Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Tiara Pulang


__ADS_3

Seperti janji Galen tadi jika dijam istirahat  nanti ia akan mentraktir Ira makan cilok. Dan saat ini mereka semua sudah berada di kantin, Ira pun sudah memesan cilok  kesukaan nya.


"Eh Ir Lo itu baru sembuh jadi jangan makan yang pedes-pedes dulu!" tutur Nara. Bukannya mendengarkan, Ira malah mengabaikan ucapan Nara dan lebih asyik dengan ponselnya sembari menunggu pesanan cilok nya tiba, membuat Nara mendengus kesal.


Cilok pesanan Ira sudah datang saat mangkuknya sudah didepan Ira, Galen langsung mengambil nya. "Hey balikin cilok gue!" ujar Ira.


"Cilok Lo cuma dua karna tadi gue makan cuma dua," balas Galen.


"Lo jadi cowok jangan pelit, entar gak ada yang mau sama Lo!" ucap Ira.


"Gue harap Lo punya kaca, buat ngaca supaya ucapan yang Lo keluarin nggak Lo lakuin terlebih dulu. Gue balas apa yang Lo kasih ke gue!" jawab Galen.


Drett, drett, drett


Ponsel Ira berdering pertanda ada seseorang yang telpon. "Hallo, siapa?" tanya Ira malas.


"Kau itu kenapa, jawab telpon kayak gak punya semangat hidup!" kekeh Angga.


"Gapapa, ngapain telpon?" jawab Ira.


"Kakak tersayang mu nanti pulang kau ikut tidak jemput dia ke bandara?"


Seketika mata Ira berbinar mendengar jika kakak kesayangannya akan pulang. "Tentu aku ikut, kapan ia pulang?" seketika mood Ira yang tadinya buruk langsung kembali ceria.


"Entar sore," ucapnya.


"Baiklah aku tutup dulu mau masuk soalnya."


"Hm, belajar yang bener!" tutur Angga.


"Siap," balas Ira dengan tawa kecil.


"Siapa Ir?" tanya Nara. Tanya Nara setelah Ira menutup sambungan telpon nya.


"Bang Angga," balasnya.


"Oh, tumben nelpon ada apa?" kepo Nara.


"Dia bilang kesayangan gue bakal balik, entar gue ikut jemput di bandara," jelasnya.


Seketika Galen langsung tersedak cilok itu ketika Ira bilang kesayangan nya pulang siapa pikir nya. "Lo kenapa bro?" tanya Noah menepuk pundak Galen.


"Tersedak bunglon," asal Galen.


"Wah bunglon nya jutek ya," kekeh Noah.


Sekarang ganti Ira yang tersedak minumannya, saat mendengar ucapan Noah. Pasalnya bunglon jutek adalah panggilan Galen untuknya.


"Ira Lo gapapa?" tanya Nara.


"Kenapa kalian pada tersedak sih?" tanya Noah pada Ira dan Galen.


"Karna ada yang gibahin gue," balas Ira


melirik sekilas ke arah Galen.


.

__ADS_1


Sore harinya Ira telah siap untuk menjemput Tiara ke bandara tinggal menunggu Angga menjemput saja. "Anak mama udah cantik aja, mau kemana?" tanya Amira.


"Ira mau ke bandara jemput kak Tiara ma," balasnya.


"Oh Tiara udah balik, emang sekolah nya di sana udah kelar?" tanya nya.


"Katanya sih lagi libur mangkanya kak Tiara pulang," jelas Ira.


"Oh, yasudah kalau gitu gimana kalau kita undang dia makan malam disini," usul Mama.


"Makan malam entar?" tanya Ira yang dijawab anggukan kepala oleh Amira pertanda iya.


"Tapi apa kak Tiara nggak kecapean ma kalau sekarang?" tanya Ira.


"Ehm, ya juga sih kalau besok gimana?"


"Kalau nanti malam kak Tiara yang undang aku sama bang Angga makan dirumahnya."


"Ya terus kapan?"


"Gimana kalau besok pagi, besok kan hari libur kita bisa masak bareng-bareng itu akan lebih seru ma," usul Ira.


"Ya sayang kau benar kita besok akan tempur didapur," balas mama menyetujui ucapan Ira.


Angga mengklakson dari luar agar Ira segera keluar. "Ma bang Angga udah dateng Ira berangkat dulu, assalamualaikum." salamnya sambil mencium punggung tangan Ira.


-Bandara Soekarno Hatta-


Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit akhirnya Angga dan Ira sampai juga di bandara dicarinya orang yang ia jemput. Setelah mata mereka berkeliling mereka berhenti pada sosok wanita cantik memakai baju lengan pendek warna putih dipadu dengan jelana jins dan satu koper besar yang ia pegang.


Cukup lama Angga melihatnya ia sempat terpaku akan kecantikan sang pacar, kerinduan nya tengah memuncak sekarang ingin sekali ia memeluk pacar nya itu dengan sangat erat agar tidak pergi meninggalkan nya lagi.


Saat sudah dekat Ira langsung memeluknya dengan erat melepas kerinduan nya pada kakak tersayang. Angga yang melihat nya dibuat iri karna adiknya itu sudah menguasai pacar nya.


"Eh bocah, lepasin kau pikir kau saja yang rindu padanya, aku pun juga!" ucap Angga.


"Abang ini menggangu saja!" dengus Ira.


"Sudahlah kalian ini selalu saja bertengkar ayo kita pulang aku sangat capek ingin segera tidur," ucap Tiara.


"Kak kau libur berapa Minggu?" tanya Ira saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Aku libur dua bulan," balas Tiara.


"Kenapa kakak lebih memilih lanjut ke luar negri kenapa gak di sekitar sini aja." Jiwa penasaran Ira naik ke puncak, karna banyak pertanyaan yang mengganjal dihatinya perihal kelanjutan kak Tiara diluar negri karna ia tau betul jika Tiara dan Angga seperti lem selalu nempel mulu.


Dimana ada Tiara akan ada Angga sebaliknya jika ada Angga pasti ada Tiara mereka seperti dua raga satu jiwa.


Belum sempat Tiara menjawab Angga langsung memotongnya. "Kau itu tidak usah kepo dan jangan bertanya hal-hal yang bukan urusan mu!" tegas Angga.


Ira mengganguk paham jika Abang nya sudah seperti itu, itu berarti mereka berdua sedang ada masalah yang cukup serius dan sangat privasi.


"Kak besok sibuk nggak?" tanya Ira.


"Nggak, kenapa?"


"Jadi gini mama besok mau ngajak kakak main kerumah, kita besok akan masak-masak."

__ADS_1


"Akan ada acara apa?"


"Mama pingin menyambut kepulangan calon menantunya," ucap Ira menggoda, membuat wajah Tiara memerah karna malu.


Karna terlalu asyik ngomong, mereka sampai tidak sadar jika sudah sampai dirumah Tiara.


"Ehm, udah sampe nih!" ucap Angga kesal karna sedari tadi Ira mengambil alih perhatian Tiara sampai ia tidak diperhatikan sama sekali. Uhhh kasiannya.


"Eh udah same aja kenapa cepat banget," gerutu Ira.


"Bukan cepat tapi kau saja yang dari tadi asyik sendiri!" ketus Angga.


"Yaudah masuk yuk kita lanjutin ngobrol di dalem aja!" ajak Tiara.


"Nggak usah kak, kakak istirahat aja. Besok kita kan ketemu lagi!" balas Ira.


"Ketemuan kayak ama pacar aja." Angga masih saja ketus ia sangat kesal dengan adiknya itu.


"Biarin wekk, bang Angga syirik aja. Kak pacar kakak ngambek tuh!" goda Ira.


Tiara keluar dari dalam mobil dan mengetuk kaca jendela Angga.


Tok Tok Tok


Angga membuka dengan wajah masamnya. "wajahmu sangat jelek jika seperti itu!" ejek Tiara, Angga senyum terpaksa untuk Tiara.


"Begitu lebih baik." Tiara membelai pipi Angga dan menciumnya sekilas.


Cup


"Jangan marah lagi, aku hanya berbicara pada adikmu sendiri bukan pada orang lain," ucapnya setelah melepas ciuman singkatnya.


Wajah Angga sumringah seketika Tiara memang kelemahannya sikapnya yang lembut itu yang membuatnya tergila-gila pada Tiara padahal dulunya ia sangat cuek pada wanita tapi dengan Tiara ia akan jadi bayi gede.


"Hentikan drama menjijikan itu!" ucap Ira yang sudah tidak tahan melihat kemesraan kakaknya. Jiwa jomblonya meronta-ronta. wkwk


"Iri bilang bos!" jawab Angga meledek adiknya.


"Kau anak buah yang kurang ajar, kupecat mampus kau!" balas Ira dengan tawa kecil begitu pun dengan Angga dan tiara.


"Sampai jumpa besok, see you." Tiara tertawa kecil menatap dua orang kakak adik didepannya.


"See you too." Angga memasang senyum termanis nya setelah itu melajukan mobil untuk pulang ke rumah.


"Bye kakak cantik." Lambai Ira pada Tiara.


.


Jangan lupa like, komen and voteee nya bab selanjutnya  kalian akan tahu Tiaranya Galen sama Tiaranya Angga sama atau nggak karna besok kan mereka makan malam dengan keluarga Tiara. Penasaran nggak??


Kalau iya like komen and votenya dikencengin donggg🤭


Aku juga pingin kalian komenin cerita aku ini masih kurang gimana nya biar bisa aku benahin.✌️🙏


Oke makasih pembaca tersayang💓🙏 bantu baca: Jalan Hijrahku'


Menikahi Presdir yang kejam-

__ADS_1


Bantu follow intagram aku ya Nabilaputrii 36_


__ADS_2