
Ira sampai dikantor Angga 30 menit tidak sesuai dengan yang ia janjikan tadi10 menit, itu semua karna paman jelek tadi.
Ira masuk ke kantor kakaknya dan disambut hangat oleh karyawan ia berjalan kearah resepsionis untuk menanyakan apa kakaknya sudah pulang atau belum.
"Kak apa abang Angga udah pulang?" tanya Ira sopan pada resepsionis yang umurnya lebih tua diatas Ira.
"Pak Angga belum turun nona, apa mau saya panggilkan," tawarnya sopan.
"Iya, tolong panggilkan bang Angga bilang kalau sopir cantiknya sudah datang," canda Ira pada resepsionis itu.
"Kak bilang juga aku tunggu dimobil ya," sambung Ira lagi.
"Baik nona." Ira keluar dari kantor Angga dan samar-samar ia melihat mobil yang mencurigakan Ira mengintip dari mobil dan betapa kesalnya ia ternyata penguntit itu ialah ketos menyebalkan itu.
Ira berjalan kearahnya dengan tatapan tajam dan sudah mengaktifkan mode garang and juteknya. Ira mengetuk kaca mobil Galen dengan durasi cepat.
"keluar!" ucapnya dengan tangan masih tetap mengetuk cendela mobil. Galen keluar dengan wajah santainya padahal dihatinya ia menrutuki kebodohannya karna mengikuti bunglon jutek ini.
"Ngapain Lo disini?" tanya Ira ketus.
"Gue ada perlu lha," ucap Galen asal.
"Udah gue mau masuk dulu." saat Galen akan pergi Ira menarik kerah baju belakang Galen.
"Enak aja main pergi gitu aja, jawab jujur Lo ngikutin gue kan?" Ira memasang wajah selidik pada Galen matanya memicing menatap intens pada cowok didepannya ini.
"Kurang kerjaan banget, gue ngikutin bunglon kayak Lo," elaknya. Galen semakin berpikir agar secepatnya pergi dari Ira kalau tidak! harga dirinya bisa hancur di injak-injak bunglon jelmaan manusia ini.
"Alah ngaku aj---" belum sempat Ira melanjutkan ucapannya ada seseorang yang meneriakinya dari belakang, suara itu sangat familiar tentu saja suara abang kesayangannya.
"Urusan kita belum selesai!" ucap Ira lalu pergi meninggalkan Galen membuat Galen bernafas lega.
"Huh! Syukur deh, untung gak ketauan!" gumam Galen.
.
Saat Ira baru pulang ia langsung disambut hangat oleh mamanya. "Anak gadis mama udah pulang" ucap Amira sembari memeluk tubuh Ira.
"Bukan anak gadis mama aja ma yang udah pulang, anak ganteng mama juga udah pulang!" balas Angga yang baru masuk.
"Kalian pulang barengan?" tanya mama dan dijawab anggukan kepala oleh mereka.
"Ira tadi guru kamu ada menelfon mama dan katanya kamu akan lomba olimpiade fisika sekabupaten, benarkah?" tanya mama.
"Iya Ma, Ira akan lomba sama kakak kelas Ira," balasnya.
"Mama tau kamu lomba sama Galen kan, dan kata pak guru tadi kalian disuruh belajar disini aja besok guru privat akan kesini untuk membantu kalian belajar," jelas mama.
"Kok disini sih ma, Ira mau belajar di cafe aja," rajuk nya.
"Lo mau belajar apa nongkrong!" saut Angga.
"Nggak ada cafe atau keluar rumah, kamu sama Galen akan belajar bersama di rumah ini dan juga ada gantian belajar ke rumah Galen juga," jelasnya.
__ADS_1
"Mama kenapa mutusin sepihak sih, kalau Ira nggak mau gimana." Ira benar-benar kesal dengan mamanya kali ini bukannya semangat yang ada ia malah down.
Tak kalah juga dengan Galen ketika mendengar kabar dari mamanya ia benar-benar kesal, selalu saja mamanya ini mengaturnya sepeti anak kecil. Terkadang Galen juga tidak tega jika menolak ingin mamanya.
Galen duduk termenung dibalkon nya jika begini ia akan bertemu bunglon jutek itu setiap hari bahkan main kerumahnya, malas banget jika besok dia datang sendiri.
Mending besok gue ajak Noah aja, pikir Galen.
Galen membuka handphone nya dan masuk ke aplikasi WhatsApp.
-Galen-
-Nyet!
-Noah-
-Kenapa pak ketu? tumben chat?!
-Galen-
-Ikut gue besok
-Noah-
-Kemana?
-Galen-
-Rumah mertua
-Noah-
-Galen-
-Liat aja besok!
-Noah-
-Siap pak ketos👌
Setelah berbalas pesan dengan Noah, Galen langsung menonaktifkan ponselnya dan merebahkan tubuhnya pada kasur kingsize.
"Gue harus istirahat karna besok mungkin hari yang cukup menguras tenaga buat gue."
.
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam tapi Ira masih terjaga dari tidurnya, dia masih memikirkan hari esok bisakah dia satu tim dengan Galen. Dia saja jika berada didekat Galen rasanya amarahnya langsung naik.
Tapi ia juga tidak ingin mengecewakan orang tua dan gurunya disekolah. "Baiklah ikut dan belajar damai demi mama," semangatnya.
Ira memejamkan mata dan akhirnya hanyut dalam alam bawah sadar.
keesokan harinya Ira sangat malas untuk berangkat sekolah hari ini ia menguncir kuda rambutnya karna merasa gerah padahal hari masih pagi.
__ADS_1
Ira sangat malas mulai hari ini ia akan lebih sering bertemu dengan ketos menyebalkan itu, jika bukan karna ia sangat menyayangi mamanya mungkin saja ia akan menolak lomba fisika itu atau tidak memilih tidak satu tim dengan Galen.
Ira baru keluar dari mobil dan dikejutkan oleh seseorang yang langsung menariknya keluar.
"Apa-apaan sih Lo!" ucap Ira menghempaskan tangan orang itu.
"Lo ngapain sih pagi-pagi gangguin gue aja, ngajak ribut Lo!" Ira menatap tajam orang didepannya ini, hancur sudah mood nya hari ini.
"Gue mau ngomong sama Lo," ucap Galen datar. Ya orang itu adalah pak ketua OSIS terhormat, tuan David Galen Abraham.
"Kalau soal belajar bersama itu, mau gak mau Lo harus setuju gue gak mau kalau gara-gara Lo nyokap gue jadi sakit hati karna merasa gue udah gak sayang sama dia lagi," jelas ira.
"Gue juga mau bilang itu, kita bagi hari dua hari dirumah gue dua hari lagi dirumah Lo dan hari ini dirumah Lo dulu," ucap Galen.
"Hm." Ira masuk meninggalkan Galen di parkiran tadi.
"Ira!" teriak si somplak Amel.
"Kebiasaan banget sih Lo, suka banget teriak-teriak," ucap Ira kesal.
"Nggak bisa! gue mau tanya Lo habis ngapain sama kak Galen diparkiran, apa bener Lo pacaran sama dia?" tanya Amel beruntun.
"Nggak gue gak pacaran sama dia harus berapa kali sih gue ngomong gitu, hah!" ucap Ira jengah tidak di WhatsApp tidak saat ngomong selalu saja ia bertanya soal itu.
"Emangnya kenapa? Lo suka sama si kutub itu?" tanya Ira. Amel malah tertawa dengan pertanyaan Ira yang terbilang konyol ya kali dia suka sama Galen, lihat Galen aja Amel sudah takut duluan.
"Gue nanya gitu itu karna fans gue banyak yang nanya grup rumpi sekolah rame soal itu," balasnya.
"Dasar emak-emak suka banget rumpiin orang, kayak gaada kerjaan aja!" balas Ira.
"Enak tau rumpi itu dapat pahala dapat pengetahuan lagi," balasnya. Ya kan sifat somplak nya kambuh, masak rumpiin orang dapat pahala yang ada dapat dosa kali Amel.
"Lo belajar dari mana kalau rumpi itu dapat pahala?" tanya Ira.
"kenapa? Lo mau belajar juga," tawar Amel.
"Ogah banget, pinter enggak bodoh iya," ucap Ira sedangkan Amel terkekeh dengan jawaban Ira.
"Mel Lo entar mau gak kerumah gue, main gitu bosen gue dirumah, Nara belum balik lagi," ajak Ira agar ia tidak berdua saja nanti dengan Galen.
"Oke, pulang sekolah gue datang kerumah Lo, tapi inget suguhannya harus makanan yang lezat-lezat," ucap Amel.
"Itu mah gampang!" sahut Ira.
Bagaiamana bisa Ira yang sifatnya jutek ini bisa temenan dengan orang somplak seperti Amel tapi yang jelas yang Ira suka Amel itu apa adanya dia selalu bicara jujur dan yang terpenting kocak nya ituloh yang bikin ia terhibur.
.
Jangan lupa like, komen, and vote nya😍
kalau ada yang salah atau kurang dari novel aku komenin ya?? dukung aku selalu💓
vote, vote, vote, vote aku yang banyak biar up terus🤗 jangan lupa baca 'Jalan Hijrahku' gak kalah seru Loh 🤭
__ADS_1
Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_