
Setelah pulang sekolah Ira langsung masuk kamar dan membersihkan diri ia memakai baju tidur motif Minion. Ira langsung membaringkan tubuhnya dikasur kingsize. Ia tidur sangat pulas karna hari ini cukup melelahkan untuknya.
Krekk....
Mama Ira membuka pintu kamar anak gadisnya yang kebetulan tidak terkunci karna sedari tadi ia memanggil tidak ada sahutan dari dalam, ia tersenyum saat melihat Ira tidur dengan sangat pulas.
Sebenarnya ia tidak tega untuk membangunkannya tapi bagaimana lagi sedari sore Ira belum makan sama sekali dan sekarang ini sudah jam delapan malam.
"Sayang bangun! ayo makan malam dulu, kamu dari pulang sekolah tadi belum makan sama sekali. Mama takut kalau kamu nanti sakit, makan dulu ya!" ucap mama Ira sambil membelai rambut panjang Ira.
"Mama." suara serak Ira khas orang bangun tidur.
"Bangun, ayo makan dulu ini udah jam delapan malam," ucap mama lembut.
"Ira masih kenyang ma tadi setelah pulang sekolah Ira udah makan sama teman-teman, nanti kalau Ira lapar Ira ambil sendiri kok," ucap Ira kembali memejamkan matanya.
Matanya seperti ada lemnya sangat susah untuk di buka. "Baiklah kalau gitu kamu istirahat saja. Mama akan turun ke bawah," ujar mama Ira.
Ira tidak lagi menjawab karna ia sudah terjun ke alam mimpi. "Anak ini mungkin sangat lelah padahal tidur sedari jam 4 sampai sekarang jam delapan," gumam mama ira.
Terlihat Hermawan dan Angga sedang berbincang di ruang keluarga sambil bercanda ria, mama Ira datang membawa camilan untuk menemani mereka mengobrol.
"Wah, seru banget nih lagi ngobrolin apaan mama kok nggak diajak," ucap mama Ira.
"Ma, Ira mana?" tanya Angga tersenyum manis pada sang ibunda.
"Adek kamu molor tuh dari sore tidur di bangunin nggak mau bangun," ucap Amira mama Ira.
"Biar aku bangunin," ucap Angga sudah berdiri dari duduknya tapi dicegat oleh Amira. "Jangan kasihan adek kamu mungkin kecapean karna tadi ada acara disekolah," jelas mama.
"oh."
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, "siapa yang bertamu malam-malam gini," ujar Angga.
"Entahlah biar mama lihat," ucap mama sambil berjalan ke luar.
"Jeng Vina..." ucap mama Ira saat pintu terbuka. "Maaf ya jeng saya kesini malam-malam ada yang pingin saya omongin," ucap Vina mama Galen.
.
__ADS_1
Galen sama seperti Ira setelah pulang sekolah tadi ia langsung tidur dan baru bangun tadi saat mama tercintanya ini membangunkannya untuk mengantar ke rumah temannya.
"Galen bangun!" ucap Vina, menepuk-nepuk tubuh Galen. "Apasih ma," suara serak Galen.
"Anterin mama!" ucap Vina mama Galen.
"Kemana sih ma, Galen masih ngantuk nih minta antar papa kan bisa!" Galen berucap dengan mata terpejam.
"Papa kamu kan lagi di luar kota, apa kamu lupa." Vina lama-lama kesal juga membangunkan anaknya ini yang tidur seperti kebo.
"Lagian kau ini sudah tidur dari sore jadi sekarang bangun, anterin mama sebentar!" pintanya atau lebih tepatnya paksa nya.
Terpaksa Galen membuka matanya dengan malas dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu mengambil jaket Hoodie nya warna hitam dan mengenakan nya.
Galen tadi tidur menggunakan celana panjang dan kaos warna putih. "Ini udah malem ma, kenapa mama bertamu malam-malam gini besok kan bisa," ucap Galen malas.
"Sayang ini sangat penting," ucapnya.
Akhirnya Galen mau juga mengantar mamanya karna Vina mengancam jika ia tidak mau mengantar, mamanya ini akan berangkat sendiri. Mana tega Galen membiarkan mama nya keluar malam-malam sendirian.
Tanpa arah tujuan, Vina yang mengatakan belok kiri, kanan dan sebagainya sampai Galen menyadari jika ini jalan ke rumah Ira jangan-jangan mamanya ini akan berkunjung kesana, secara mama Ira dan mamanya adalah teman dekat.
Galen memasang wajah datar saat melihat tujuan mamanya ini ke rumah adik kelas menyebalkannya itu.
.
"Masuk jeng kita bicara di dalam," ucap mama Ira.
"Jadi ada apa jeng?" Amira bertanya setelah mereka berdua duduk diruang tamu.
"Jadi begini jeng besok ada acara dikeluarga saya aniversery pernikahan saya yang ke 25, nggak ngadain acara besar sih cuma makan malam biasa aja, apa jeng dan keluarga bisa datang?" tanyanya penuh harap.
"Wah selamat ya jeng, udah 25 aja. Pastinya dengan senang hati saya dan keluarga saya akan berangkat, makasih lho ya udah undang saya sekeluarga," ucap mama Ira.
"Abang! bisa gak sih gak usah ganggu aku tidur. Ngeselin banget sih!" teriak Ira yang kesal karna tidurnya diganggu oleh Angga.
Teriakan suara cempreng nan melengking itu terdengar sampai ruang tamu sangking keras nya dan juga jarak antara kamar nya dan ruang tamu hanya berbatasan tangga saja, gelak tawa dari Angga pun sama terdengar jelas sekali.
"Haha, mangkanya bangun! tidur dari sore sampe sekarang gak bangun-bangun!" ucap Angga berlari kencang karna melihat Ira yang sudah bersungut itu. Ira berlari mengejar Angga dengan tangan membawa bantal. Untuk apa? ya untuk gebukin abangnya lah!
Ira memukul Angga didepan kamarnya berulang kali, ia tertawa puas tak mengindahkan ucapan ampun dari bibir abangnya. Tanpa mereka sadari orang yang berada di ruang tamu memperhatikan mereka berdua ikut tersenyum sedangkan mama Ira geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua anaknya yang nampak seperti Tom and Jerry.
__ADS_1
"Ampun nyai, ampun!" ucap Angga dengan gelak tawanya membuat Ira semakin kesal. Ira tetap memukul Abang menyebalkannya itu, karna sudah menggangu bocan nya alias bobo cantik nya. Hermawan yang mendengar keributan itu langsung keluar dari ruang kerjanya.
"Ira apa yang kamu lakukan sayang," ucap Hermawan dengan suara lembut. "Papa..." rengek Ira yang langsung memeluk papa kesayangannya itu.
Itulah Ira dia akan bersikap sangat manja jika bersama keluarganya sedangkan jika diluar ia akan memasang wajah jutek favoritnya.
"Kenapa bang Angga kamu pukulin?" ucap Hermawan sembari mengusap kepala Ira.
"Dia duluan pa yang gangguin Ira, Ira lagi tidur malah digelitiki, hidung Ira juga digelitik sama kemoceng. kan nyebelin!" adu Ira dengan bibir yang manyun.
"Kau ini selalu saja menggangu adikmu, sekarang minta maaf!" ucap Hermawan tegas, tidak seperti saat bicara pada Ira tadi. Lembut dan begitulah, Angga sampai merasa di anak tiri kan oleh papanya. Oh Tuhan jangan salahkan Heramawan salah Angga sendiri yang selalu membuat keluarga nya naik darah.
"Sungkem nyai," ucap Angga lalu berlari menuju kamarnya dengan gelak tawa yang belum surut sedari tadi.
"Bang Angga!" teriak Ira kesal. Rambut panjangnya yang ia gerai menutupi wajah cantik itu.
"Sudahlah, sekarang istirahatlah kembali!"ujar papa. Ira menggurungkan niat masuk kamar nya saat mendengar panggilan dari sang mama.
"Ira kemari sebentar sayang," pinta Amira. Ira menatap kebawah dan terbengong saat melihat keberadaan tante Vina dan Galen disana.
Hah! sejak kapan mereka disitu apa sejak aku berantem sama bang angga. batin Ira
"Malam Tante," sapa Ira saat sudah berada di depan mereka.
Ira duduk di samping mamanya. "Malam cantik," balas Tante Vina.
Galen sedari tadi memperhatikan ira, ia sangat cantik malam ini meskipun hanya menggunakan baju tidur sederhana tapi tak menghilang kan kecantikannya apalagi saat melihat sifat manjanya tadi, huh sangat menggemaskan!
Ira yang tau jika Galen sedari tadi memperhatikan nya langsung menghunuskan tatapan tajam padanya mereka bicara lewat kontan mata.
"Apa Lo lihat-lihat gue culek juga tuh mata!" isyarat mata Ira. Galen membuang nafas kasar dan memutar bola matanya malas.
"Gausah kegeeran Lo jadi cewek!" isyarat mata Galen.
.
Jangan lupa like, komen, and vote pembaca tersayang😍✌️
Baca juga: -Jalan Hijrahku
-Menikahi Presdir yang kejam
__ADS_1
Follow ig penulis: Nabilaputrii36_