
Keesokan paginya mereka bertiga sudah bersiap-siap untuk pergi, ya hari ini hari terakhir Nara di Indonesia maka dari itu mereka bertiga akan menghabiskan waktu bersama dan juga Nara akan berpamitan pada teman yang lain.
"Ira, Galen udah nungguin tuh didepan!" teriak Angga dari luar.
"Iya bang bentar."
"Ayo apa kalian sudah selesai?"
"Sudah."
Nara berhenti sejenak saat melihat ada Noah juga disana, ia mengatur nafasnya agar tidak terlihat gugup Ira memegang lengan Nara sambil tersenyum membuat Nara sedikit tenang bukan hanya Ira saja tapi Amel juga sekarang Nara berada ditengah diapit oleh kedua sahabatnya.
"Pagi semua," ucap mereka bertiga.
"Pagi, ngapain nara kalian apit kayak gitu, kayak mau dikarak aja!" ucap Angga.
Mereka bertiga tidak menghiraukan ucapan Angga, berlalu begitu saja kebetulan disana ada orang tua Ira yang sedang berbincang-bincang dengan Galen dan Noah.
"Pa, ma, Ira, mau pergi dulu ya!" pamitnya.
"Baiklah hati-hati."
"Nara sama Amel juga pamit Tante."
"Iya hati-hati, apa kalian nggak sarapan dulu?"
"Nggak deh ma nanti aja makan diresto."
"Yasudah."
Mereka berlima masuk kedalam mobil, sebelumnya Ira belum mengatakan pada Galen ia akan kemana.
"Mau kemana?" tanya Galen.
"Ke cafe pelangi aja, kita bertiga ada janji sama teman-teman yang lain setelah itu baru kita jalan sekalian makan dulu disana."
"Ada acara apa?"
"Nggak ada acara apa-apa, cuma pingin kumpul aja, ada yang pingin kita omongin."
"Ehm Baiklah."
Hanya Ira dan Galen saja yang sedari tadi meramaikan mobil bercanda gurau sedangkan mereka bertiga yang berada dibelakang hanya diam Amel yang biasa banyak omong saja mendadak membisu ia berada ditengah diantara Noah dan Nara sedangkan Noah dan Nara sendiri tidak bertegur sapa seperti orang asing.
Mereka sudah sampai di cafe pelangi Nara langsung nyelonong begitu saja saat melihat teman-teman nya disana tanpa menunggu Amel maupun Ira ia sungguh tidak sanggup berlama-lama didekat Noah.
"Kenapa dengannya?" tanya Noah. Amel hanya mengedikkan bahu tidak tahu. Amel dan Noah menyusul masuk sedangkan Ira ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan pada Galen.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan bisakah kita pergi ke taman sebentar."
"Ayo." Galen mengandeng mesra tangan Ira menuju taman.
Mereka berdua duduk dibangku taman Ira sedikit binggung bagaimana cara menyampaikannya.
"Ada apa?" Galen mengusap lembut pucuk kepala Ira.
"Ehm ada sesuatu yang pingin aku omongin ke kamu tapi kamu jangan ngomong sama kak Noah ya." Galen mengernyit
"Ada apa emangnya?"
"Nanti kamu pergi kemana gitu kek sama kak Noah karna ada hal yang pingin aku bicarakan sama temen-temen aku."
"Kenapa aku harus pergi?" ucap Galen tak suka.
"Karna ini ada hubungannya sama kak noah, udah ah kamu nurut aja nanti aku ceritain semuanya tapi nggak sekarang karna waktunya udah mepet." Galen menghembuskan nafas kesal sebenarnya ia tidak setuju akan permintaan Ira ini. Kenapa juga dia harus pergi sama Noah.
"Ya, aku mohon bentar aja nanti aku WhatsApp kalau udah selesai." Ira memasang wajah memelasnya membuat Galen tidak bisa menolak keinginan nya.
"Huh! baiklah tapi jangan lama-lama."
"Hem, janji gak lama." Ira mengacungkan kedua jarinya sambil tersenyum menampakkan gigi putih dan ratanya.
Galen mencubit hidung Ira karna gemas. "Baiklah ayo kita masuk."
Mereka berdua berjalan dengan tangan yang masih bergandengan terkadang mereka saling mengoda dan tertawa. Mereka terlihat sangat romantis semua orang yang melihatnya menatap iri dan kagum. Kagum akan keromantisan, ketampanan, dan kecantikan pasangan itu.
Meskipun Arkan sudah mengikhlaskan Ira dengan Galen tapi tetap saja ia sakit hati jika melihat keromantisan mereka meskipun bibirnya melengkung menunjukkan senyuman tapi tidak dengan hatinya yang rapuh.
Hai hati, kuat ya! ucap Arkan dalam hati.
"Ehem, mentang-mentang yang baru jadian ngumbar keromantisannya dihadapan para jomblo," sindir Noah.
"iri aja Lo, mangkanya cepet cari pacar," ledek Galen ganti.
"Tenang aja sebentar lagi gue bakal lepas status jomblo gue, iya gak Nar," ucap Noah dengan senyum kecil dibibirnya.
Nara diam ia tidak berniat untuk membalas ucapan Noah ia meremas kuat baju yang ia kenakan menundukan kepalanya tak terasa air matanya mengalir setetes saat mendengar ucapan Noah tadi ia segera menghapusnya.
"Tahan please jangan nangis tahan sebentar aja setelah aku berpisah dengan temanku menangislah sesukamu aku tidak akan melarangmu aku mohon untuk kali ini saja jangan menangis," ucap Nara dalam hati.
"Nar are you okay?" tanya Noah. Nara mengangkat pandangannya dan tersenyum pada semua orang ia membalas ucapan Noah dengan anggukan kepala.
Ira merasa kasihan pada sahabat nya itu. "Ehm apa kalian sudah memesan makanan?" tanya Ira.
"Belum lah nungguin kalian dari tadi," sahut Amel.
"Salah sendiri siapa suruh kalian nungguin kita," sahut Ira.
__ADS_1
"sudahlah cepat duduk dan kita makan sama-sama," seru Arkan.
"apanya yang dimakan Bambang meja mau Lo makan!" sahut Amel.
"Ya Lo aja gue mah ogah." Ira ikut menimpali.
"Sabar dikit ngapa pesanannya lagi otw nih, gue udah pesan tadi."
"otw otw Lo pikir makanannya jalan sendiri."
"serah Lo ngartiin omongan gue apa, pusing gue kalau ngomong sama otak kecil kayak Lo."
"Otak kecil? maksud Lo apa hah!" sahut Amel tak terima.
"udah kenapa kalian jadi berantem sih!" bentak Noah. Ia sedari tadi memperhatikan Nara yang hanya menunduk tidak seperti biasanya.
makanan yang mereka tunggu telah sampai mereka semua memakan makanan itu dengan sedikit candaan dan diakhiri perdebatan receh Amel dengan yang lain.
selesai makan Galen mengajak Noah pergi sesuai instruksi Ira. Tadinya Noah tidak ingin ikut dengan Galen tapi dengan sedikit ancaman akhirnya anak itu patuh juga.
Setelah Noah pergi Nara baru mengangkat pandangannya menatap seluruh wajah sahabatnya dengan tatapan sendu.
"Ira,Amel,Arkan gue pasti bakal ngerinduin kalian," ucap Nara dengan suara seraknya. Air matanya sudah berada dipelupuk mata sedikit kedipan saja sudah runtuh air bening itu.
"Maksud Lo apa nar?" tanya Arkan.
"Gue akan pergi Ar gue akan pergi dari negara ini gue akan pindah sekolah dan gue juga akan pindah rumah." air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya runtuh juga, Nara sudah menangis sesenggukan ia benar-benar tidak sanggup untuk meninggalkan sahabatnya ini.
"Maksud Lo pindah?" Arkan masih belum bisa mencerna ucapan Nara membuat Amel kesal ia memandang Arkan dengan tatapan tajam dan menginjak kakinya membuat Arkan memekik kesakitan.
"Otak Lo, Lo taruh mana sih? dikepala apa dilutut. Kenapa cerna kalimat segitu aja susah banget! Lo ngatai otak gue kecil padahal otak Lo sendiri lebih kecil dari otak gue!" cecar Amel dengan berkacak pinggang Arkan akan membalas perkataan Amel tapi ia urungkan saat Nara menyahut.
"Aku akan merindukan perdebatan kecil kalian," sahut Nara. Saat itu juga arkan baru mengerti jika ia akan kehilangan sahabatnya lagi.
"Kau akan meninggalkan kita?" sahut Arkan. Nara mengganguk dengan air mata yang tak jarang.
"kenapa? Lo mau ikut-ikutan zura sama Azam kenapa Lo ikut ninggalin kami Nar, apa masalahnya apa gue atau yang lainnya pernah melukai Lo sampai Lo pergi ninggalin persahabatan kita!" ucap Arkan dengan mata berkaca ia sangat sedih jika Nara harus pergi baru Minggu kemarin Zura dan Azzam pamit jika mereka akan pindah ikut abinya ke pesantren membantu dan belajar disana sekarang Nara juga ikut pergi meninggalkan persahabatan ini.
"Gak kalian gak sama sekali menyakitiku, gue juga sedih pisah sama kalian tapi gue tetap harus pergi karna orang tua gue akan ngurus cabang perusahaan di Swiss."
"Lo pindah ke luar negri?"
"iya." Ira dan Amel hanya diam mereka membiarkan Arkan dan Nara berbicara mereka tahu jika Arkan juga sedih saat Nara meninggalkan nya karna Nara dan Arkan dari dulu memang dekat Arkan sudah menggangap Nara sebagai saudarinya sendiri begitupun dengan Amel ia juga sudah menggangap Amel sebagai saudarinya sendiri.
"Makasih buat semuanya makasih buat lelucon kalian yang selalu bikin gue senang, gue juga sebenarnya berat buat ninggalin sahabat terbaik seperti kalian, tapi gue janji suatu saat nanti gue akan kembali kesini kita kumpul disini bareng-bareng dan gue pingin lihat sahabat-sahabat gue ini menjadi orang hebat gue akan kembali dan gue pingin kalian yang menjemputku nanti di bandara," ucap Nara dengan sesenggukan.
mereka semua saling berpelukan memberi kekuatan satu sama lain dan berjanji akan berkumpul kembali dimeja ini dicafe ini ditempat yang sama.
__Tamat__
__ADS_1
uyyyy aku up nih lebih banyak dari biasanya Jan lupa like sama votenya sayang ๐๐ bab ini menceritakan tentang Nara sama Noah ya karna ceritanya Galen sama Ira udah selesai dan mereka juga udah jadian๐ jadi makasih buat yang setia baca "ketos galak itu pacarku"
makasih muach๐๐