
Setelah selesai acara ulang tahun Galen, Noah langsung balik lagi ke Swiss, ia tidak peduli dengan keadaannya meskipun ia sudah sangat lelah sekali pun Noah masih tetap balik kesana.
"Lho yakin langsung terbang ke Swiss?" tanya Galen.
"Yakin lha men, udah di bandara lagian masa iya gue balik ke rumah lagi, Lo ngaco aja." Noah tertawa kecil sembari menepuk bahu Galen.
"Udah malam kenapa gak besok pagi aja?" tanya Ira, ya Ira memang ikut mengantar Noah ke bandara, jangan heran ya karna sekarang kalau ada Galen disitulah Ira berada. CK bucin banget kan mereka berdua.
"Justru itu Ir kalau gue berangkat malam pagi nya nyampe, gue juga pingin cepet-cepet nyelesain masalah gue sama Nara."
"Hm semangat gue yakin kalau kak Noah bakal bisa dapatin Nara lagi, tapi kak Noah harus janji sama aku untuk tidak menyakiti hati Nara lagi!" ucap Ira tegas ia menjulurkan jari kelingkingnya pada Noah.
Saat Noah akan menautkan jari kelingkingnya Galen sudah terlebih dulu menarik tangan Noah. "Gak usah pegang-pegang!" ketus Galen.
"CK pelit amat Lo bro," gelak Noah, Galen tidak menggubris ia malah menatapnya tajam.
"Cepat pergi sana!" usir Galen.
"Kak Noah tunggu!" teriak Ira.
"Apa?" teriak Noah balik.
"Kasihkan ini pada Nara, tapi ingat jangan sampai kak Noah membukanya kalau sampai Ira tahu kak Noah buka itu surat, abis kak Noah." Ira menyayatkan jarinya pada leher sebagai perumpamaan abis untuk Noah membuat Noah bergidik apalagi mata elang nya itu sungguh mematikan.
"Nakutin banget sih Lo Ir kayak ketua mafia aja." Noah berjalan mendekat ke arah Galen membisikkan sesuatu padanya.
"Horor banget pacar Lo mangakannya Lo bisa ditaklukkan gitu aja sama dia, dasar bucin. Budak cinta," bisik Noah dengan tawa mengejeknya lalu berlari pergi dari sana.
Sedangkan Galen menatap tajam padanya sembari mengumpat kesal pada Noah.
"Sialan Lo noah," umpatnya.
"Kak Noah inget pesen aku tadi," teriak Ira, Noah membalikkan tubuhnya sebentar lalu mengacungkan jempol pada Ira dan beralih menyanyat leher sama seperti Ira tadi, Ira yang melihatnya pun tertawa.
"Good boy," ucap Ira lalu matanya melirik ke arah Galen.
"Kak Noah tadi bicara apa?" tanyanya sambil mendongakkan kepalanya menatap Galen yang jauh lebih tinggi darinya.
"Tidak ada, ayo balik!" Galen merangkul bahu Ira mengajaknya pergi.
__ADS_1
"Ngomong dulu, apa!" Ira melepas rangkulan Galen dengan menatap memelas padanya.
"Ayo pulang atau kau mau aku tinggal disini." Galen berlalu begitu saja tanpa ingin menjawab pertanyaan Ira mau jawab apa dia, ya kali jawab kalau dia dikatai bucin pada Ira apalagi katanya budak cinta, cih memalukan sekali yang ada Ira akan mengejeknya habis-habisan.
"Galen kau menyebalkan!" teriak Ira lalu dia berjalan dengan menghentakkan kakinya ke arah Galen.
Mereka berdua masuk kedalam mobil masih tetap saling mendiamkan Ira memalingkan wajah nya ke arah jendela sedangkan Galen fokus menyetir mobilnya.
"Kamu marah?" tanya Galen sembari menatap sekilas pada Ira lalu fokus kembali ke arah depan.
"Nggak."
"Lalu?"
"Lalu apa? Nggak ya nggak banyak tanya sekali kamu ini, gak usah ngomong lagi sama aku, aku malas ngomong sama kamu!" ketus Ira, ia bersedekah dada sembari memalingkan wajahnya kearah kaca mobil.
Galen menelan salivanya susah dan yang paling menyebalkan lagi ucapan Noah tadi terngiang dikepala nya menari-nari disana seolah tengah mengejeknya.
"Sialan," ucap Galen.
"Apa? kau mengataiku sialan? dasar pacar nggak ada akhlak, berhenti sekarang!" ucap Ira kesal.
Galen tersentak ia menggutuki dirinya dan juga perkataan Noah tadi, ia memberhentikan mobilnya mengarahkan ke pinggiran.
Galen langsung mengunci pintunya sehingga Ira tidak bisa keluar ia masih pusing dengan semuanya, karna Noah sekarang dia dan Ira jadi berantem.
"Noah sialan," umpat Galen.
"Kenapa kau menguncinya cepat buka! aku akan turun!"
"Hei tenanglah kenapa kau jadi marah-marah?" Galen berusaha semaksimal mungkin untuk merayu Ira agar berhenti marah lagi.
"Karna kau menyebalkan, aku membencimu!" ketus Ira.
"Serius kau membenciku bagaimana mungkin kau membenci separuh nafasmu?" gombal Galen. Wajah Ira bersemu merah karna gombalan receh Galen tapi dia langsung mengatur wajahnya kembali agar berwajah datar.
"Cih separuh nafasku? memang siapa separuh nafasku?" tanya Ira balik dengan nada ketus.
"Tentu saja pacar tampanmu ini," balas Galen dengan pedenya.
"Cuih, kau itu terlalu percaya diri, kau itu memang benar sebagian dari nafasku tapi kau itu sebagai karbondioksida nya, kau hanyalah kotoran dari pernafasan ku yang harus aku buang jauh-jauh," ketus Ira
__ADS_1
"Kau jangan salah karbondioksida yang kau sebut kotoran itu berperan penting dalam fotosintesis tumbuhan," balas Galen kembali.
Ira terdiam sesaat kali ini ia kalah telak, ia hanya menatap tajam pada Galen sedangkan Galen malah cengengesan membuat Ira kesal saja.
"Apa kau tahu saat ini juga aku ingin menyakar wajah menyebalkanmu itu," ucap Ira kesal lalu ia memalingkan kembali wajahnya menghadap jendela.
Galen kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan rata-rata.
20 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Ira, Galen memberhentikan mobilnya lalu keluar dari sana untuk membukakan pintu mobil untuk Ira.
Ira masih saja berwajah datar melewati begitu saja Galen dan membuka gerbangnya untuk masuk.
Galen menghentikan kesibukan tangan Ira yang tengah membuka kunci gerbang itu mengangkatnya mengarahkannya kebibir nya.
Cup
Galen mencium tangan itu membuat Ira membulatkan matanya. Hatinya menghangat mendapat ciuman itu dari Galen.
"Maaf," ucap Galen.
Lalu ia memajukkan tubuhnya kearah Ira membuat Ira menatap waspada padanya.
"a-apa yang akan kau lakukan?" ucap Ira terbata.
"Kenapa kau gugup, aku tidak akan melakukan apapun."
Cup
Galen mencium lama kening Ira lalu melepasnya menatap hangat padanya.
"Good night Ira, mimpi indah sayang," ucap Galen.
"If I could go with you in the dream, I would continue to sleep forever." Sambungnya kembali.
Ira terdiam sesaat ia tidak membalas semua yang dilakukan Galen tapi hatinya berbunga-bunga sekarang kekesalan nya telah hilang saat itu juga.
Ira tersenyum lalu berlari masuk kedalam karena sangking gugupnya. Galen yang melihatnya menggeleng kan kepala dengan senyum indah dibibirnya melihat Ira salah tingkah.
Ia melajukan mobilnya kembali pulang setelah memastikan Ira sudah masuk kedalam rumah. Ira yang baru saja masuk kedalam kamarnya langsung memegang jantungnya yang berdegup dengan kencang.
Astaga!
__ADS_1
Ira melihat kearah tangannya yang baru dicium Galen tadi lalu beralih memegang keningnya lalu bibirnya tersenyum senang sampai Ira meloncat-loncat diatas kasurnya persis seperti anak kecil.
like komen vote Jan lupa yakk😚💓