
Jam sudah menunjukkan tengah malam semua tamu undangan sebagian sudah pergi tinggal teman-teman Ira saja yang disana.
Kedua orang tua Ira juga sudah masuk karna kelelahan, mereka semua bercanda gurau dan juga meledek Galen yang bucin akut pada Ira.
"Untung besok libur jadi kita bisa bergadang malam ini," ucap Nara.
"Ya, tapi gue malam ini mau nginep aja dirumah Ira, kalau Lo gimana Nar Lo mau pulang apa nginep disini?" tanya Amel.
"Gue pulang aja."
"Dianter siapa, entar Lo pulang sendiri diganggu orang jahat gimana?"
"Gue yang nganter Nara," sahut Noah.
"Oh, gue perhatiin kalian berdua akhir-akhir ini deket ya, wah nyusul nih bentar lagi," godanya. Nara hanya diam ia sekarang sedikit menjaga jarak dengan Noah karna ia tahu perhatian Noah selama ini hanya karna taruhan bukan karna dasar cinta.
Hah cinta? mana mungkin Noah jatuh cinta padaku. pikirnya
"Mungkin bentar lagi nyusul," balas Noah. Nara menatap sekilas ke arah Noah lalu membuang muka ia sudah benar-benar muak dengan sandiwara Noah selama ini.
Ira melihat perubahan wajah Nara ia mengerti ada yang salah dengan sahabatnya ini kenapa ia tidak suka dengan ucapan Noah tadi secara Ira tahu kalau Nara suka sama Noah.
"Gue gak jadi pulang deh, gue nginep dirumah Lo aja Ir."
"Kenapa nggak jadi?" tanya Noah.
"Gapapa nyokap bokap gue baru ngasih kabar kalau mereka ada perjalanan luar negri." bohong Nara ia sebenarnya hanya tidak ingin Noah mengantarnya pulang.
"Oh."
"Yaudah Ir aku pulang dulu ya udah malam juga, setelah ini cepet tidur besok aku jemput, kita jalan," ucap Galen lembut sembari mengusap kepala Ira.
Ira tersenyum ia berdiri mengantar Galen dan temannya yang lain kedepan.
"Good night cantik," ucap Galen. Temannya yang lain memasang wajah ingin muntah melihat sifat Galen yang bucin akut.
"Gila pingin muntah gue, mana wajah macan garangnya kenapa sekarang kayak kucing gini," celetuk Noah.
Arkan menahan tawanya ia juga jijik melihat tingkah bucin Galen tidak pantas dengan wajah garangnya ini.
__ADS_1
"Diem Lo ganggu aja, bilang aja kalau iri kalian kan jomblo," ledek Galen ia berbicara dengan suara datar pada Noah dan Arkan tapi saat bicara dengan Ira suaranya menjadi melunak.
"Idih siapa juga yang iri," ucap Noah.
"Aku pulang ya, jangan rindu," goda Galen. Ira langsung memukul dada Galen.
"Ge'er siapa juga yang rindu," balas Ira wajahnya sudah memerah.
"Yaudah Ir gue cabut ya, lama bener nungguin orang bucin ini bisa-bisa subuh baru balik," ucap Noah. Arkan juga berpamitan mereka berdua meninggalkan Galen yang masih bucin dengan Ira.
"Aku pulang ya," pamit Galen lagi.
"Yaudah kalau mau pulang ya pulang aja dari tadi ngomong aku pulang tapi nggak pulang-pulang," kekeh Ira.
"Yaudah aku pulang orang udah diusir," kesal galen.
"Iya udah aku usir cepet pulang sana udah malem nih kak Noah sama Arkan udah pulang tuh, emang kamu berani pulang sendiri kalau ada mbak Kunti gimana," goda Ira.
Galen terdiam sejenak lalu ia mengingat mbak Kunti Amel tadi ia langsung mengiyakan untuk pulang sumpah demi apapun Galen paling takut dengan hal-hal gaib seperti itu wajahnya saja yang garang tapi sama hantu dia paling takut.
"Yaudah aku pulang, assalamualaikum."
Ira masuk kedalam kamar menemui temannya yang sudah menunggunya terlebih dulu disana ia juga ingin menanyakan masalah apa yang terjadi antara nara dan Noah.
"Kalian sudah tidur?" tanya Ira karna teman-temannya sudah merebahkan diri disana dan lampu tidur saja yang menyala.
Ira menyalakan lampu kamarnya agar terang, ia masih sangat penasaran dengan hubungan Noah dan Nara.
"Kita belum tidur masih nungguin Lo lama bener ke depannya."
"Hehe sorry." Ira tidur ditengah-tengah Nara dan Amel. Mereka bertiga tidur dengan berpelukan. Ira menghadap kearah Nara yang sedang menatap keatas dengan tatapan kosong.
"Nar, apa ada sesuatu yang pingin Lo sampe'in ke kita?" tanya Ira. Amel ikut menengok ia juga merasa ada yang aneh dengan sahabatnya satu ini.
"Gak ada," balas Nara.
"Lo yakin? kalau Lo ada masalah jangan sungkan cerita ke kita, sama aja Lo juga Mel kalau Lo ada masalah cerita ke gue sama Nara, kita ini temen jadi jangan sungkan kalau kalian mau cerita. Kita ini teman satu ada masalah semua ikut kerasa, kita akan selesaikan semua masalah itu sama-sama," jelas Ira. Nara menatap Ira matanya berkaca ia ingin menceritakan kegelisahan hatinya pada temannya.
"Ira."
__ADS_1
"Iya, katakan ada apa kita pasti bantu Lo, selagi kita bisa kita akan menyelesaikan masalah ini sama-sama."
"Iya apaan Nar Gue udah penasaran banget." Amel ikut menyahut Ira langsung melotot mengkode agar Amel diam terlebih dulu dan Amel langsung mengganguk karna takut akan mata elang Ira.
"Ir gue itu binggung sama kak Noah."
"Binggung kenapa?"
"Nar kalau ngomong jangan dipotong-potong dong penasaran nih gue," seru Amel lagi.
"Amel Lo bisa diem gak!"
"Oke-oke gue diem," ucap Amel sembari mengerucutkan bibirnya kesal.
"Gue itu binggung sama sikap kak Noah, Lo kan tahu kalau gue suka sama kak no--"
"Apa! Lo suka sama kak Noah?" sahut Amel lagi.
"Lo ngomong sekali lagi gue lapban mulut Lo!" kali ini Ira benar-benar kesal pada Amel.
"Hehe nggak deh janji nggak ngomong lagi." Amel nyengir kuda sembari menunjukkan kedua jarinya.
"Lanjutin omongan Lo tadi Nar."
"Gue tuh nggak suka kak Noah deketin gue kayak gini ngasih perhatian lebih ke gue, gue tuh malah ngerasa dia itu ngasih harapan buat gue maka dari itu gue ngejauh sama dia," ucap Nara.
"Maksud Lo ngasih harapan? kak Noah itu bener-bener suka sama Lo lihat deh dia tadi aja bilang mau nembak Lo."
"Tapi itu semua bukan karna dasar cinta Ira." air mata yang sedari tadi ia tahan jatuh juga.
"Itu semua karna taruhan Ira Lo masih ingat kan sama taruhan dirumah kak Galen waktu itu kalau dia akan bikin gue jatuh cinta sama dia dia akan bikin gue nerima cinta dia dalam waktu sebulan dan ini hampir sebulan."
"Jadi maksud Lo kak Noah lakuin ini semua agar bisa menang di taruhan itu?"
"Iya, maka dari itu gue ngejauh gue gak mau sakit hati lagi Ir, sakit hati sama orang yang sama. Berkali-kali kak Noah bikin gue patah hati Lo kan tahu gue nggak pernah deket sama siapapun sedari dulu tapi saat pertama kali gue lihat kak Noah gue punya rasa ketertarikan sendiri, dan ternyata cinta pertama gue harus bertepuk sebelah tangan."
"Lo yang sabar ya Nar gue akan bantu nyelesein masalah Lo ini."
"Tapi gue udah nggak sanggup Ira gue capek gue muak dengan semua ini dan gue udah mutusin kalau gue--"
__ADS_1
Jan lupa like sama votenya dikencengin 🤣