Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Sahabat Setia


__ADS_3

keesokan harinya Ira bangun terlambat karena bergadang membaca novel semalaman dan baru tidur jam dua malam.


"Ira bangun! udah siang ini kamu nggak sekolah apa!" teriak mama ira.


"Ah mama ini masih terlalu pagi, kenapa mama membangunkan aku biarkan aku tidur sebentar lagi," ucapnya dengan mata terpejam.


"Buka matamu lihatlah matahari udah sangat terik ini sudah jam setengah tujuh Ira!" ucap mama Ira kesal.


"Apa! setengah tujuh, kenapa mama nggak bangunin aku dari tadi." Ira langsung beranjak dari tidurnya dan masuk ke kamar mandi dengan terburu-buru.


"Anak ini udah dibangunin dari tadi nggak mau bangun sekarang malah mamanya yang disalahkan, dasar anak jaman sekarang!" gerutu mama Ira.


Ira turun dengan dasi yang belum terpasang dan menenteng sepatu ditangan kirinya dan tas yang menyelampir di bahunya.


Ira segera mengenakan sepatunya kemudian menyalami mamanya lalu berlari menuju mobil dengan dasi yang belum terpasang rapi.


"Ira hati-hati dasi kamu itu dipakai yang benar, jangan lupa entar beli roti buat sarapan!" teriak mama Ira.


"Iya ma!" jawab Ira, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.


SMA Ganesa


"Kemana nih Ira jam segini belum berangkat," ucap Nara yang sedari tadi mondar-mandir menunggu kedatangan Ira.


"Alah bentar lagi juga sampe, Lo kan tau Ira itu murid teladan," balas Amel.


"Udahlah Nar mending kamu duduk mungkin Ira lagi dijalan," sambung Zura.


"Iya." Nara menjawabnya dengan tidak bersemangat.


"Alah palingan nih anak nungguin Ira bukan karna khawatir tapi karna pingin nyontek tugasnya." Azam ikut nimbrung.


"Haha Lo kalau ngomong suka bener ya Zam!" jawab Nara terkekeh.


Guru mapel masuk kedalam kelas membuat Nara gemetar takut karna belum mengerjakan tugas apalagi guru ini killer banget.


"Pagi anak-anak," sapa pak Broto.


"Pagi pak," balas mereka.


"Buku tugas taruh atas meja!" titahnya yang membuat Nara makin takut.


Mati gue, kemana sih Ira ini. gumam Nara

__ADS_1


Pak Broto mulai keliling dari meja satu ke meja lain sekarang meja Nara yang ia hampiri.


"Nara, mana buku tugas kamu?"


"Aaa, buku tugas ya pak," jawabnya cengengesan.


"Iya mana?" suara pak Broto naik satu oktaf membuat Nara makin takut saja.


"Maaf pak saya belum mengerjakan, soalnya kemarin nenek saya meninggal," jawab Nara asal yang langsung dapat pelototan dari temannya.


gapapa lah ya boong gini, pasalnya nenek gue juga udah nggak ada, nek maafkan cucu laknat mu ini tolong selamatkan aku dari pria botak ini, gumam Nara.


"Saya tidak menerima alasan, tugas ini sudah satu Minggu dan kamu belum juga mengerjakan, sekarang keluar kelas dan pergi ke ruang BP mintalah hukuman disana!" ucap pak Broto yang mulai marah.


"Ba-baik pak."


Setelah Nara keluar teman-temannya yang lain pun menyusul karna sama belum mengerjakan tugas. Mereka semua mana pernah mengerjakan tugas kalau bukan nyontek Ira mungkin tiap hari mereka masuk ruang BP.


Nara sudah sampai di depan ruang BP dengan badan gemetar karna takut, yang ia takuti bukanlah hukuman dari gurunya melainkan hukuman dari sang ayah jika ketahuan masuk BP alamat ia akan dikurung seminggu dirumah mewahnya tanpa fasilitas hape.


Ad**uh gimana nih. batin Nara


Saat ia akan masuk ternyata pintu sudah dibuka terlebih dahulu dari dalam ternyata Noah yang muncul membuat Nara bisa bernafas lega.


"Gue mau ketemu sama guru BP lha ya kali nemuin sama Lo!"ucapnya dengan wajah angkuh.


Entahlah Nara sekarang menjadi Cuek dan angkuh pada Noah karna waktu itu ia melihat Noah jalan dengan seorang cewek cantik, dia hanya menjaga jarak saja agar hatinya tidak sakit jika cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Ye biasa aja kali!" balas Noah lalu masuk kembali keruang BP dengan memegang tangan Nara mengajaknya sekalian masuk.


"Assalamualaikum pak."


"Waalaikumsalam, Loh kamu kenapa balik lagi Noah?" tanya pak Dudung guru BP.


"Ini pak ada yang mau bertemu dengan bapak," jawabnya sambil menarik Nara agar berada disampingnya.


"Ada keperluan apa Nara kamu nemuin saya?" ucap pak Dudung, bukan hal biasa jika pak Dudung telah mengenal Nara karna ia sudah sering sekali masuk kesana.


"Pak Dudung makin ganteng aja deh," rayu Nara.


"Sudahlah hentikan ucapan konyol mu, apa kau ingin menemani teman mu ini dihukum?" ucap pak Dudung.


"Teman?" tanya Nara bingung karna ia belum menyadari keberadaan Ira disampingnya lalu Nara mengedarkan tatapannya dan menemukan Ira yang duduk disebelah Galen.

__ADS_1


"Ira, Alhamdulillah untung aja Lo juga dihukum jadi gue gak sendirian kena hukumannya," ucap Nara yang malah bersyukur karna Ira dihukum.


Ira memutar bola matanya malas melihat kelakuan gila sahabatnya itu. "Lo gila apa stres sih, teman kena hukum malah alhamdulilah," ucap Noah.


"Ya Alhamdulillah lha jadi kan gue gak dihukum sendiri itu namanya gue sama Ira best friend forever dimana gue susah dia juga akan susah dan sebaliknya kalau dia seneng gue juga ikut seneng," ucap Nara.


Sedangkan Galen menatap aneh pada dua cewek itu.


Dasar gila! batinnya.


Saat pak Dudung, Noah, dan Galen asyik berbincang pasal hukuman apa yang akan diberikan pada Ira dan Nara, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Akhirnya pak Dudung menyudahi pembicaraan itu dan menyuruh pengetok itu untuk masuk.


"Assalamualaikum pak," jawab mereka yang tak lain ialah Arkan, Amel, Zura, dan Azzam. Yang juga dihukum karna tidak mengerjakan tugas, bagaimana mau mengerjakan jika si empunya saja terkena hukuman maka mereka semua pun juga akan terkena, hebat betul bukan persahabatan mereka, bukan hebat melainkan gila semua. Haha


"Ada apa kalian rombongan kemari?" tanya pak Dudung.


"Kami kesini karna kami setia pada sahabat kami pak jika satu dihukum maka yang lain juga akan dihukum." Amel mewakili mereka yang mendapat anggukan untuk membenarkan ucapannya.


"Persetan dengan persahabatan, kalian ini memang kelompok somplak yang ngumpul jadi satu lama-lama saya bisa gila deket kalian!" ucap pak Dudung sambil memijit pelipisnya tak habis pikir dia jika akan menangani murid seperti mereka.


"Galen, Noah kalian urus mereka. Bisa darah tinggi saya jika mengurus pasukan somplak ini!" ucap pak Dudung sambil berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.


Banyak guru yang tak sanggup dengan kelakuan mereka hanyalah ketos galak itu yang mampu membuat mereka tunduk itupun jika bukan karna ancaman orang tua karna Galen sangatlah akrab pada orang tua mereka saat masih berteman dulu.


Ya Galen memang berteman dengan mereka hanya untuk melihat kelemahan mereka Galen sudah tau kalau mereka anak-anak yang nakal dan pasti akan menyusahkan nya.


Setelah berhasil dekat dengan orang tua mereka Galen pun kembali dengan sifat dingin dan angkuh ciri khasnya.


.


Maaf ya jarang up makasih buat kalian semua yang selalu dukung aku, aku usahain setiap hari up deh biar cepet kelar nih novel. Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain.


-Ice boy bucin(ongoing)


-jalan Hijrahku(ongoing)


-Ceraikan aku mas!(ongoing)


-Menikahi presdir yang kejam(end)


Follow ig penulis: Nabilaputrii36_

__ADS_1


__ADS_2