Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Olimpiade Fisika


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Hari ini adalah hari dimana Ira dan Galen akan melangsungkan lomba olimpiade fisika, mereka berdua telah siap dan menunggu mobil jemputan tiba.


"Ira, Galen ayo naik kita berangkat sekarang!" ucap pak Harry yang mewakili. Ira dan Galen pun masuk dan duduk dibangku penumpang belakang mereka duduk bersebelahan.


Hening...


Tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Ira dan Galen sibuk dengan handphone mereka yang banyak notif pesan semangat dari teman-teman mereka.


"Ira, Galen kalian disana harus saling membantu!" tutur pak Harry.


"Bapak yakin kalian akan menang," sambungnya.


"Makasih pak kami akan berusaha semaksimal mungkin," ucap mereka berdua.


Keadaan mobil kembali hening....


Sampai akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, mereka masuk ke lobi untuk mengambil nomer, setelah itu Ira dan Galen masuk keruang olimpiade sedangkan pak Harry menunggu ditempat yang sudah disiapkan.


"Semangat kalian pasti bisa!" semangat pak Harry sebelum pergi. Ira dan Galen tersenyum sembari menggangukkan kepalanya.


Sesi pertama lomba fisika, mereka akan mengerjakan soal tulis 250 dalam waktu dua jam. Galen dan Ira sudah membagi tugas masing-masing setelah panitia meniup peluit pertanda lomba sudah dimulai Ira dan Galen pun langsung mengerjakannya dengan sangat serius.


Tak terasa waktu mengerjakan mereka tinggalah 30 menit sedangkan Ira masih kurang sepuluh soal dan Galen masih kurang tujuh soal.


Mereka mengerjakannya dengan sangat tenang sedangkan tim lain sudah panik dengan sendirinya.


Teetttt waktu habis mereka semua langsung mengangkat tangan bahwa mereka sudah selesai. Bukanya yang selesai saja mereka yang belum pun harus ikut mengangkat tangan.


Panitia mengambil kertas satu persatu milik peserta dan mereka dibiarkan istirahat selama 30 menit. Setelah itu baru mereka lanjut ke sesi dua, namun sebelumnya mereka harus melihat pengumuman terlebih dahulu, pengumuman akan lulus tidaknya mereka ke sesi selanjutnya.


Ira dan Galen menghampiri pak Harry, "Ini kalian minum sama ini rotinya dimakan ya!" ucap pak Harry.


"Makasih pak." mereka berdua mengambil roti dan minuman yang diberikan oleh pak Harry tadi.


"Gimana susah nggak soalnya tadi?" tanya pak Harry.


"Lumayan lha pak," jawab mereka.

__ADS_1


"Kejawab semua nggak?"


"Alhamdulillah kejawab semua pak."


"Kalian memang kebanggaan SMA Ganesa, semoga nanti kalian bisa membawa pulang piala," ujar pak Harry.


"Amin," balas mereka.


Teeettt bel berbunyi pertanda mereka harus segera ke aula untuk mengetahui lanjut atau tidaknya mereka ke babak selanjutnya.


"Pak mari kita ke aula semoga saja kita bisa lanjut ke sesi selanjutnya," doa Galen.


"Ya semoga saja, bapak yakin kalian pasti lanjut!" semangat pak Harry.


.


.


Satu persatu sekolah yang lanjut sudah disebut dan SMA Ganesa tidak juga dipanggil dari 250 siswa yang akan masuk hanyalah 100 siswa. Mereka sudah tidak sabar masa iya diawal sudah kalah, pikir mereka.


Dan untuk yang terakhir sekolah yang lajut ialah, "SMA Ganesa dengan nilai tertinggi 95!" ucap panitia. Membuat mereka jingkrak-jingkrak dan refleks saja Ira sampai memeluk Galen sangking bahagianya. Galen pun tidak menolak dan tidak membalas.


"Kalian hebat!" pujian pak Harry membuat Ira sadar seketika. Astaga apa yang aku lakukan! rutuk Ira.


'Pala lu sengaja kalau gue langsung lepas apa kata orang yang lihat kirain nya Lo yang murahan' balas Galen tak kalah tajam.


Ira juga mikir apa yang diucapakan Galen ada benar nya juga.


"Ira, Galen kalian nggak masuk udah mau dimulai Lo." pak Harry membuyarkan percakapan mata mereka. "Ah iya pak, kami masuk dulu," ucap Ira mewakili.


.


.


Babak kedua mereka telah usai dan SMA Ganesa pun masih lanjut ke babak ketiga namun dengan urutan kedua masih ada yang lebih baik dari mereka itu membuat mereka berdua berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan juara satu dibabak selanjutnya.


Babak ketiga kali ini adalah mereka akan cepat-cepatan dalam menjawab soal, dengan menekan tombol yang sudah disediakan. Lomba ini semacam lomba cerdas cermat ini adalah lomba terakhir penetu kemenangan mereka.


Di lomba ini hanya tersisa 10 perwakilan sekolah. "Dilomba ini kalian harus bekerja sama lebih ekstra supaya kita bisa membawa pulang piala besar itu," ujar pak Harry. Mereka berdua mengganguk mengerti jika setiap belajar bersama mereka masih saling cek cok tapi lihatlah dilomba ini mereka bahkan sangat akur saling membantu dan sangat kompak .

__ADS_1


Babak ketiga dimulai mereka berdua masuk dan menempati tempatnya. "Disini kalian harus rebutan jawaban jadi siapa cepat dia yang menang, semangat untuk kalian semua!" semangat panitia.


"Kalian akan rebutan 10 jawaban, setelah bapak memberi soal secepatnya kalian pencet tombol itu setelah kalian punya jawabannya!" terang panitia.


"Kalian mengerti!"


"Mengerti pak."


Dan babak tiga ini dipenuhi dengan ketegangan sudah lima soal yang disebut Galen dan Ira bisa merebut dua jawaban mereka seri dengan kawan sebelahnya, sungguh ruangan ini penuh dengan ketegangan.


.


Sekarang tinggal satu soal dan ini salah penentu SMA Ganesa menang atau tidak karna poin mereka seri dengan SMA lain membuat Galen dan Ira berfikir dengan keras.


.


Setelah panitia memberikan soalnya dan...


Tettt seseorang menekan tombol merah itu tapi bukan Galen melainkan saingannya membuat Galen dan Ira kalah telak mereka pikir mereka akan kalah tapi Ira masih tetap menghitung jawabannya.


"Salah!" ucap panitia ternyata jawaban saingan Galen dan Ira salah membuat mereka berdua masih bisa menjawab setelah panitia mengucap kata salah secepatnya Ira memencet tombol merah itu.


Tet...


Galen yang disebelahnya terkejut. "apa Lo udah itung dengan bener?!" ucap Galen.


"Udah, Lo tenang aja." Ira langsung menjawab pertanyaan panitia tadi dan benar jawaban Ira benar membuat mereka berdua senang karna menang.


Akhirnya lomba tersebut selesai dengan kemenangan ditangan Galen dan Ira, mereka sangat bahagia bisa membawa pulang piala itu tak sia-sia mereka belajar bersama dengan segala rintangan.


Ya rintangan waktu itu yang Amel muntah dimobil Galen itu berdampak sangat buruk untuk Galen sampai ia tidak mood makan karna setiap melihat makanan bayangan itu langsung teringat jelas dipikirannya.


Vina sudah membujuk Galen sampai ia dibelikan obat anak kecil untuk menambah nafsu makannya


.


Jangan lupa like, komen, and vote pembaca tersayang😍


Baca juga 'Jalan Hijrahku'

__ADS_1


Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_


makasih😊🙏


__ADS_2