
_swiss_
Silau matahari membangunkan mata yang baru terpejam. Ya Nara baru saja terlelap dari tidurnya tapi ia harus bangun lagi karna silaunya matahari yang masuk jendela kamarnya.
"Nara bangun kamu nggak sekolah!" teriak Matta mama Nara sedari tadi ia sudah membangunkannya tapi si anak ini tidak bangun juga membuatnya kesal.
"Iya ma ini Nara udah bangun mau mandi!" teriak Nara balik. Nara berjalan malas ke kamar mandinya ingin sekali hari ini bolos sekolah tapi ia juga tidak ingin dicincang oleh mamanya.
Nara mengendarakan mobilnya menuju sekolah yang berjarak dua meter dari rumahnya. Saat ia baru keluar dari mobil ada suara cempreng memanggilnya.
"Nara!" teriak orang itu. Nara berdecak kesal selalu saja temannya ini kalau ngomong tidak bisa pelan selalu berteriak membuat telinganya sakit.
"Haaiss kau ini tidak bisa kah jika tidak berteriak telingaku ini masih normal jadi kau tidak perlu mengeluarkan suaramu yang cempreng itu," ucap Nara kesal.
Retha nyengir kuda ia sudah terbiasa berbicara seperti itu, jadi jangan kaget jika semua orang akan menutup telinga jika Retha angkat suara.
"Sudahlah ayo kita masuk," ajak Retha.
Sesampainya dikelas mereka sudah disambut geng badboy sekolahan ini. Nara memutar bola mata malas.
"Halo sayang," ucap satu orang pria yang diketahui sebagai geng badboy itu. Pria itu merangkul bahu Nara dan mengajaknya duduk tapi Nara langsung menepisnya ia memasang wajah datarnya dan menatap tajam pada steven.
Cowok tampan dengan rambut acak-acakan tapi tidak mengurangi ketampanan yang di anugrahkan tuhan padanya, baju sekolahnya ia keluarkan pakaiannya sangatlah tidak rapi sangat ketara sekali jika ia murid nakal dan terlihat sekali kesan badboy nya. Dia sering kali keluar masuk BP dengan teman-teman brandalnya itu yang pakaiannya tidak jauh berbeda darinya.
Namanya Steven Gerrard cowok tampan dengan segala pesonanya yang mampu memikat banyak kaum hawa disekolah itu ia terkenal sebagai ketua geng badboy disekolah itu.
Dia sangat tampan dan sangat pandai menggombal membuat para hawa klepek-klepek tapi itu tidak berlaku pada Nara, Nara malah sangat tidak suka dengannya selain dia tidak rapi dia juga sangat suka membuli retha karna kaca mata tebalnya itu.
"Hai mata empat, bagaimana kabarmu apa kau senang karna sekarang kau ada yang membela untung saja yang membelamu cewek cantik jika saja cewek itu sama seperti dirimu culun dan jelek maka aku akan mempunyai dua permainan yang membuat mataku sakit!" ucap steven
Nara sangat geram mendengar ucapan Steven ia langsung menghampiri Steven yang duduk diatas meja sebelahnya dan langsung menarik nya turun.
"Lo kalau punya mulut dijaga, Lo ngehina Retha seolah Lo itu sangat tampan!" ejek Nara dengan senyum sinisnya.
"Astaga sayang kau itu menggemaskan sekali apa kau ingin memakai kaca mata? empat mata itu agar kau bisa melihat jelas ketampananku ini," ucap steven dengan menjambulkan rambutnya bergaya.
Nara memasang wajah muntahnya sungguh jijik sekali jika melihat orang yang terlalu memuji diri sendiri karna tak betah dengan ruangan yang pengap ini ia langsung menarik Retha keluar dari kelas itu.
"Aret kenapa kau tidak membalas ucapan steven?" tanya Nara ia juga binggung padahal Aretha cantik hanya kaca mata tebal dan rambut kepangnya saja yang menghalangi wajah rupawan nya meskipun begitu ia masih terlihat cantik.
__ADS_1
Yang lebih membuat ia binggung Aretha tidak melawan jika Steven membulinya tapi jika teman lain yang membulinya ia langsung membalasnya membuat orang itu membungkam mulutnya kalah telah dengan suara cempreng nya.
"A-ku tidak membalasnya karna--"
"Lo suka sama dia?" tiba-tiba Nara membuat kesimpulan seperti itu, Retha langsung membungkam mulut Nara agar tidak keras-keras.
"Kau jangan keras-keras bicaranya," ucap Retha sembari mendelik. Nara melonggo bagaimana mungkin cowok tengil kayak Steven disukai oleh Retha cantik dan baik hati ini.
"Bagaimana bisa?" tanya Nara masih tidak percaya.
"Entahlah aku juga tidak mengerti dulu aku juga sangat membencinya karna selalu mengejekku mata empat dan kampungan, lalu lama-lama rasa itu tumbuh dengan sendirinya gue juga gak bisa buat nahan rasa itu semakin hari gue semakin suka sama dia nggak perduli dia selalu ngejek gue atau bikin gue sakit hati, gue nggak perduli sama itu semua meskipun gue juga kadang-kadang ngerasa capek dengan semua ini gue pingin berhenti buat suka sama dia tapi rasanya susah banget andai gue bisa nentuin dimana hati gue harus berlabuh pasti gue udah kasih hati gue buat orang yang tulus sama gue tanpa Mandang fisik," ucap Retha dengan mata sendunya.
Apa yang dirasakan Retha sama dengan apa yang ia rasakan ia langsung memeluk teman barunya itu.
"Gue juga sama kayak Lo Tha gue juga capek mencintai dia yang gapernah cinta sama gue rasanya hati gue udah mati rasa dengan semua rasa sakit yang dia beri buat gue gue sampe nggak perduli sama diri gue sendiri saking bodohnya hati gue."
"He taught me how to love, but not how to stop," sambung Nara lagi.
"Lo bener Nar mereka ngajarin kita caranya mencintai tapi mereka tidak mengajari kita caranya berhenti,nasib kita sama ya nar kita emang sohib," ucap Retha dengan tawa kecil menutupi kesedihan hatinya.
_Jakarta, Indonesia_
Sesuai janji Galen kemarin jika sore ini mereka akan nonton berdua Galen memilih film genre romantis. Mereka berdua sedang mengantri disana Galen mengantri membeli minuman sedangkan Ira mengantri membeli popcorn.
Galen dan Ira duduk dibangku kedua tengah, sebelum film dimulai mereka berdua bercanda gurau terlebih dulu.
Film bioskop pun dimulai lampu menjadi gelap seketika lalu muncul gambar dari layar besar itu mereka sedang menonton film romantis yang diminati banyak pemuda-pemudi.
Yaitu film dilan 1991 meskipun berulang kali dilihat film itu tidak pernah membosankan ketika menontonnya seakan kita bisa merasakan baper akan gombalan dilan sang peramal.
Selesai melihat dilan mereka keluar dari bioskop itu dengan tangan yang masih bergandengan seakan tangan mereka sudah menyatu dan sangat sulit untuk terpisah seperti hati mereka berdua.
Ira masih senyam senyum sendiri ia masih kebawa baper akibat nonton film tadi.
"Kamu kenapa sih senyam-senyum sendiri?" lama-lama Galen jadi merinding melihat tingkah aneh Ira.
"Gapapa baper aja, aku juga dapat ngambil pelajaran dari cerita itu"
"Pelajaran apa?"
__ADS_1
"Pelajaran tentang cinta, bahwa saling mencintai bukan berarti ditakdirkan bersama selamanya" ucap Ira dengan menatap wajah Galen.
"Ada juga pelajaran yang terpenting dari cerita itu," balas Galen.
"Apa?"
"Dalam sebuah hubungan kita nggak boleh ngambil keputusan secara sepihak apalagi sampai kita kehilangan orang yang kita sayang cuma gara-gara kesalahpahaman itu, jadi aku mohon sama kamu kalau ada yang nggak kamu suka dari aku kamu ngomong ke aku, kita bisa bicarain semuanya baik-baik, dan kalau aku ada salah. Kamu bilang ke aku biar aku tahu jangan pernah ngediemin aku ya Ir karna aku nggak akan sanggup," ucap Galen lembut Ira tersenyum lalu mengganguk.
Film dilan1991 memang banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sana. Mungkin banyak yang kecewa karna Dilan tidak bersatu dengan Milea tapi dari situlah kita belajar bahwa cinta tidak harus memiliki. Pahamilah pasanganmu dan jangan terlalu mengekang dirinya karna jika dia benar-benar sayang padamu dia tidak akan berpaling meskipun ada yang lebih baik darimu.
"Galen," panggil ira. Galen menatapnya ia melihat tatapan sendu pacarnya membuatnya mengernyit binggung apa dia ada salah sehingga membuat pujaan hatinya ini bersedih.
"Kamu kenapa?"
"Bagaimana kalau ternyata kita tidak berjodoh?" ucap Ira dengan menunduk ia sangat sedih ia takut jika harus berakhir seperti Dilan dan Milea.
"Aku tidak tahu kita berjodoh atau tidak yang aku tahu sekarang aku menjagamu dan memperjuangkan dirimu," ucap Galen sembari mengelus pucuk kepala Ira.
"Jika tidak?" mata Ira sudah berkaca ia sangat sedih.
"Aku akan tetap bersyukur."
"Kenapa begitu?" Ira langsung mendongakkan wajahnya menatap Galen.
"Karna aku telah mengenalmu, dan aku pernah menjadi bagian dihidupmu, menjadi peluk yang pernah menghangatkanmu, menjadi sesuatu yang kau sebut bahagia, aku bersyukur pernah memiliki kesempatan itu bersamamu. Masalah jodoh itu sudah ada yang mengatur, karna dari awal aku datang hanya untuk mencintaimu bukan untuk melawan takdir. Tetaplah tersenyum meskipun nantinya bukan aku, mungkin itu yang terbaik untukmu tapi ketahuilah aku sangat berharap jika jodohmu adalah aku dan jodohku adalah kamu," ucapan Galen kali ini membuat air mata Ira turun ia langsung memeluk Galen dengan erat ia tak rela jika nantinya harus kehilangan Galen.
"Aku tidak akan sanggup jika nantinya harus kehilanganmu, aku akan melawan takdir jika kita tidak dipersatukan," ucap Ira sesenggukan.
"Jangan menangis percayalah jika bukan aku yang mendampingimu pasti laki-laki itu jauh lebih baik dariku laki-laki itu yang dipilihkan Tuhan untuk menjaga dan membimbing mu menuju jalannya meskipun aku juga tidak akan sanggup jika harus kehilanganmu," ucap Galen ia mengeratkan pelukannya pada Ira.
"Jangan katakan itu aku sungguh tidak akan sanggup jika harus kehilanganmu."
"Aku berharap jika kamu benar-benar masa depanku," sambung Ira lagi.
"Aku juga berharap seperti itu, aku mencintaimu Ira sangat mencintaimu."
"Aku juga sangat sangat mencintaimu."
Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control
__ADS_1
"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku."
Hadeh bawang lagi😆doubel up loh masa gak divote sih🤭udah ah gak divote juga gak papa yang penting jempolnya aja dan jangan bosan-bosan baca cerita aku😁see you next part👋salangeyo❤️