Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Memberi Kesempatan


__ADS_3

Keesokan harinya Nara telah siap ia tengah perjalanan menuju taman kota tempat janjian nya kemarin dengan Noah.


Noah sudah lebih dulu sampai ditaman ia melihat kearah danau yang nampak sejuk dipandang ia tengah menunggu kehadiran Nara ia sudah benar-benar memantapkan hati untuk mundur jika Nara sudah benar-benar bahagia dengan cowok itu.


"Hai kak, sudah lama ya? maaf," ucap Nara, Noah langsung menoleh pada Nara dan menggelengkan kepala sembari tersenyum menatap Nara.


"Gak gue juga baru sampai, duduklah Nar ada suatu hal yang pingin gue tanyakan sekaligus katakan sama Lo, ini tentang hubungan kita. Gue mohon jangan menghindar lagi," ucap Noah tanpa menatap Nara ia takut tidak akan sanggup saat melihat manik mata itu.


"Hem aku juga ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, silahkan kau bicara lah dulu."


"Nar aku tanya padamu tolong kau jawab jujur padaku, apakah tidak ada sedikit saja rasa cinta dihatimu untukku?"


"A-aku..."


"Gak ada ya? baiklah Lo pingin gue bagaimana? apa Lo pingin gue mundur atau berjuang. Gue bakal mundur kalau itu bisa buat Lo bahagia tapi Lo harus janji kalau Lo gak bakal jatuh cinta lagi sama cowok brengsek kayak gue. Lo terlalu baik Nar dan gak seharusnya Lo mencintai cowok brengsek seperti gue begitu tulus. Gue gak pantes buat dapatin semua itu, dan maaf jika selama ini gue sering buat Lo nangis." Noah menatap manik mata Nara, Nara pun sama ia menatap mata Noah. Matanya sudah berkaca-kaca entahlah hatinya sakit saat mendengar Noah tidak lagi memperjuangkan nya.


"Kau akan mundur? hanya segitu perjuanganmu untuk mendapatkan ku untuk mendapatkan maaf dan cintaku Kembali?" tanyanya kecewa.


"Gue harus gimana Nar, apa yang harus gue perjuangkan kalau Lo sendiri udah bahagia sama cowok lain. Gue juga gak bisa egois dengan hanya mikirin perasaan gue doang! udahcukup selama ini gue nyakitin Lo. Lo pantas buat bahagia Nara."


"Baiklah kau mundur saja aku juga sudah bahagia dengannya," balas Nara dengan menunduk. Air matanya menetes tentu saja dia berbohong, jika itu sudah menjadi keputusan Noah ia harus bagaimana, mungkin ia tidak berjodoh dengan Noah buktinya selama ini cinta yang kata orang menyenangkan justru dia sangat menyedihkan jika orang yang mengenal cinta akan tertawa bahagia tapi dirinya tidak dia mencintai seseorang dengan menahan sesak didada dan menahan agar air matanya tidak jatuh.


Bahu Nara naik turun dadanya sangat sesak ia mencoba untuk kuat mencoba untuk tidak lemah didepan Noah tapi apa daya ia tidak sanggup ia tidak sekuat yang mereka bayangkan sudah banyak beban yang ia pikul selama ini jika dengan melepaskan cinta ini mereka bisa bahagia mungkin ia akan berusaha.


"Lo nangis?" tanya Noah saat melihat bahu Nara naik turun Noah menarik dagu Nara agar bisa melihat wajahnya.

__ADS_1


"Tidak." Nara mengusap cepat air matanya.


"Kalau Lo gak nangis lalu ini apa?" Noah menghapus air mata itu hatinya juga merasa sakit melihat nya.


"Kenapa Lo sedih bukannya seharusnya Lo senang karna gue akhirnya ngelepasin Lo dan kita bisa memilih jalan kita masing-masing. Gue juga gak akan lagi ganggu hidup Lo, gue bakal berdoa semoga Lo bisa dapat cowok yang lebih baik dari gue." Air mata Nara semakin menderas Noah langsung memeluknya ia tidak tahan melihat itu semua.


Hiks hiks hiks


Nara menangis didekapan Noah ia juga binggung dengan keinginan hatinya ia tadi juga ingin mengambil keputusan ini tapi dia juga merasakan sakit dihatinya.


Ya Allah bantulah hamba apa yang diinginkan hati hamba sebenarnya hamba mohon ya Allah berikanlah yang terbaik untuk hamba dan kak Noah. ucap nara dalam hati.


"Kak jawablah dengan jujur apa kau merasa sakit mengatakan hal ini padaku? apa kau memaksa lidahmu untuk berkata seperti ini padaku?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya, Noah melihat ke arah Nara ia menarik tangan Nara mengarahkannya kearah dadanya.


"Kau jahat kak, bahkan kau tidak ingin memperjuangkanku terlebih dulu. Perjuangan kak Noah tidak ada apa-apa nya dengan perjuangan ku waktu itu, bahkan rasa sakit yang kak Noah alami sekarang tidak ada apa-apa nya dengan rasa sakit yang aku alami sampai akhirnya batas kesabaranku habis dan sampai hatiku tidak lagi sanggup dan aku akhirnya memilih untuk menyerah, sedangkan kak Noah kau belum lama memperjuangkan ku tapi kau sudah memilih mundur, apa kau yakin jika kau benar-benar mencintaiku atau kau hanya ingin mempermainkanku saja," ucap Nara dengan suara lemah lalu ia berdiri mengusap kasar air matanya.


"Terimakasih untuk hari-hari yang manis karenamu, aku tidak akan pernah membenci kak Noah aku akan selalu mengenang kenangan indah yang kita buat." Nara melangkahkan kakinya lebar-lebar meninggalkan Noah yang masih mematung.


Lalu Noah langsung mengejar Nara dan langsung menariknya kedalam pelukannya. "katakan padaku jika kau masih mencintaiku sekali saja katakan padaku maka aku akan memperjuangkan dirimu Nara Anastasya," ucap Noah dengan mengecup pucuk kepala Nara.


"A-aku masih mencintaimu kak aku sudah berusaha menghilangkan rasa ini tapi aku tidak bisa," ucap Nara lirih.


"Jangan pernah hilangkan rasa itu, ini perintah bukan pilihan! ayo kita mulai hidup baru kita, kita berjuang bersama-sama melupakan semua masa lalu yang membuat kita menjadi dewasa."


"Kak Noah serius kak Noah tidak akan meninggalkanku?" Nara mendongak menatap wajah Noah yang lebih tinggi darinya.

__ADS_1


"Tidak akan, selagi Lo gak minta gue gak akan pernah lepasin Lo. Gue cinta sama Lo Nara. Maafkan semua kesalahanku yang lalu."


"Aku juga mencintaimu kak, dan aku telah melupakan semuanya, itu semua hanyalah masa lalu kita. Masalah yang membuat kita bisa lebih dewasa dan yang bisa membuat kita bersatu saat ini, berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkanku."


"Tidak akan, ayo kita kembali ke Indonesia kita mulai hari kita disana, apakah kau tidak merindukan sahabatmu?"


"Aku sangat merindukan nya, tapi aku tidak bisa pulang sekarang?"


"Why?"


"Karna perusahaan anak cabang papa masih belum selesai dan mereka akan menetap lama disini aku tidak bisa pulang sendiri."


"Kita pulang berdua Lo gak akan sendiri, gue yang akan minta izin sama papa mertua," ucap Noah yang membuat wajah Nara bersemu.


"Kau ini!" Nara memukul dada Noah dengan wajah bersemu.


"Hahaha."


Terimakasih tuhan kau telah mempersatukan kami, aku janji akan menjaganya dan akan mencintainya dengan sepenuh hati. ucap Noah dalam hati ia mencium lama kening Nara.


Lalu mereka pergi untuk menemui teman-teman Nara untuk berpamitan dan meminta izin pada orang tua Nara. Mereka akan kembali besok malam, dan satu hari ini mereka akan menghabiskan waktu berdua di Swiss.


.


Detik-detik mau tamat nih vote dikit boleh lah untuk perpisahan 🤣 kalian lebih suka cerita siapa sih Ira Galen apa Nara Noah?? atau ada yang kisah percintaannya kayak mereka? hadeh kalau aku sendiri sih enggak ya apalah daya kalau ana sendiri jomblo 🤣eits tapi jangan salah ya Jombang jomblo tapi banyak yang sayang contohnya disayang sama orang tua dan saudara 🤣doubel up lho like vote komen Jan lupa ya kalau lupa aku pentung kamu biar inget 🤣love you too semua semoga diakhir cerita happy ending ya gak ada lagi bawangnya, seneng banget ku menangis😭🤣

__ADS_1


__ADS_2