
Mereka berdua pulang dengan kebahagiaan yang sangat kentara, memenangkan lomba tingkat kabupaten. Mendapat juara satu dengan nilai yang fantastis, tentu saja siapa yang tidak bahagia apalagi guru dan orang tua tentu akan sangat bahagia.
Menjadi juara satu selalu menjadi impian semua peserta apalagi jika menang dengan nilai yang bagus tentu sangat membahagiakan, setelah ini Galen dan Ira akan istirahat beberapa Minggu, baru mereka akan lanjut lomba lagi di tingkat provinsi.
Wahh sungguh menyenangkan bukan caranya hanya satu usaha dan doa. Berusaha tanpa doa itu percuma dan sebaliknya berdoa tanpa usaha itu kosong, zonk. Jadi harus imbang usaha dengan doa. Didunia ini gak ada yang gak mungkin semua akan terjadi atas izin Allah SWT. Kita tinggal berusaha dan berdoa pasti ada saja jalannya.
Mereka sudah naik mobil bersiap untuk pulang dan tiba-tiba saja pak sopir ada keperluan mendadak yang mengharuskannya pulang sekarang berhubung tujuannya dekat dengan lokasi jadi ia undur diri untuk libur hari ini.
Sebenarnya pak sopir tak diperbolehkan pulang karena ini jam kerja dan tanggung jawab dia, tapi karna hari ini mereka bahagia jadi mereka mengizinkan pak sopir untuk pulang. "Siapa ini yang akan menyetir, saya tidak bisa jika menyetir lama-lama gak kuat matanya udah mau merem aja," ucapnya pak Harry terkekeh.
"Ah, bapak tenang saja biar saya yang menyetir," ucap ira senang. Galen yang mendengarnya langsung menolak ia jadi teringat kejadian waktu itu. Bisa jadi ia dibuat mabuk lagi oleh Ira dan terlebih lagi ada pak Harry disini.
"Nggak! biar gue yang nyetir, Lo duduk situ!" ucap Galen menujuk bangku sebelah kemudi.
"Apaan sih nggak mau, gue maunya nyetir!" kukuh Ira.
"Lo mau bikin kita mati jantungan, apa Lo mau nyiksa gue dengan mabuk perjalanan!" ucap Galen datar.
"Lo nya aja yang kampungan, buktinya gue gak mabuk tuh," balasnya.
Galen tidak menjawab ia langsung duduk dibangku kemudi dan siap menancapkan gas, Galen membuka jendela sedikit, "masuk! atau gue tinggal!" ucapnya mengegas sedikit mobilnya untuk mengancam Ira.
"Lo itu bener-bener nyebelin ya! dasar cowok resek, kutub utara." Ira mengerucutkan bibirnya kesal pada Galen dan terpaksa masuk duduk diam memakai sabuk pengaman dan menyenderkan kepalanya sambil melihat keluar jendela. Galen pun fokus dengan jalanan depan sedangkan pak Harry sudah tidur terlebih dulu.
Perjalanan cukup lama membuat Ira mengantuk akhirnya ia memejamkan mata dan terpulas dengan mimpi indahnya.
__ADS_1
Galen melihat Ira tertidur pun tersenyum. "Lo lebih manis kalau Lo tidur," gumam Galem lalu fokus lagi dengan jalanan depan.
Tak terasa bulan sudah menutupi matahari hari mulai gelap tapi mereka belum sampai juga. Dan terlihat jalanan didepan sangat sepi terlebih ada tuangan juga disana dan banyak orang yang membicarakan jika jalan disini itu angker. Membuat Galen merinding karna ia yang masih bangun sendiri sedangkan dua orang itu sudah terlelap dari tadi.
Samar-samar Galen melihat bayang-bayang berwarna putih tapi ia masih acuh dan yang membuatnya takut ada seseorang yang memanggilnya. Galen, Galen, bulu kudu Galen langsung meremang dilihatnya ke belakang ada seorang berambut panjang dengan wajah yang tak nampak seperti wajah orang itu sedang melambai ke Galen membuat Galen langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Galen melihat ada kucing menyebrang dan langsung mengerem mendadak.
citttt membuat Ira terjungkal kedepan pak Harry pun sama. Ira langsung marah karna Galen membuatnya terkejut. "Lo bisa nyetir gak sih!" sentak Ira.
pak Harry hanya diam karna merasa pusing dengan kepalanya. "Gue gak sengaja, tadi ada kucing nyebrang!" sahut Galen.
"Biar gue yang nyetir," ketus Ira.
"Gak!" balas Galen cepat. Karna tak mau berdebat Ira melanjutkan tidurnya dan Galen kembali fokus pada Jalan depan, sekali-kali ia melihat kearah Ira terlihat wajah Ira tertutup oleh rambut panjangnya.
Galen langsung tersadar dan menarik tangannya pelan.
Gue kenapa sih! untung tuh anak gak bangun. batin Galen
Galen melajukan mobilnya dengan pelan dan tiba-tiba ada mobil yang berjalan berbelok-belok sepertinya seseorang yang mengemudikannya tengah mabuk Galen khawatir jika terjadi sesuatu ia segera membangunkan Ira dan pak Harry.
"Ira, pak harry bangun!" teriak Galen panik. Membuat dua orang itu langsung terbangun "kalian melompatlah cepat!" ucap Galen masih fokus dengan jalanan depan, yang pasti ia tidak akan bisa menghindar karena jalanan yang lumayan sempit ini.
Ira yang melihat kedepan bahwa mobil berjalan berbelok-belok langsung pindah kebelakang membuka pintu dan mendorong pak Harry lalu ia menyuruh Galen keluar juga.
__ADS_1
"Galen cepet Lo keluar!" ucap Ira fokus kedepan.
"Ira Lo gak usah gila! cepet Lo keluar!" sentak Galen ia sangat frustasi saat ini.
Ira tidak keluar ia langsung membuka pintu samping Galen dan sabuk pengaman Galen dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Galen keluar setelah selesai ia segera menutup pintunya dan memakai sabuk pengaman itu.
Galen berguling keluar jalan ia melihat mobil yang masih melaju dengan cepat itu. "Ira!" teriak Galen.
Ira mengemudikan mobil dengan sangat ahli ia menghindari elokan mobil depan itu karna mobil itu ia lajukan dengan kecepatan tinggi ira bisa menghindarinya tapi Ira tidak tau jika depannya ada pohon yang besar dan membuatnya menabrak pohon besar itu dengan sangat keras membuat badan mobil depan remuk dan mengeluarkan asap.
Kepala Ira terbentur setir mobil dan membuat darah keluar dengan sangat banyak. Dengan sedikit kesadaran yang masih ada Ira segera keluar agar tidak ikut terbakar bersama mobil tersebut.
Boom (mobil itu meledak)
Galen yang mekihat mobil itu meledak langsung berteriak, "Ira!"
.
Jangan lupa like, komen and vote😍
Sedikit informasi mungkin author beberapa hari kedepan gak akan bisa up karna belajar untuk persiapan lomba olimpiade matematika. Minta doanya ya gays semoga author bisa menang kalau ada waktu aku sempetin buat up deh😍
Jangan lupa baca 'Jalan Hijrahku'
Follow ig penulis; Nabilaputrii 36_
__ADS_1
makasih🤗🙏