didanau sekitar situ ia keluar dengan mata yang membengkak rambutnya sedikit acak-acakan ia sungguh frustasi dengan semua ini.
Nara duduk lesehan disana menghadap danau luas itu, Nara menutup wajahnya dengan telapak tangan bahunya terguncang ia masih belum siap jika harus bertemu dengan noah.
"Aku membencimu kak aku membencimu," ucap Nara terisak.
Mulutnya berkata jika ia membencinya tapi hatinya? hatinya tidak bisa membenci seseorang yang sudah menempati penuh ruang hatinya.
Noah sedari tadi mengikuti kemana nara pergi ia juga ikut sakit saat melihat pujaan hatinya menangis tersedu karna dirinya.
Noah mendekat kearah Nara ia memeluk Nara dari belakang lalu membalikkan tubuh Nara mengarahkan wajahnya kedada bidang miliknya ia membenamkan wajah sedih itu kedalam dadanya tangannya mengusap lembut rambut dan punggung Nara mencoba menenangkan nya.
"Maafin gue Nar," ucapnya Nara memberontak ingin dilepaskan tapi apa daya dia tidak bisa melawan seseorang yang tenaganya jauh lebih besar darinya.
Nara memukul punggung dan dada Noah agar dia dilepaskan tapi bukannya dilepas Noah malah memeluknya lebih erat.
"I am sorry," ucap Noah ia juga ikut menitikkan air mata. Setelah dirasa Nara sudah mulai sedikit tenang ia mulai melepas pelukan itu menatap wajah Nara yang sungguh berantakan ini, Noah mengusap air mata yang masih mengalir itu namun Nara sama sekali tidak melihat kearahnya.
"Nar maafin gue, gue tahu gue salah. Gak adakah satu kesempatan buat gue untuk menebus semua kesalahan yang udah gue perbuat sama Lo."
Nara menghela nafas panjang lalu ia memberanikan diri menatap manik cokelat milik Noah dirinya langsung melemah saat melihat mata Noah yang sayu itu.
"Gue sayang sama Lo Nar, tapi gue gak mampu buat buktiin itu semua, gue bener-bener sayang sama Lo gue mohon maafin gue," ucap Noah tulus.
Nara masih tak bergeming ia hanya diam dengan tatapan tertuju pada manik cokelat itu.
"Kak Noah gak salah, aku yang salah aku yang gak tau diri maafin aku kak, kak Noah gak perlu kayak gini kak Noah gak perlu iba dengan kondisiku, aku sudah mengikhlaskan kakak aku udah ngelupain dan buang jauh-jauh rasa cinta itu," ucap Nara ia menunduk karna tak mampu dengan apa yang ia ucapkan berlainan dengan hatinya.
"Nggak, gue beneran suka sama Lo nar gue tulus sama Lo, dan gue gak ngijinin Lo buat berhenti suka sama gue!" ucapnya tegas.
"Egois? jika Lo bilang gue egois emang benar gue egois, egois karna gue gak mau ninggalin Lo, gue bener suka sama Lo gue cinta sama Lo, Lo jangan sedih maafin gue kalau gue sering buat Lo sakit hati."
"Love don't cost a thing: except a lot of tears, a broken heart, and wasted years."
(Cinta tidak meminta bayaran apapun: kecuali setumpuk air mata, hati yang hancur dan membuang waktu.)
"Itu jika cinta tak terbalas Nar."
"Itu kenyataan kak karna cintaku hanya bertepuk sebelah tangan dulu, karna sekarang aku sudah tidak mencintai kak Noah lagi, aku pamit." Nara berdiri dari duduknya lalu berlari menuju mobilnya.
"Nara gue tahu Lo bohong Lo masih cinta sama gue dan kalaupun omongan Lo benar, kalau Lo udah gak suka sama gue, gue sendiri yang akan bikin Lo jatuh cinta lagi sama gue!" teriak Noah kesetanan, ia sungguh sudah benar-benar frustasi akan semua ini.
like komen sama votenya aku up banyak loh 1746 kata, jangan pelit vote dikit boleh dong 🤣
__ADS_1