
Satu Minggu kemudian
Hari ini SMA Ganesa merayakan anniversary yang ke 30 tahun dan mengadakan berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh warga sekolah baik murid, guru, ataupun petugas kebersihan.
Semuanya akan bersenang-senang hari ini ada beberapa lomba yang khusus untuk murid dan diwakili beberapa orang setiap kelasnya untuk perwakilan lomba tersebut.
Contohnya: Menyanyi, Cerdas cermat, Olimpiade fisika, Biologi, dan Agama. Setiap wali kelas sudah membagi tugas masing-masing dan dikelas Ira yang di wali kelas i pak Harry pun sudah membagi.
Untuk lomba menyanyi Ira dan Arkan yang mewakili, cerdas cermat akan diwakili lima orang yang pasti bukan kelompok Ira the gangs, kalau mereka yang hadir belum mulai pun akan kalah.
Karna sekelas yang pintar fisika hanya Ira jadi ia yang akan mewakili olimpiade fisika, olimpiade biologi akan diwakili Azzam karna meskipun ia tidak pernah mengerjakan tugas tapi kalau pelajaran satu ini pengecualian, tidak pernah Azzam kena hukum kalau mapel ini karna ini mapel favorit nya.
Sedangkan agama akan diwakili oleh Bu nyai Zura. Setelah hari anniversary sekolah jarak satu Minggu Ira akan lomba lagi mewakili sekolahnya se kabupaten dengan Galen.
Karna waktu Galen menyuruhnya ke ruang guru waktu itu adalah untuk memberitahu nya tentang lomba fisika se kabupaten itu dan kepala sekolah sendiri yang menunjuk Ira untuk perwakilan lomba.
Hari ini semua memakai baju bebas sesuai dengan lomba masing-masing. Karna Ira hari ini mewakili dua lomba jadi ia membawa baju ganti untuk lomba olimpiade fisika nanti setelah menyanyi.
Untuk menyanyi kali ini ia memilih dres selutut berwarna hitam dipadu dengan high hells warna senada dua senti dan rambut panjang nya ia biarkan tergerai.
Ira turun dari mobil bersama dengan Nara karna pagi-pagi sekali Nara sudah menjemputnya. Nara juga menggunakan dress selutut sama dengan Ira. Hanya saja bajunya berwarna abu-abu lengan pendek dan pita di pinggang sebagai hiasan.
Mereka berdua turun dari mobil mewah milik Nara, bagai seperti artis, baru turun langsung dapat sorakan dari warga kelas kaum Adam yang suka padanya. Bagaimana tidak mereka sangat memukau.
Mereka berdua berjalan menuju kelas dengan anggunnya jika Ira mengacuhkan penggemarnya dan memasang wajah juteknya beda dengan Nara yang menebar senyum manisnya, bikin baper aja deh!
sesampainya dikelasnya yang sudah sangat ramai dengan teman-teman nya banyak yang berselfi ria dan juga ada yang tengah berlatih.
Salah satunya yang sangat ramai ialah Amel dia sibuk foto dengan berbagai gaya dengan menyuruh Zura sebagai fotografer nya ia juga sibuk mengajak Azzam atau Arkan untuk berselfi.
"Azzam, Arkan foto yuk berempat sama Zura juga!" ajaknya.
"Terus kalau aku ikut Poto siapa yang motoin?" tanya Zura.
"Itu mah gampang bisa nyuruh orang kalau nggak gitu di waktu kan bisa, yuk buat kenang-kenangan," bujuk nya.
"Lo bikin kenangan kayak mau mati aja!" balas Arkan.
"Oh, dasar teman laknat, tega Lo doain gue cepet mati!" ucap Amel marah. Ingin sekali ia menendang dan memukul Arkan tapi apa daya dia hari ini menggunakan dres mana mungkin nendang-nendang gitu.
Arkan ingin menjawab tapi di urungkan saat melihat bidadari yang sudah membuatnya jatuh cinta datang dengan anggunnya.
__ADS_1
"Cantik." itulah yang dikatakan Arkan.
"Makasih," balas Nara malu-malu.
"Ye, bukan Lo markonah!" ucap Arkan. Nara hanya mencebik kesal atas ucapannya.
.
.
Sekarang saatnya lomba menyanyi dan sudah waktunya juga Ira naik panggung untuk menyanyi yang sendirian.
Ira sudah berdiri di depan mikrofon kali ini ia tidak memegang gitar karna sudah ada yang memainkan nya sendiri, Ira mulai menyuarakan bait pertama lagu "Tentang Kamu."
"Berjam-jam aku terdiam..." masih menyanyikan satu kalimat saja ia sudah mendapatkan tepuk tangan yang amat meriah, sungguh ciptaan tuhan yang sempurna, sudah cantik, suaranya bagus pula. Subhanallah
"Menatap buku catatan... Aku sedang berencana...
Menulis puisi tersendu tentang kamu..." Ira sangat menghayati setiap baitnya ia memang sangat menyukai lagu ini.
"Semakin ku berusaha... Semakin aku tak bisa... Pura-pura sedang gundah... Bukanlah hal yang mudah..."
"Ternyata aku tak bisa... Sembunyikan bahagia... Dan bila ada orang bertanya-tanya... Siapakah dia yang membuatku bahagia?... Kamulah orangnya..."
Saat Ira menyanyikan bait terakhir lagunya, suara tepuk tangan bergemuruh dari semua orang lalu ia menunggu Arkan naik ke atas untuk berduet dengannya.
Kali ini mereka duet tidak duduk seperti waktu latihan kemarin, mereka akan berdiri menyanyikan lagu romantis dan tentu diikuti dengan gerakannya juga.
Ira menyanyikan bait pertama terlebih dahulu dengan posisi berhadapan dengan Arkan dan mata mereka saling menatap, kali ini sebisa mungkin Ira tersenyum seolah bahagia membuang sejenak wajah juteknya.
"Mati satu tumbuh seribu... patah hati jangan mengeluh... masih banyak hati yang lain... yang menanti tuk kau singgahi..."
"Putus cinta soal biasa... sedihnya jangan lama-lama
nanti kau bisa mati rasa... tegar kan hatimu dan melangkah lah..."
"Suatu saat nanti kan kau dapatkan... pujaan hati yang kan kau dambakan... ini semua telah Tuhan rencanakan... jadi jangan bersedih lagi..." Reff dinyanyikan oleh mereka berdua Ira dan Arkan.
Mereka menyanyi sangat romantis seakan mereka sepasang kekasih kadang jemari mereka juga saling bertautan agar terlihat romantis.
"Putus cinta soal biasa... sedihnya jangan lama-lama
__ADS_1
nanti kau bisa mati rasa... tegar kan hatimu dan melangkah lah Ooo..."
"Suatu saat nanti kan kau dapatkan... pujaan hati yang kan kau dambakan... ini semua telah Tuhan rencanakan... jadi jangan bersedih lagi..."
"Mungkin dia memang bukan jodohmu... dipaksakan nanti sakit ha... ti ... mu... pilihan Tuhan pasti jauh terbaik... jadi jangan bersedih lagi..."
Selesai menyanyikan lagu tersebut mereka mendapat pujian dan tepuk tangan meriah dari semua orang.
"Sumpah suara kalian bagus banget, romantis lagi!" puji Bella dengan menekankan suaranya agar terdengar Galen yang berada di sampingnya. Tapi bukannya marah ia malah cuek. Sungguh menjengkelkan!
"Makasih kak, By the way kak Bella sebentar lagi nyanyi kan?" ucap Ira.
"Hm. Gue habis ini nyanyi tapi gue jadi gak yakin kalau menang kalau saingan gue suaranya bagus banget, cantik lagi!" ucapnya dengan mencandai Ira.
"Kak Bella bisa aja." Ira tertawa kecil.
Deti demi detik sudah berganti menjadi jam tak terasa lomba menyanyi sudah mereka lewati dan sekarang tinggal lomba olimpiade Ira sudah siap diruang olimpiade fisika, Arkan di ruang biologi sedangkan Zura di ruang agama.
Mereka bertiga fokus dengan mata pelajaran yang akan mereka kerjakan Arkan dan zura sangat fokus sehingga kerutan di dahi mereka berulang kali muncul sedangkan Ira sangat santai mengerjakannya seperti mengerjakan soal anak TK.
Masing-masing pelajaran mendapat 100 soal yang harus diselesaikan dalam waktu satu jam. Belum setengah jam Ira sudah mengerjakan 70 soal, sungguh memang benar-benar jenius bukan.
Sedangkan Arkan masih mengerjakan soal 51 dan Zura masih 38 karna Zura banyak sekali bacaan nya dan hadits-hadits yang banyak tidak ia ketahui.
Ya ampun pusing deh pala gue hadist apa sih ini sudah banget gue gak hafal lagi. batin Zura
*T*enang sebentar lagi selesai. Semangat Arkan.
*So*al segini gak ada apa-apanya buat gue, pelajaran anak TK 20 menit lagi gue selesai. batin Ira
.
Jan**gan lupa like, komen, and vote nya Ya!!
dukung aku selalu kawan, komen yang bikin aku semangat up, oke**!
Baca: Ice boy Bucin (ongoing)
Jalan Hijrahku (ongoing)
Menikahi Presdir yang kejam (end)
__ADS_1
Ceraikan aku mas! (ongoing)
Follow IG ku juga ya: Nabilaputrii36_